Keluarga Imran
آلِ عِمْرَان
آلِ عِمران
Surah Âli-'Imran for kids content
Tipuan Terungkap
69Sebagian Ahli Kitab ingin menyesatkan kamu (orang-orang mukmin).
Padahal mereka tidak menyesatkan kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
70Wahai Ahli Kitab!
Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya)?
71Wahai Ahli Kitab!
Mengapa kamu mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?
72Segolongan dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya), "Berimanlah kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang mukmin pada pagi hari dan ingkarilah pada sore harinya, agar mereka
kembali (kepada kekafiran).
"
73"Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu.
" Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya petunjuk (yang sebenarnya) adalah petunjuk Allah.
" (Apakah kamu keberatan) karena ada seseorang yang akan diberi seperti apa yang telah diberikan kepadamu, atau (apakah kamu khawatir) mereka akan membantahmu di hadapan Tuhanmu?
Katakanlah (pula), "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya), Maha Mengetahui.
"
74Dia memilih siapa yang Dia kehendaki untuk rahmat-Nya.
Dan Allah adalah Pemilik karunia yang agung.
وَدَّت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَوۡ يُضِلُّونَكُمۡ وَمَا يُضِلُّونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ69
يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لِمَ تَكۡفُرُونَ بَِٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَأَنتُمۡ تَشۡهَدُونَ70
يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لِمَ تَلۡبِسُونَ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَتَكۡتُمُونَ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ71
وَقَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ ءَامِنُواْ بِٱلَّذِيٓ أُنزِلَ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَجۡهَ ٱلنَّهَارِ وَٱكۡفُرُوٓاْ ءَاخِرَهُۥ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ72
وَلَا تُؤۡمِنُوٓاْ إِلَّا لِمَن تَبِعَ دِينَكُمۡ قُلۡ إِنَّ ٱلۡهُدَىٰ هُدَى ٱللَّهِ أَن يُؤۡتَىٰٓ أَحَدٞ مِّثۡلَ مَآ أُوتِيتُمۡ أَوۡ يُحَآجُّوكُمۡ عِندَ رَبِّكُمۡۗ قُلۡ إِنَّ ٱلۡفَضۡلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيم73
يَخۡتَصُّ بِرَحۡمَتِهِۦ مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ74
Menunaikan Amanah
75Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu titipkan kepadanya harta yang banyak, dia akan mengembalikannya kepadamu.
Dan di antara mereka ada orang yang jika kamu titipkan kepadanya satu dinar pun, dia tidak akan mengembalikannya kepadamu, kecuali jika kamu selalu menagihnya.
Yang demikian itu karena mereka berkata, "Tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi (yang bukan dari kalangan kami).
" Mereka mengucapkan dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
76Bukan demikian!
Barang siapa menunaikan amanahnya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.
وَمِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ مَنۡ إِن تَأۡمَنۡهُ بِقِنطَارٖ يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيۡكَ وَمِنۡهُم مَّنۡ إِن تَأۡمَنۡهُ بِدِينَارٖ لَّا يُؤَدِّهِۦٓ إِلَيۡكَ إِلَّا مَا دُمۡتَ عَلَيۡهِ قَآئِمٗاۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُواْ لَيۡسَ عَلَيۡنَا فِي ٱلۡأُمِّيِّۧنَ سَبِيلٞ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ75
بَلَىٰۚ مَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ وَٱتَّقَىٰ فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَّقِينَ76
Melanggar Perjanjian Allah
77Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka tidak akan mendapat bagian di akhirat.
Allah tidak akan berbicara kepada mereka, tidak akan melihat mereka, dan tidak akan menyucikan mereka pada hari kiamat.
Dan bagi mereka azab yang pedih.
78Dan sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutarbalikkan Kitab dengan lidah mereka, agar kamu mengira itu dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab.
Dan mereka berkata, "Ini dari Allah," padahal itu bukan dari Allah.
Dan mereka berdusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَشۡتَرُونَ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ وَأَيۡمَٰنِهِمۡ ثَمَنٗا قَلِيلًا أُوْلَٰٓئِكَ لَا خَلَٰقَ لَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ وَلَا يَنظُرُ إِلَيۡهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيم77
وَإِنَّ مِنۡهُمۡ لَفَرِيقٗا يَلۡوُۥنَ أَلۡسِنَتَهُم بِٱلۡكِتَٰبِ لِتَحۡسَبُوهُ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ ٱلۡكِتَٰبِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَمَا هُوَ مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ78
Para Nabi Amanah
79Tidaklah patut bagi seseorang yang Allah telah anugerahi Kitab, hikmah, dan kenabian untuk berkata kepada manusia, "Sembahlah aku selain Allah.
" Melainkan dia akan berkata, "Jadilah kamu orang-orang yang mengabdi kepada Tuhanmu, sesuai dengan apa yang kamu ajarkan dan kamu pelajari dari Kitab.
"
81Ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, "Sungguh, apa saja yang telah Aku berikan kepadamu berupa Kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang
membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu wajib beriman kepadanya dan menolongnya.
" Dia berfirman, "Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku yang berat ini?
" Mereka menjawab, "Kami mengakui.
" Allah berfirman, "Kalau begitu, jadilah kamu saksi-saksi, dan Aku pun termasuk saksi bersama kamu.
"
82Maka barang siapa yang berpaling setelah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤۡتِيَهُ ٱللَّهُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحُكۡمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَادٗا لِّي مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن كُونُواْ رَبَّٰنِيِّۧنَ بِمَا كُنتُمۡ تُعَلِّمُونَ ٱلۡكِتَٰبَ وَبِمَا كُنتُمۡ تَدۡرُسُونَ79
وَإِذۡ أَخَذَ ٱللَّهُ مِيثَٰقَ ٱلنَّبِيِّۧنَ لَمَآ ءَاتَيۡتُكُم مِّن كِتَٰبٖ وَحِكۡمَةٖ ثُمَّ جَآءَكُمۡ رَسُولٞ مُّصَدِّقٞ لِّمَا مَعَكُمۡ لَتُؤۡمِنُنَّ بِهِۦ وَلَتَنصُرُنَّهُۥۚ قَالَ ءَأَقۡرَرۡتُمۡ وَأَخَذۡتُمۡ عَلَىٰ ذَٰلِكُمۡ إِصۡرِيۖ قَالُوٓاْ أَقۡرَرۡنَاۚ قَالَ فَٱشۡهَدُواْ وَأَنَا۠ مَعَكُم مِّنَ ٱلشَّٰهِدِينَ81
فَمَن تَوَلَّىٰ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ82

Jalan Islam
83Apakah mereka mencari agama selain agama Allah, padahal kepada-Nyalah berserah diri siapa yang di langit dan di bumi, baik dengan sukarela maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nyalah
mereka semua akan dikembalikan?
84Katakanlah (Muhammad), "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak
cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa, dan para nabi lainnya dari Tuhan mereka.
Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan hanya kepada-Nyalah kami berserah diri.
"
85Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) darinya, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.
أَفَغَيۡرَ دِينِ ٱللَّهِ يَبۡغُونَ وَلَهُۥٓ أَسۡلَمَ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ طَوۡعٗا وَكَرۡهٗا وَإِلَيۡهِ يُرۡجَعُونَ83
قُلۡ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ عَلَيۡنَا وَمَآ أُنزِلَ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ وَيَعۡقُوبَ وَٱلۡأَسۡبَاطِ وَمَآ أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمۡ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّنۡهُمۡ وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ84
وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ85
Menyimpang dari Jalan Lurus
86Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada kaum yang kafir setelah mereka beriman, mengakui bahwa Rasul itu benar, dan telah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang
nyata?
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
87Balasan bagi mereka itu ialah bahwa mereka dilaknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia.
88Mereka kekal di dalamnya (neraka).
Tidak akan diringankan azab dari mereka dan tidak (pula) mereka diberi tangguh.
89Kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
90Sesungguhnya orang-orang yang kafir setelah beriman kemudian bertambah kekafirannya, tidak akan diterima tobatnya.
Dan mereka itulah orang-orang yang sesat.
91Sesungguhnya, jika setiap orang yang kafir, lalu mati dalam kekafirannya, menawarkan emas sepenuh bumi untuk menebus diri dari api neraka, niscaya tidak akan diterima dari mereka.
Bagi mereka azab yang pedih, dan mereka tidak akan mempunyai penolong.
92Wahai orang-orang yang beriman, kamu tidak akan mencapai kebajikan sampai kamu menginfakkan sebagian dari apa yang kamu cintai.
Dan apa saja yang kamu infakkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.
كَيۡفَ يَهۡدِي ٱللَّهُ قَوۡمٗا كَفَرُواْ بَعۡدَ إِيمَٰنِهِمۡ وَشَهِدُوٓاْ أَنَّ ٱلرَّسُولَ حَقّٞ وَجَآءَهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ86
أُوْلَٰٓئِكَ جَزَآؤُهُمۡ أَنَّ عَلَيۡهِمۡ لَعۡنَةَ ٱللَّهِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ87
خَٰلِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنۡهُمُ ٱلۡعَذَابُ وَلَا هُمۡ يُنظَرُونَ88
إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ وَأَصۡلَحُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ89
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡدَ إِيمَٰنِهِمۡ ثُمَّ ٱزۡدَادُواْ كُفۡرٗا لَّن تُقۡبَلَ تَوۡبَتُهُمۡ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلضَّآلُّونَ90
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٞ فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡ أَحَدِهِم مِّلۡءُ ٱلۡأَرۡضِ ذَهَبٗا وَلَوِ ٱفۡتَدَىٰ بِهِۦٓۗ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ91
لَن تَنَالُواْ ٱلۡبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيۡءٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيم92

BACKGROUND STORY
- •
Menurut Imam Ar-Razi, beberapa cendekiawan Yahudi di Madinah mengkritik Nabi (SAW) karena memakan daging unta, mengklaim bahwa hal itu telah diharamkan dalam agama Ibrahim (AS).
Ayat 93-95 diturunkan untuk menanggapi klaim ini, menyatakan bahwa Allah tidak pernah mengharamkan daging unta di masa lalu.
Adalah Ya'qub (AS) (juga dikenal sebagai Isra'il) yang mengharamkan dirinya sendiri dari daging unta setelah ia sembuh dari penyakit tertentu.
Jadi, hal itu tidak diharamkan oleh Allah kepada Ibrahim (AS) atau nabi-nabi lainnya.
- •
Mereka juga mengkritik Nabi (SAW) karena mengubah kiblat (arah salat) dari Yerusalem ke Makkah, mengklaim bahwa kiblat yang lama lebih baik.
Ayat 96-97 diturunkan untuk menegaskan bahwa Ka'bah adalah bangunan pertama dan terbesar yang pernah dibangun untuk ibadah.
Pembatasan Makanan Ya'qub
93Semua makanan dihalalkan bagi Bani Israil, kecuali apa yang diharamkan Israil atas dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.
Katakanlah (wahai Nabi), "Bawalah Taurat itu, lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.
"
94Maka barang siapa mengada-adakan dusta terhadap Allah setelah itu, merekalah orang-orang yang zalim.
95Katakanlah (wahai Nabi), "Allah telah menyatakan kebenaran.
" Maka ikutilah agama Ibrahim yang hanif, dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
كُلُّ ٱلطَّعَامِ كَانَ حِلّٗا لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ إِلَّا مَا حَرَّمَ إِسۡرَٰٓءِيلُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ مِن قَبۡلِ أَن تُنَزَّلَ ٱلتَّوۡرَىٰةُۚ قُلۡ فَأۡتُواْ بِٱلتَّوۡرَىٰةِ فَٱتۡلُوهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ93
فَمَنِ ٱفۡتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ مِنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ94
قُلۡ صَدَقَ ٱللَّهُۗ فَٱتَّبِعُواْ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفٗاۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ95
HAJI KE KA'BAH
96Sesungguhnya rumah (ibadah) yang pertama kali dibangun untuk manusia adalah yang di Bakkah, yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.
97Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, di antaranya maqam Ibrahim.
Barang siapa memasukinya, maka ia aman.
Dan Allah telah mewajibkan haji ke Rumah ini bagi siapa yang mampu.
Dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.
إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٖ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكٗا وَهُدٗى لِّلۡعَٰلَمِينَ96
فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ97
Mengingkari Kebenaran
98Katakanlah, "Wahai Ahli Kitab!
Mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah menjadi saksi atas apa yang kamu kerjakan?
"
99Katakanlah, "Wahai Ahli Kitab!
Mengapa kamu menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, berusaha menjadikannya bengkok, padahal kamu menyaksikan kebenarannya?
Dan Allah tidak pernah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
"
قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لِمَ تَكۡفُرُونَ بَِٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعۡمَلُونَ98
قُلۡ يَٰٓأَهۡلَ ٱلۡكِتَٰبِ لِمَ تَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ تَبۡغُونَهَا عِوَجٗا وَأَنتُمۡ شُهَدَآءُۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ99
Peringatan terhadap pengaruh buruk
100Wahai orang-orang yang beriman!
Jika kamu menaati sebagian dari orang-orang yang diberi Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu setelah beriman menjadi kafir.
101Bagaimana mungkin kamu menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepadamu dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?
Barangsiapa berpegang teguh kepada Allah, maka sungguh, dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تُطِيعُواْ فَرِيقٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ يَرُدُّوكُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ كَٰفِرِينَ100
وَكَيۡفَ تَكۡفُرُونَ وَأَنتُمۡ تُتۡلَىٰ عَلَيۡكُمۡ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ وَفِيكُمۡ رَسُولُهُۥۗ وَمَن يَعۡتَصِم بِٱللَّهِ فَقَدۡ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ101

SIDE STORY
- •
Sebelum Islam, Bahilah dikenal sebagai suku terendah di seluruh Jazirah Arab.
Salah satu panglima perang Muslim yang agung adalah seorang pria bernama Qutaibah, yang berasal dari suku Bahilah.
Qutaibah memimpin pasukan Muslim hingga ke Tiongkok.
Suatu hari, dia bertanya kepada seorang Badui yang sepanjang hidupnya tinggal di gurun, 'Maukah engkau bergabung dengan sukuku, Bahilah, jika aku menawarkan separuh dari
kekuasaanku kepadamu?
' Pria itu menolak dengan tegas.
- •
Qutaibah kemudian bertanya kepadanya sambil bercanda, 'Bagaimana jika engkau ditawari Jannah untuk bergabung dengan sukuku?
' Pria itu terdiam sejenak dan menjawab, 'Baiklah!
Tapi aku punya satu syarat: Aku tidak ingin seorang pun di Jannah tahu bahwa aku berasal dari Bahilah!
'

WORDS OF WISDOM
- •
Sebelum Islam, orang-orang sangat membanggakan suku mereka dan merendahkan orang lain yang sukunya dianggap lebih rendah.
Inilah sebabnya bangsa Arab selalu terpecah belah.
Ketika Islam datang, ia menyatukan semua suku, menjadikan setiap orang setara.
- •
Dalam Islam, tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang lain berdasarkan ras, warna kulit, atau status sosialnya.
- •
Ayat 103 mengajarkan umat Muslim pentingnya bersatu sebagai sebuah komunitas agar dapat meraih kesuksesan di dunia ini dan akhirat.
Orang-orang beriman diperingatkan agar tidak berpecah belah, yang dapat membuat mereka lemah dan menjadi sasaran empuk bagi musuh-musuh mereka.
- •
Kekalahan umat Muslim di Spanyol abad pertengahan dan di zaman modern dapat dengan mudah dikaitkan dengan kegagalan mereka untuk tetap bersatu.


SIDE STORY
- •
Seekor singa bertemu dengan 3 banteng di hutan: salah satunya putih, yang lain hitam, dan yang ketiga cokelat.
Singa itu tahu bahwa ia tidak bisa menyerang semua banteng sekaligus, karena mereka kuat jika bersama-sama.
Maka, ia menyusun rencana untuk mengalahkan mereka satu per satu.
- •
Pertama, ia memperkenalkan diri kepada para banteng sebagai seorang teman, seraya mengatakan bahwa ia ingin melindungi mereka dari bahaya.
Kemudian, ia berhasil mendapatkan kepercayaan mereka seiring waktu.
- •
Suatu hari, singa itu bertemu dengan banteng hitam dan cokelat secara pribadi.
Ia meyakinkan mereka bahwa banteng putih adalah ancaman, karena para pemburu dapat dengan mudah melihatnya di hutan, menjadikan banteng-banteng lain sasaran empuk.
Untuk melindungi mereka, ia menawarkan diri untuk membantu mereka dengan memakan banteng putih itu.
Tanpa berpikir panjang, kedua banteng itu menyetujui rencana tersebut dan menyaksikan banteng putih itu dicabik-cabik.
- •
Seminggu kemudian, singa itu mengadakan pertemuan pribadi dengan banteng cokelat, memberitahunya bahwa mereka berdua seperti saudara karena memiliki warna kecokelatan yang sama.
Singa itu meyakinkannya bahwa banteng hitam adalah ancaman, karena ia akan menghabiskan semua makanan mereka.
Sekali lagi, ia menawarkan diri untuk memakannya sebagai bantuan bagi banteng cokelat.
Banteng itu setuju dan menyaksikan banteng hitam itu dimakan.
- •
Benar saja, seminggu kemudian, singa itu mendekati banteng cokelat dan mengatakan bahwa ia harus memakannya karena ia adalah ancaman, sama seperti 2 banteng lainnya.
Banteng cokelat itu menyadari kesalahannya ketika ia berkata, "Aku sudah celaka sejak hari banteng putih itu dimakan.
"
Peringatan Terhadap Perpecahan
102Wahai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.
103Dan berpegang teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.
Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara.
Padahal (sebelum itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Dia menyelamatkan kamu dari sana.
Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
104Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.
Merekalah orang-orang yang beruntung.
105Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas.
Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.
106Pada hari itu ada wajah-wajah yang putih berseri dan ada pula wajah-wajah yang hitam muram.
Adapun orang-orang yang hitam muram wajahnya (dikatakan kepada mereka), "Mengapa kamu kafir setelah beriman?
Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.
"
107Adapun orang-orang yang berwajah cerah, mereka berada dalam rahmat Allah, mereka kekal di dalamnya.
108Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan hak.
Dan Allah tidaklah menghendaki kezaliman bagi seorang pun.
109Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Dan kepada Allahlah segala urusan dikembalikan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ102
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ103
وَلۡتَكُن مِّنكُمۡ أُمَّةٞ يَدۡعُونَ إِلَى ٱلۡخَيۡرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ104
وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُواْ وَٱخۡتَلَفُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيم105
يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱسۡوَدَّتۡ وُجُوهُهُمۡ أَكَفَرۡتُم بَعۡدَ إِيمَٰنِكُمۡ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡفُرُونَ106
وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ٱبۡيَضَّتۡ وُجُوهُهُمۡ فَفِي رَحۡمَةِ ٱللَّهِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ107
تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱللَّهِ نَتۡلُوهَا عَلَيۡكَ بِٱلۡحَقِّۗ وَمَا ٱللَّهُ يُرِيدُ ظُلۡمٗا لِّلۡعَٰلَمِينَ108
وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ109
Keutamaan Umat Islam
110Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.
Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.
Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
111Mereka tidak akan dapat membahayakan kalian, kecuali hanya gangguan lisan (kata-kata yang menyakitkan).
Dan jika mereka memerangi kalian, niscaya mereka akan berpaling melarikan diri, kemudian mereka tidak akan mendapat pertolongan.
112Mereka akan diliputi kehinaan di mana pun mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali (perjanjian) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia.
Dan mereka kembali dengan kemurkaan dari Allah, dan ditimpa kesengsaraan.
Hal itu disebabkan karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar).
Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.
كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ110
لَن يَضُرُّوكُمۡ إِلَّآ أَذٗىۖ وَإِن يُقَٰتِلُوكُمۡ يُوَلُّوكُمُ ٱلۡأَدۡبَارَ ثُمَّ لَا يُنصَرُونَ111
ضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلذِّلَّةُ أَيۡنَ مَا ثُقِفُوٓاْ إِلَّا بِحَبۡلٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَحَبۡلٖ مِّنَ ٱلنَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَضُرِبَتۡ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَسۡكَنَةُۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَانُواْ يَكۡفُرُونَ بَِٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقۡتُلُونَ ٱلۡأَنۢبِيَآءَ بِغَيۡرِ حَقّٖۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَواْ وَّكَانُواْ يَعۡتَدُونَ112
Ahlul Kitab yang Beriman
113Akan tetapi mereka tidak semuanya sama: di antara Ahli Kitab ada golongan yang teguh, mereka membaca ayat-ayat Allah pada waktu malam, dan mereka bersujud.
114Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan bersegera (berlomba-lomba) dalam kebaikan.
Mereka itu benar-benar termasuk orang-orang yang beriman.
115Mereka tidak akan pernah dinafikan pahala atas kebaikan apa pun yang mereka lakukan.
Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.
لَيۡسُواْ سَوَآءٗۗ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ أُمَّةٞ قَآئِمَةٞ يَتۡلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ وَهُمۡ يَسۡجُدُونَ113
يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ114
وَمَا يَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَلَن يُكۡفَرُوهُۗ وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِٱلۡمُتَّقِينَ115
Peringatan Terhadap Orang-orang Munafik
116Sesungguhnya harta benda dan anak-anak orang-orang kafir itu sedikit pun tidak akan berguna bagi mereka untuk menolak (siksaan) Allah.
Mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
117Perumpamaan amal perbuatan mereka dalam kehidupan dunia ini adalah seperti tanaman milik suatu kaum yang menzalimi diri sendiri, yang ditiup angin dingin yang keras lalu
membinasakannya.
Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
118Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu mengambil teman kepercayaan dari selain kalanganmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu.
Mereka sangat menginginkan kebinasaanmu.
Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi.
Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat Kami, jika kamu mengerti.
119Beginilah kamu!
Kamu mencintai mereka, padahal mereka tidak mencintaimu, dan kamu beriman kepada semua kitab.
Apabila mereka berjumpa denganmu, mereka berkata, "Kami pun beriman.
" Tetapi apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari karena marah.
Katakanlah (Muhammad), "Matilah kamu karena kemarahanmu itu!
" Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
120Jika kamu memperoleh kebaikan, mereka bersedih hati.
Dan jika kamu ditimpa musibah, mereka bergembira karenanya.
Tetapi jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun.
Sesungguhnya Allah Maha Meliputi apa yang mereka kerjakan.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَن تُغۡنِيَ عَنۡهُمۡ أَمۡوَٰلُهُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُهُم مِّنَ ٱللَّهِ شَيۡٔٗاۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ116
مَثَلُ مَا يُنفِقُونَ فِي هَٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَثَلِ رِيحٖ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتۡ حَرۡثَ قَوۡمٖ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَأَهۡلَكَتۡهُۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَٰكِنۡ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ117
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ118
هَٰٓأَنتُمۡ أُوْلَآءِ تُحِبُّونَهُمۡ وَلَا يُحِبُّونَكُمۡ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱلۡكِتَٰبِ كُلِّهِۦ وَإِذَا لَقُوكُمۡ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ عَضُّواْ عَلَيۡكُمُ ٱلۡأَنَامِلَ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۚ قُلۡ مُوتُواْ بِغَيۡظِكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ119
إِن تَمۡسَسۡكُمۡ حَسَنَةٞ تَسُؤۡهُمۡ وَإِن تُصِبۡكُمۡ سَيِّئَةٞ يَفۡرَحُواْ بِهَاۖ وَإِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ لَا يَضُرُّكُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيًۡٔاۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعۡمَلُونَ مُحِيط120

BACKGROUND STORY
- •
Menurut Imam Ibnu Hisyam, pasukan Mekah dikalahkan secara telak oleh pasukan Muslim yang kecil di Badar pada tahun ke-2 Hijriah.
Setahun kemudian, kaum Mekah kembali untuk membalas dendam dengan pasukan berjumlah 3.
700 tentara.
Nabi (SAW) bertanya kepada para sahabatnya apakah mereka harus menunggu kaum Mekah mencapai Madinah atau menemui mereka di luar.
Mereka memutuskan untuk bertempur di luar kota, di dekat Gunung Uhud.
Dalam perjalanan menuju Uhud, Ibnu Salul (seorang pemimpin munafik) menolak untuk bergabung dalam pertempuran dan kembali ke Madinah bersama 300 tentara.
Jadi, pasukan Muslim hanya tersisa 750 pejuang.
- •
Sebelum pertempuran, Nabi (SAW) menempatkan 50 pemanah di sebuah bukit dan memerintahkan mereka untuk tidak bergerak apa pun yang terjadi.
Pada awalnya, kaum Muslim menang dan kaum Mekah mulai melarikan diri.
Para pemanah mengira pertempuran sudah usai, sehingga mereka mulai berdebat tentang apakah harus tetap di posisi mereka.
Akhirnya, sebagian besar dari mereka turun untuk mengumpulkan rampasan perang, meninggalkan pasukan Muslim tanpa perlindungan.
Khalid bin Al-Walid (yang saat itu belum Muslim) memanfaatkan kesalahan fatal mereka dengan memutari bukit bersama pasukannya dan melancarkan serangan mendadak terhadap pasukan
Muslim dari belakang.
- •
Para prajurit Muslim sangat terkejut.
Sebagian besar sahabat melarikan diri, hanya menyisakan sedikit orang untuk membela Nabi (SAW) dengan nyawa mereka.
Nabi sendiri terluka, dan desas-desus cepat menyebar bahwa beliau telah wafat.
Sekitar 70 sahabat gugur dalam pertempuran ini, termasuk Anas bin An-Nadr yang sendirian menderita lebih dari 80 luka di sekujur tubuhnya.
Nabi (SAW) juga kehilangan pamannya, Hamzah (RA).
Adapun kaum Mekah, mereka hanya kehilangan 24 tentara.
Jadi, apa yang dimulai sebagai kemenangan besar bagi kaum Muslim berakhir sebagai bencana total bagi mereka.
- •
Masalah belum berakhir ketika kaum Mekah pergi.
Reputasi besar yang telah dicapai pasukan Muslim di Badar hancur total di Uhud.
Sekarang, kaum Muslim harus menghadapi konsekuensi mengerikan dari kekalahan ini.
Misalnya, dalam bulan-bulan berikutnya, beberapa suku mulai berpikir bahwa komunitas Muslim telah menjadi lemah, sehingga mereka mulai bersiap untuk menyerang Madinah.
Inilah sebabnya mengapa Nabi (SAW) harus melancarkan kampanye untuk menghentikan suku-suku tersebut mencapai kota dan untuk menghukum mereka yang menyerang serta membunuh beberapa
Muslim.
- •
- •
Ayat-ayat berikut diturunkan untuk menghibur orang-orang beriman dan mengajarkan mereka pelajaran-pelajaran penting ini:
- •
Kemenangan hanyalah dari Allah.
- •
Nabi (SAW) wajib ditaati.
- •
Orang-orang yang berkompeten hendaknya dimintai pendapatnya sebelum membuat keputusan penting.
- •
Kesalahan bisa terjadi, namun kita hendaknya belajar darinya.
- •
Allah Maha Penyayang dan Maha Pengampun.
- •
Nabi (SAW) penyayang kepada kaum mukminin.
- •
Senantiasa ada pertarungan antara kebaikan dan kejahatan.
Kebaikan selalu menang pada akhirnya.
- •
Kehidupan ini penuh dengan ujian.
- •
Ujian-ujian itu menunjukkan kepada kita siapa yang benar-benar kuat atau lemah dalam iman.
- •
Kaum munafik adalah ancaman bagi umat Islam.
- •
Tiada kesuksesan tanpa pengorbanan.
- •
Tidak seorang pun meninggal sebelum maupun sesudah waktu yang telah ditetapkan baginya.


WORDS OF WISDOM
- •
Seseorang mungkin bertanya, "Bagaimana reaksi Nabi (SAW) setelah kekalahan mengerikan ini?
" Sejujurnya, jika itu pemimpin lain, dia pasti akan memarahi, menyalahkan, atau bahkan menghukum para pemanah atas bencana ini.
Namun Nabi (SAW) tidak melakukan semua itu.
Anehnya, setelah kaum Mekah pergi, beliau berkata kepada para sahabatnya (termasuk mereka yang terluka), "Berbarislah agar aku bisa mensyukuri Tuhanku!
" Kemudian beliau memanjatkan doa yang penuh emosi.
- •
Berikut adalah beberapa hal yang beliau ucapkan dalam doa emosionalnya, yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Adab Al-Mufrad:
- •
• Ya Allah!
Segala puji hanya bagi-Mu.
- •
• Ya Allah!
Tidak ada yang dapat melepaskan berkah yang Engkau tahan, dan tidak ada yang dapat menahan berkah yang Engkau lepaskan.
- •
• Ya Allah!
Limpahkanlah kepada kami berkah-Mu, rahmat-Mu, karunia-Mu, dan segala bentuk pertolongan.
- •
Ya Allah!
Aku memohon kepada-Mu nikmat yang kekal, yang tidak berubah dan tidak hilang.
- •
Ya Allah!
Aku memohon kepada-Mu nikmat pada hari kefakiran dan keamanan pada hari ketakutan.
- •
Ya Allah!
Jadikanlah kami mencintai iman dan hiasilah ia dalam hati kami.
Jadikanlah kami membenci kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan.
Dan jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
- •
Ya Allah!
Hidupkanlah kami dalam Islam dan wafatkanlah kami dalam Islam, serta gabungkanlah kami bersama orang-orang yang beriman, tanpa kehinaan dan tanpa fitnah.
- •
Ya Allah!
Perangilah orang-orang kafir yang mendustakan rasul-rasul-Mu dan menghalangi dari jalan-Mu.
Wahai Tuhan Yang Maha Benar!
- •
Ayat 159 memuji perlakuan Nabi (SAW) yang lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap orang-orang beriman.
Beliau bahkan berbelas kasih kepada musuh-musuhnya, termasuk mereka yang memerangi beliau.
- •
Sungguh menakjubkan untuk mengetahui bahwa banyak pemimpin pasukan Mekah dalam Perang Uhud akhirnya memeluk Islam, termasuk Khalid bin Al-Walid, Abu Sufyan, 'Ikrimah bin Abi Jahl,
dan Safwan bin Umayyah.
Tidak hanya itu, beberapa mantan musuhnya siap membela beliau dengan nyawa mereka setelah mereka memeluk Islam.
PERANG UHUD
121Ingatlah, wahai Nabi, ketika engkau berangkat dari rumahmu pada dini hari untuk menempatkan kaum mukminin di medan perang.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui segala sesuatu.
122Ingatlah, ketika dua golongan di antara kamu (kaum mukminin) hampir saja tawar hati, padahal Allah adalah pelindung mereka.
Maka kepada Allah-lah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.
وَإِذۡ غَدَوۡتَ مِنۡ أَهۡلِكَ تُبَوِّئُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ مَقَٰعِدَ لِلۡقِتَالِۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ121
إِذۡ هَمَّت طَّآئِفَتَانِ مِنكُمۡ أَن تَفۡشَلَا وَٱللَّهُ وَلِيُّهُمَاۗ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ122
PERANG BADR
123Allah sungguh telah memberikan kemenangan kepadamu di Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah.
Maka bertakwalah kepada Allah, agar kamu bersyukur.
124(Ingatlah) ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang-orang mukmin, "Tidakkah cukup bagi kalian jika Tuhanmu menurunkan tiga ribu malaikat sebagai bala bantuan?
"
125Bahkan!
Jika kalian bersabar dan bertakwa, dan mereka (musuh) datang menyerang kalian dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolong kalian dengan lima ribu malaikat yang diberi tanda.
126Allah tidak menjadikannya (bala bantuan itu) melainkan kabar gembira bagi kalian dan sebagai penenang hati kalian.
Dan kemenangan itu tidak lain hanyalah dari Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
127Agar Dia membinasakan sebagian orang-orang kafir atau menghinakan sebagian yang lain, sehingga mereka kembali dengan kegagalan.
وَلَقَدۡ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ بِبَدۡرٖ وَأَنتُمۡ أَذِلَّةٞۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ123
إِذۡ تَقُولُ لِلۡمُؤۡمِنِينَ أَلَن يَكۡفِيَكُمۡ أَن يُمِدَّكُمۡ رَبُّكُم بِثَلَٰثَةِ ءَالَٰفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُنزَلِينَ124
بَلَىٰٓۚ إِن تَصۡبِرُواْ وَتَتَّقُواْ وَيَأۡتُوكُم مِّن فَوۡرِهِمۡ هَٰذَا يُمۡدِدۡكُمۡ رَبُّكُم بِخَمۡسَةِ ءَالَٰفٖ مِّنَ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ مُسَوِّمِينَ125
وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشۡرَىٰ لَكُمۡ وَلِتَطۡمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦۗ وَمَا ٱلنَّصۡرُ إِلَّا مِنۡ عِندِ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ126
لِيَقۡطَعَ طَرَفٗا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَوۡ يَكۡبِتَهُمۡ فَيَنقَلِبُواْ خَآئِبِينَ127
Nasib Musuh-musuh Makkah
128Engkau (wahai Nabi) tidak memiliki sedikit pun urusan dalam hal itu.
Allah-lah yang akan menerima tobat mereka atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang zalim.
129Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
لَيۡسَ لَكَ مِنَ ٱلۡأَمۡرِ شَيۡءٌ أَوۡ يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡ أَوۡ يُعَذِّبَهُمۡ فَإِنَّهُمۡ ظَٰلِمُونَ128
وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ يَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ129
How to study Surah Âli-'Imran with children
Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.
Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia. Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.
Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian. Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.
Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab. Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.
Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian. Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.