Sapi
البَقَرَة
البقرہ
Surah Al-Baqarah for kids content


LEARNING POINTS
- •
Dengan 286 ayat, ini adalah surah terpanjang dalam Al-Quran.
- •
Surah ini memiliki ayat teragung (255), ayat terpanjang (282), dan kemungkinan ayat terakhir yang diturunkan dari Al-Quran (281).
- •
Nabi ﷺ menyebut surah ini dan surah berikutnya sebagai 'dua cahaya terang.' Beliau bersabda bahwa surah ini hendaknya dibaca di rumah-rumah kita untuk menjauhkan setan. {Imam Muslim}
- •
Surah ini berfokus pada sifat-sifat orang-orang beriman, orang-orang kafir, dan orang-orang munafik.
- •
Surah ini juga membahas keyakinan dan praktik Ahli Kitab—yaitu kaum Yahudi dan Nasrani.
- •
Al-Qur'an telah diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.
- •
Mereka yang meragukan Al-Qur'an ditantang untuk mendatangkan yang semisal dengannya.
- •
Allah adalah Sang Pencipta Yang Maha Agung, dan Dia dapat dengan mudah membangkitkan kembali setiap orang untuk perhitungan amal.
- •
Allah telah menganugerahi kita dengan berbagai nikmat, dan Dia pantas mendapatkan ibadah serta rasa syukur kita.
- •
Setan adalah musuh terbesar umat manusia.
- •
Allah menguji manusia dengan kewajiban-kewajiban tertentu untuk menunjukkan apakah mereka taat atau tidak.
- •
Nabi Ibrahim disebutkan sebagai teladan karena ketaatannya, rasa syukurnya, dan keimanan yang tulus kepada Allah.
- •
Surah ini mencakup banyak topik termasuk ibadah-ibadah (salat, haji, dan puasa), perang dan damai, pernikahan dan perceraian, sedekah dan pinjaman, dan lain-lain.
- •
Keikhlasan sangat penting agar amal perbuatan kita diterima dan diberi pahala yang sempurna.
- •
Allah telah melarang hal-hal yang buruk dan membolehkan hal-hal yang baik demi kebaikan kita.
- •
Jika Allah bersama kita, tidak peduli siapa yang melawan kita.
- •
Penting untuk memanjatkan doa baik di waktu senang maupun susah.
- •
Kita harus belajar dari kesalahan orang lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama.
- •
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

SIDE STORY
- •
Ini adalah kisah fiksi tentang seorang raja yang memiliki 3 pelayan. Suatu hari, dia meminta masing-masing dari mereka untuk pergi ke toko dan mengisi penuh sebuah kereta belanja dengan makanan.
Jadi, mereka pergi ke pusat perbelanjaan besar dan masing-masing dari mereka mengambil sebuah kereta belanja dan beberapa tas.
- •
Yang pertama mengisi penuh kereta belanjanya dengan buah-buahan, sayur-sayuran, roti, jus, cokelat, kacang-kacangan, dan air.
- •
Yang kedua mengabaikan perintah raja dan berkata, "Aku akan membeli semua barang yang kuinginkan saja." Jadi, dia mengisi penuh kereta belanjanya dengan pakaian, sepatu, ikat pinggang, dan tisu toilet.
- •
Yang ketiga berpura-pura mengisi tasnya dengan makanan, tetapi dia pergi dengan tas kosong.
- •
Ketika mereka kembali kepada raja, dia memerintahkan para pengawalnya, "Kunci masing-masing dari mereka di ruangan terpisah selama 2 minggu, dan biarkan mereka makan apa yang mereka dapatkan dari toko!"
- •
Yang pertama tidak bermasalah karena dia mendengarkan raja. Jadi, selama 2 minggu, dia bersantai di sofa, menikmati semua makanan lezat yang dia bawa dari toko.
- •
Yang kedua panik ketika dia dimasukkan ke dalam ruangan itu. Dia tidak punya apa-apa untuk dimakan kecuali sepatu baru dan tisu toilet. Jadi, dia akhirnya meninggal dalam beberapa hari.
- •
Adapun yang ketiga, nasibnya tidak jauh lebih baik, karena dia tidak punya apa-apa di dalam tasnya.
- •
Ini adalah contoh dari tiga golongan manusia yang hidup di dunia ini, yang diperintahkan untuk taat kepada Allah dan melakukan amal saleh yang akan bermanfaat bagi mereka di Akhirat.
- •
Hamba-hamba mukmin yang taat kepada Tuhan mereka—mereka akan membawa amal saleh mereka dan akan berbahagia dengan pahala mereka.
- •
Hamba-hamba yang kafir yang mendurhakai Allah, amal perbuatan mereka tidak akan memberi manfaat bagi mereka pada Hari Kiamat.
- •
Orang-orang munafik yang berpura-pura beriman tetapi mendurhakai Allah secara sembunyi-sembunyi—mereka juga akan menanggung akibat yang berat atas kedurhakaan mereka.
- •
Surah ini berfokus pada sifat-sifat orang beriman, orang kafir, dan orang munafik. Ia mengajarkan kepada kita bahwa barangsiapa yang taat kepada Allah dan beramal saleh akan memberi manfaat bagi diri mereka sendiri.
Adapun orang-orang yang mendurhakai-Nya dan berbuat keburukan, mereka hanya merugikan diri mereka sendiri.



WORDS OF WISDOM
- •
Sebagaimana disebutkan dalam Pendahuluan, surah-surah Makkiyah terutama berfokus pada keimanan sejati kepada Allah sebagai satu-satunya Pencipta dan Pemberi Rezeki, Yang akan membangkitkan setiap orang kembali untuk diadili.
- •
Surah-surah Madaniyah, seperti Surah 2, berfokus pada hukum-hukum praktis terkait dengan ibadah, kewajiban manusia kepada Allah, dan hubungan mereka satu sama lain—termasuk bisnis, pernikahan, perceraian, perang, perdamaian, dan sebagainya.
Tujuan surah-surah ini adalah untuk mengajarkan umat Islam bagaimana membangun individu, keluarga, dan masyarakat yang kuat.
- •
Individu diajarkan bagaimana mengembangkan hubungan yang kuat dengan Allah.
- •
Keluarga diperkenalkan pada aturan-aturan yang melindungi pernikahan dan menyelesaikan masalah-masalah mereka.
- •
Komunitas Muslim baru di Madinah diinstruksikan untuk melindungi diri mereka dari ancaman internal dan eksternal. Ancaman internal datang dari orang-orang munafik, dan ancaman eksternal datang dari beberapa musuh non-Muslim.
- •
Untuk membangun komunitas Muslim yang kuat, surah-surah Madani—terutama surah ini—menekankan 2 persyaratan penting:
- •
Takwa kepada Allah, yang berarti selalu mengingat-Nya (dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan-Nya, dan menjauhi hal-hal yang tidak menyenangkan-Nya).
Anda akan melihat bahwa ibadah-ibadah yang disebutkan dalam surah ini digabungkan dengan pengingat untuk selalu mengingat Allah.
- •
Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Surah ini memberikan banyak contoh tentang pentingnya ketaatan dan konsekuensi dari ketidaktaatan. Misalnya,
- •
Adam diizinkan makan dari pohon mana pun kecuali satu pohon tertentu, tetapi dia lupa dan mendurhakai Allah.
- •
Iblis diperintahkan untuk bersujud kepada Adam, tetapi dia menolak dengan sombong.
- •
Bani Israil diperintahkan untuk menyembelih seekor sapi, tetapi mereka mempersulit Musa.
- •
Mereka diperintahkan untuk menghormati hari Sabat (dengan tidak memancing pada hari Sabtu), tetapi sebagian dari mereka memilih untuk melanggarnya.
- •
Mereka diperintahkan untuk memasuki gerbang kota dan mengucapkan doa tertentu, tetapi mereka mengucapkan sesuatu yang sama sekali berbeda.
- •
Kemudian, mereka diperintahkan untuk menerima Talut sebagai raja baru mereka, tetapi banyak dari mereka memprotes.
- •
Talut memerintahkan pasukannya untuk menghindari minum dari sungai dalam perjalanan menuju medan perang, tetapi sebagian besar dari mereka tidak mematuhinya.
- •
Pelatihan dalam takwa dan ketaatan ini sangat penting untuk mempersiapkan orang-orang beriman menghadapi beberapa perintah besar, termasuk perubahan kiblat (arah salat) dari Masjid Al-Aqsa (di Yerusalem) ke Ka'bah (di Makkah).
Orang-orang beriman segera menaati perintah ini, sedangkan orang-orang munafik berdebat dan mempertanyakannya.

WORDS OF WISDOM
- •
Abjad Arab memiliki 29 huruf, 14 di antaranya muncul sebagai huruf tunggal atau dalam kelompok di awal 29 surah, seperti Alif-Lam-Mim, Ta-Ha, dan Qaf.
Imam Ibnu Katsir mengatakan dalam penjelasannya tentang 2:1, 14 huruf ini dapat disusun menjadi sebuah kalimat Arab yang berbunyi: 'Sebuah teks bijak yang berwibawa, penuh keajaiban.' Meskipun para ulama Muslim telah mencoba menjelaskan 14 huruf ini, tidak ada yang mengetahui makna sebenarnya kecuali Allah.


WORDS OF WISDOM
- •
Seseorang mungkin bertanya, "Apa tujuan dari 'Alif-Lam-Mim' (dalam ayat 1) jika tidak ada yang tahu persis artinya?" Dalam tafsirnya yang terkenal, Imam Ibnu 'Asyur mencantumkan 21 pendapat berbeda tentang makna huruf-huruf ini.
Pendapat yang dipilih adalah bahwa huruf-huruf ini datang untuk menantang para penyembah berhala yang mengklaim bahwa Al-Quran dibuat-buat oleh Nabi ﷺ. Meskipun bangsa Arab adalah ahli bahasa Arab, mereka gagal menandingi gaya Al-Quran.
Mereka tidak hanya gagal menghasilkan satu surah, mereka juga tidak bisa menandingi satu ayat pun, bahkan yang kecil sekalipun seperti Alif-Lam-Mim, Ta-Ha, atau Qaf.
Sifat-sifat Orang-orang Beriman
1Alif-Lam-Mim.
2Inilah Kitab itu, tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa,
3yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,
4dan mereka yang beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan apa yang diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya akhirat.
5Merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
الٓمٓ1
ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَۛ فِيهِۛ هُدٗى لِّلۡمُتَّقِينَ2
ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡغَيۡبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ3
وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَ4
أُوْلَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدٗى مِّن رَّبِّهِمۡۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ5
Sifat-sifat Orang-orang Kafir
6Adapun orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau tidak, mereka tidak akan beriman.
7Allah telah mengunci mati hati mereka dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka tertutup. Bagi mereka azab yang pedih.
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ6
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَٰرِهِمۡ غِشَٰوَةٞۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٞ7

WORDS OF WISDOM
- •
Kata munafiq 'orang munafik' berasal dari akar kata na-fa-qa, yang secara harfiah berarti 'tikus gurun menggali terowongan (nafaq) dengan dua lubang, satu sebagai pintu masuk dan yang lain sebagai pintu keluar tersembunyi untuk menghindari jebakan.' Seorang munafik adalah orang
bermuka dua, yang berpura-pura menjadi temanmu tetapi berbicara dan berkomplot melawamu di belakangmu. Surah-surah Makkiyah tidak membahas tentang orang munafik karena mereka tidak ada di Makkah.
Jika seseorang tidak menyukai Muslim awal (ketika jumlah mereka masih sedikit), mereka tidak takut untuk mencaci maki dan mengejek mereka di depan umum.
Ketika komunitas Muslim menjadi kuat di Madinah, musuh-musuh mereka tidak berani mencaci maki atau mengejek mereka secara terang-terangan. Mereka berpura-pura menjadi bagian dari komunitas Muslim tetapi bekerja melawan Islam dan umat Muslim secara rahasia.
Inilah sebabnya mengapa banyak surah Madaniyah (seperti surah ini) membahas tentang orang munafik, sikap mereka terhadap komunitas Muslim, dan hukuman mereka pada Hari Kiamat.

Sifat-sifat Orang Munafik
8Dan di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah dan Hari Akhir," padahal mereka bukanlah orang-orang yang beriman.
9Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri, sedangkan mereka tidak menyadarinya.
10Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit mereka. Dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
11Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi," mereka menjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang mengadakan perbaikan."
12Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya.
13Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah sebagaimana orang lain beriman," mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman sebagaimana orang-orang bodoh itu beriman?" Padahal, merekalah orang-orang bodoh itu, tetapi mereka tidak mengetahui.
14Apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, "Kami pun beriman." Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan mereka, mereka berkata, "Sesungguhnya kami bersama kamu; kami hanyalah berolok-olok."
15Allah akan memperolok-olokkan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
16Merekalah orang-orang yang menukar petunjuk dengan kesesatan. Maka perdagangan mereka itu tidak beruntung dan mereka tidak mendapat petunjuk.
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَبِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَمَا هُم بِمُؤۡمِنِينَ8
يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ9
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمُۢ بِمَا كَانُواْ يَكۡذِبُونَ10
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ11
أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ12
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ ءَامِنُواْ كَمَآ ءَامَنَ ٱلنَّاسُ قَالُوٓاْ أَنُؤۡمِنُ كَمَآ ءَامَنَ ٱلسُّفَهَآءُۗ أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلسُّفَهَآءُ وَلَٰكِن لَّا يَعۡلَمُونَ13
وَإِذَا لَقُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَوۡاْ إِلَىٰ شَيَٰطِينِهِمۡ قَالُوٓاْ إِنَّا مَعَكُمۡ إِنَّمَا نَحۡنُ مُسۡتَهۡزِءُونَ14
ٱللَّهُ يَسۡتَهۡزِئُ بِهِمۡ وَيَمُدُّهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ15
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشۡتَرَوُاْ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلۡهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمۡ وَمَا كَانُواْ مُهۡتَدِينَ16
Dua Contoh Untuk Kaum Munafik
17Mereka seperti orang yang menyalakan api, tetapi ketika api itu menerangi sekeliling mereka, Allah menghilangkan cahaya mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan total, tidak dapat melihat.
18Mereka memilih untuk menjadi tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak akan pernah kembali ke Jalan yang Lurus.
19Atau mereka seperti orang-orang yang ditimpa hujan lebat dari langit disertai kegelapan, guruh, dan kilat. Mereka menyumbat telinga mereka dengan jari-jari mereka karena takut akan guruh, takut mati. Dan Allah meliputi orang-orang kafir.
20Kilat itu hampir menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan dalam cahayanya, tetapi ketika kegelapan meliputi mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, Dia pasti telah menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
مَثَلُهُمۡ كَمَثَلِ ٱلَّذِي ٱسۡتَوۡقَدَ نَارٗا فَلَمَّآ أَضَآءَتۡ مَا حَوۡلَهُۥ ذَهَبَ ٱللَّهُ بِنُورِهِمۡ وَتَرَكَهُمۡ فِي ظُلُمَٰتٖ لَّا يُبۡصِرُونَ17
صُمُّۢ بُكۡمٌ عُمۡيٞ فَهُمۡ لَا يَرۡجِعُونَ18
أَوۡ كَصَيِّبٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فِيهِ ظُلُمَٰتٞ وَرَعۡدٞ وَبَرۡقٞ يَجۡعَلُونَ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِم مِّنَ ٱلصَّوَٰعِقِ حَذَرَ ٱلۡمَوۡتِۚ وَٱللَّهُ مُحِيطُۢ بِٱلۡكَٰفِرِينَ19
يَكَادُ ٱلۡبَرۡقُ يَخۡطَفُ أَبۡصَٰرَهُمۡۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوۡاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظۡلَمَ عَلَيۡهِمۡ قَامُواْۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَٰرِهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ20
Perintah Beribadah Hanya kepada Allah
21Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.
22Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menumbuhkan dengan air itu berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ21
ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ22
Tantangan Al-Qur'an
23Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah (saja) yang semisal dengannya, dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
24Maka jika kamu tidak dapat melakukannya—dan kamu pasti tidak akan dapat melakukannya—maka peliharalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
وَإِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّمَّا نَزَّلۡنَا عَلَىٰ عَبۡدِنَا فَأۡتُواْ بِسُورَةٖ مِّن مِّثۡلِهِۦ وَٱدۡعُواْ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ23
فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ24
Pahala Para Mukmin
25Berilah kabar gembira, wahai Nabi, kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki berupa buah-buahan, mereka berkata, "Inilah yang (dahulu) pernah diberikan kepada kami." Dan mereka diberi buah-buahan yang serupa (bentuknya) tetapi berbeda (rasanya). Dan di sana mereka memiliki istri-istri yang suci, dan mereka kekal di dalamnya.
وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَهُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ25

SIDE STORY
- •
Seekor rubah ditantang untuk mengambil beberapa buah anggur dari sebuah pohon di hutan. Jadi, dia berjalan mendekati pohon itu, tetapi dia tidak bisa meraih buah anggur yang lezat itu karena dahan-dahannya sangat tinggi.
Dia terus melompat semakin tinggi, tetapi dia tetap tidak bisa meraih buah anggur itu. Dia menjadi sangat frustrasi sehingga dia menyerah, menemukan beberapa lemon kecil di tanah, dan membawanya kembali sebagai gantinya.
Kemudian ketika dia ditanya, "Mengapa kamu tidak membawa buah anggur?" Dia mulai membuat-buat alasan, dengan berkata, "Anggur-anggur itu sangat asam. Jadi, saya mengambil lemon-lemon lezat ini sebagai gantinya!"


BACKGROUND STORY
- •
Orang-orang kafir ditantang untuk menghasilkan sesuatu yang menandingi gaya Al-Qur'an (lihat 2:23), tetapi mereka gagal total. Sebaliknya, mereka mulai membuat-buat alasan, seraya berkata, 'Wahyu macam apa ini?
Ia memberikan contoh lalat (22:73) dan contoh laba-laba (29:41)!' Maka, ayat 2:26 diturunkan untuk menanggapi klaim bodoh mereka. Tidak masalah apakah Allah menggunakan perumpamaan serangga kecil atau gajah besar.
Keduanya tidak banyak berbeda di sisi Allah, karena Dia menciptakan keduanya dengan firman 'Kun!' (Imam Ibnu 'Asyur)
Hikmah di Balik Contoh-Contoh
26Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan adapun orang-orang kafir, mereka berkata, "Apa maksud Allah dengan perumpamaan seperti ini?" Dengan (perumpamaan) itu, Dia menyesatkan banyak orang dan memberi petunjuk kepada banyak orang. Dan tidak ada yang Dia sesatkan kecuali orang-orang fasik.
27yaitu orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah diikrarkan dengan teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, serta berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلٗا مَّا بَعُوضَةٗ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرٗا وَيَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرٗاۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ26
ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ27
Ciptaan Allah
28Bagaimana kamu dapat mengingkari Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia akan mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali, dan kemudian kepada-Nyalah kamu semua akan dikembalikan.
29Dialah yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untuk kamu. Kemudian Dia menuju ke langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمۡ أَمۡوَٰتٗا فَأَحۡيَٰكُمۡۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ28
هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ29

BACKGROUND STORY
- •
Dalam ayat 30-34, Allah memberitahu para malaikat bahwa Dia akan menempatkan umat manusia sebagai khalifah di bumi. Para malaikat khawatir akan kerusakan yang akan ditimbulkan oleh sebagian manusia, termasuk pertumpahan darah.
Allah menjawab dengan memberitahu mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Kemudian Allah mengajarkan Adam nama-nama berbagai benda (seperti pohon, sungai, burung, tangan, dan sebagainya).
Dengan melakukan ini, Allah menjadikan Adam sangat istimewa, karena Dia memberinya sebagian ilmu yang tidak dimiliki oleh para malaikat. (Imam Ibnu Katsir)


WORDS OF WISDOM
- •
Seseorang mungkin bertanya, "Mengapa Allah memberitahu para malaikat bahwa Dia akan menciptakan umat manusia, padahal Dia tidak memerlukan izin siapa pun?" Menurut Imam Ibnu 'Asyur, Allah memberitahu para malaikat karena Dia ingin mereka mengetahui pentingnya Adam dan umat
manusia. Allah juga ingin mengajarkan kita untuk berdiskusi dengan orang lain.
- •
Seseorang mungkin bertanya, "Jika para malaikat selalu menaati Allah (21:26-28), mengapa mereka mempertanyakan keputusan-Nya untuk menempatkan manusia sebagai penguasa bumi?" Menurut Imam Ibnu Katsir, para malaikat tidak mempertanyakan keputusan Allah; mereka hanya ingin
mempelajari hikmah di balik keputusan-Nya. Dalam Islam, tidak ada yang salah jika seseorang bertanya untuk belajar dan bertumbuh dalam iman, sama seperti yang dilakukan Ibrahim ketika ia ingin belajar bagaimana Allah menghidupkan orang mati (2:260).
- •
Seseorang mungkin bertanya, "Bagaimana para malaikat tahu bahwa manusia akan membuat kerusakan di bumi?" Menurut Imam Ibnu Katsir, sebagian ulama mengatakan bahwa mungkin Allah sendiri yang memberitahu para malaikat.
Ulama lain mengatakan bahwa mungkin sebelumnya ada makhluk lain di bumi (mungkin jin) yang melakukan hal-hal buruk, sehingga para malaikat berasumsi bahwa manusia akan melakukan hal yang sama. Dan Allah Maha Mengetahui.
- •
Seseorang mungkin bertanya, "Apa yang Allah maksud ketika Dia berfirman kepada para malaikat dalam ayat 30, 'Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.'?" Mungkin Allah bermaksud bahwa meskipun sebagian manusia akan melakukan hal-hal buruk, yang lain akan melakukan hal-hal
besar. Pikirkan Muhammad dan para nabi lainnya dan lihatlah betapa banyak kebaikan yang mereka bawa ke dunia ini. Pikirkan para sahabat. Pikirkan para ulama seperti Imam Abu Hanifah, Imam Al-Bukhari, dan banyak lainnya.
Pikirkan Salahuddin, Muhammad Al-Fatih, dan 'Umar Al-Mukhtar. Pikirkan semua orang baik yang shalat, bersedekah, dan melayani sesama. Pikirkan semua guru, dokter, insinyur, pekerja, ayah, dan ibu yang menjadikan dunia tempat yang lebih baik.
Memuliakan Adam
30Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka bertanya, "Apakah Engkau hendak menjadikan di sana orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan menyucikan-Mu?" Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
31Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman, "Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu, jika kamu orang-orang yang benar."
32Mereka menjawab, "Maha Suci Engkau! Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
33Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Dia (Allah) berfirman, "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi, dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?"
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ30
وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلۡأَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمۡ عَلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبُِٔونِي بِأَسۡمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ ٣31
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ32
قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئۡهُم بِأَسۡمَآئِهِمۡۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسۡمَآئِهِمۡ قَالَ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ غَيۡبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَأَعۡلَمُ مَا تُبۡدُونَ وَمَا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ33

WORDS OF WISDOM
- •
Menurut Al-Quran, Setan diciptakan dari api dan Adam diciptakan dari tanah liat. Setan adalah jin, bukan malaikat (18:50). Ketika Allah menciptakan Adam, Dia menjelaskan bahwa Dia akan menempatkannya di bumi sebagai khalifah.
Karena Setan banyak beribadah kepada Allah, ia selalu berada di antara para malaikat yang mengabdikan diri untuk beribadah kepada Allah. Ketika Allah memerintahkan para malaikat itu untuk bersujud kepada Adam, Setan berada di antara mereka.
Mereka semua bersujud, kecuali Setan, yang membantah, "Aku lebih baik darinya—aku diciptakan dari api dan dia diciptakan dari tanah liat. Mengapa aku harus bersujud kepadanya?" Maka, ia durhaka kepada Allah karena kesombongannya. (Imam Ibnu Katsir)
Ujian dan Kejatuhan
34Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kepada Adam," maka mereka semua sujud, kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan termasuk golongan yang kafir.
35Dan Kami berfirman, "Wahai Adam! Tinggallah engkau dan istrimu di surga dan makanlah dengan leluasa apa saja yang kamu inginkan, tetapi janganlah kamu dekati pohon ini, nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim."
36Lalu setan menggelincirkan mereka (dari surga) sehingga menyebabkan mereka keluar dari keadaan yang menyenangkan itu. Dan Kami berfirman, "Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
37Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya. Lalu Dia menerima tobatnya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
38Kami berfirman, "Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."
وَإِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ٱسۡجُدُواْ لِأٓدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰ وَٱسۡتَكۡبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ34
وَقُلۡنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسۡكُنۡ أَنتَ وَزَوۡجُكَ ٱلۡجَنَّةَ وَكُلَا مِنۡهَا رَغَدًا حَيۡثُ شِئۡتُمَا وَلَا تَقۡرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ35
فَأَزَلَّهُمَا ٱلشَّيۡطَٰنُ عَنۡهَا فَأَخۡرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِۖ وَقُلۡنَا ٱهۡبِطُواْ بَعۡضُكُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوّٞۖ وَلَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُسۡتَقَرّٞ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٖ36
فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٖ فَتَابَ عَلَيۡهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ37
قُلۡنَا ٱهۡبِطُواْ مِنۡهَا جَمِيعٗاۖ فَإِمَّا يَأۡتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدٗى فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ38
Nasihat untuk Kaum Musa
40Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu. Penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu. Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut.
41Berimanlah kepada wahyu-Ku yang membenarkan kitab-kitabmu. Janganlah kamu menjadi orang yang pertama mengingkarinya, dan janganlah kamu menukarnya dengan harga yang sedikit. Dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus bertakwa.
42Janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran itu, sedangkan kamu mengetahuinya.
43Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.
44Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir?
45Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk—
46yaitu orang-orang yang yakin bahwa mereka akan menemui Tuhan mereka dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتِيَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ وَأَوۡفُواْ بِعَهۡدِيٓ أُوفِ بِعَهۡدِكُمۡ وَإِيَّٰيَ فَٱرۡهَبُونِ40
وَءَامِنُواْ بِمَآ أَنزَلۡتُ مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُمۡ وَلَا تَكُونُوٓاْ أَوَّلَ كَافِرِۢ بِهِۦۖ وَلَا تَشۡتَرُواْ بَِٔايَٰتِي ثَمَنٗا قَلِيلٗا وَإِيَّٰيَ فَٱتَّقُونِ41
وَلَا تَلۡبِسُواْ ٱلۡحَقَّ بِٱلۡبَٰطِلِ وَتَكۡتُمُواْ ٱلۡحَقَّ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ42
وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ43
أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ44
وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ45
ٱلَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ وَأَنَّهُمۡ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ46