Sapi
البَقَرَة
البقرہ
Surah Al-Baqarah for kids content
Sedekah Ikhlas
265Dan perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta mereka untuk mencari keridaan Allah dan keteguhan jiwa mereka, adalah seperti sebuah kebun di bukit yang subur; apabila hujan
lebat menimpanya, ia menghasilkan buah dua kali lipat.
Jika hujan lebat tidak menimpanya, maka gerimis pun cukup.
Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
وَمَثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمُ ٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِ ٱللَّهِ وَتَثۡبِيتٗا مِّنۡ أَنفُسِهِمۡ كَمَثَلِ جَنَّةِۢ بِرَبۡوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٞ فََٔاتَتۡ أُكُلَهَا ضِعۡفَيۡنِ فَإِن لَّمۡ يُصِبۡهَا وَابِلٞ فَطَلّٞۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٌ265
Pahala Sia-sia
266Adakah salah seorang di antara kamu yang ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalamnya segala macam buah-buahan, kemudian datanglah
masa tua padanya, sedang dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil.
Lalu kebun itu ditiup angin puting beliung yang mengandung api, sehingga terbakarlah kebun itu?
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya.
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمۡ أَن تَكُونَ لَهُۥ جَنَّةٞ مِّن نَّخِيلٖ وَأَعۡنَابٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ لَهُۥ فِيهَا مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ وَأَصَابَهُ ٱلۡكِبَرُ وَلَهُۥ ذُرِّيَّةٞ ضُعَفَآءُ فَأَصَابَهَآ إِعۡصَارٞ فِيهِ نَارٞ فَٱحۡتَرَقَتۡۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ266

SIDE STORY
- •
Hamzah dan tetangganya Salman diberkahi dengan kebun apel.
Keduanya adalah orang terkaya di kota.
Setiap tahun ketika mereka memanen hasil kebun mereka, Salman membayar zakat dari apel-apel terbaiknya.
Adapun Hamzah, ia selalu memilih apel berkualitas rendah untuk diberikan.
Ia bahkan berhasil meyakinkan Salman untuk melakukan hal yang sama dengan mengatakan kepadanya, "Kita perlu menjual buah-buahan yang bagus untuk menghasilkan uang.
Orang miskin akan makan apa saja yang kamu berikan kepada mereka.
Mereka hanya perlu memejamkan mata dan makan.
" Beberapa tahun kemudian, Hamzah meminjam banyak uang dari bank untuk membangun pabrik di kota.
Salman bertanya apakah ia bisa bermitra dengannya dan berbagi keuntungan, tetapi Hamzah menolak karena ia ingin menyimpan semua keuntungan untuk dirinya sendiri.
Salman sangat marah kepadanya.
Singkat cerita: proyek pabrik itu gagal, bank mengambil alih kebun-kebun Hamzah, dan ia menjadi sangat miskin.
Akhirnya, Hamzah mendatangi Salman, meminta beberapa buah dari zakat.
Benar saja, Salman menawarinya beberapa apel berkualitas rendah.
Ketika Hamzah memprotes, "Bagaimana saya bisa makan sampah ini?
" Salman menjawab, "Pajamkan saja matamu dan makan!
"


SIDE STORY
- •
Suatu hari, seorang ulama bernama Al-Asma'i berada di pasar.
Ia memperhatikan seorang pria sedang mencuri buah-buahan.
Ketika ia mengikuti pria itu, ia terkejut melihatnya menyedekahkan buah-buahan curian tersebut kepada fakir miskin.
Al-Asma'i bertanya kepadanya, 'Apa yang sedang kamu lakukan ini?
' Pria itu berdalih, 'Kamu tidak mengerti.
Aku sedang berbisnis dengan Allah!
Aku mencuri buah-buahan itu, aku mendapat satu dosa.
Lalu aku menyedekahkannya; aku mendapat 10 pahala.
Aku kehilangan satu pahala karena mencuri, lalu Allah menyimpan 9 pahala untukku.
Mengerti sekarang?
' Al-Asma'i menanggapi, 'Dasar bodoh!
Allah Maha Baik dan Dia hanya menerima yang baik.
Ketika kamu mencuri sesuatu, kamu mendapat satu dosa, tetapi ketika kamu menyedekahkannya, kamu tidak mendapat pahala apa pun.
Kamu seperti seseorang yang mencoba membersihkan bajunya yang kotor dengan lumpur.
'

SIDE STORY
- •
Imam Al-Hasan Al-Bashri (seorang ulama besar) pergi bersama beberapa orang untuk menjenguk seorang pria yang sedang sekarat bernama Ibnu Al-Ahtam.
Pria yang sekarat itu terus melihat ke arah sebuah kotak besar di dalam kamar lalu bertanya kepada imam, 'Menurut Anda, apa yang harus saya lakukan dengan kotak ini
yang berisi 100.
000 dinar (koin emas)?
Saya belum pernah membayar zakat atas uang itu, dan saya tidak pernah menggunakannya untuk membantu kerabat saya.
' Imam itu terheran-heran, 'Apa!
Apakah Anda mengumpulkan semua uang ini?
' Pria itu menjawab, 'Hanya untuk merasa aman dan kaya.
' Kemudian pria itu meninggal dunia.
Setelah pemakamannya, imam itu berkata kepada keluarga Ibnu Al-Ahtam, 'Ambillah pelajaran dari kehidupannya.
Setan menakut-nakutinya akan kemiskinan, sehingga dia menyimpan semua uang itu untuk dirinya sendiri.
Ketika dia meninggal, dia tidak membawa apa pun bersamanya.
Sekarang, uang ini adalah milik kalian, dan kalian akan dimintai pertanggungjawaban atasnya pada Hari Kiamat.
' (Ibnu 'Abd Rabbih dalam kitabnya Al-'Iqd Al-Farid 'Kalung yang Unik')

WORDS OF WISDOM
- •
Ayat 267 mengajarkan kita bahwa Allah hanya menerima yang baik dan bahwa manusia tidak boleh menginfakkan hal-hal buruk yang mereka sendiri tidak mau menerimanya.
Adapun ayat 268 mengajarkan kita bahwa Setan tidak ingin manusia berbagi nikmat Allah atau meraih pahala-Nya, sehingga ia menakut-nakuti mereka akan menjadi miskin.
Namun Allah memberitahu kita bahwa harta kita tidak akan berkurang saat kita berinfak, karena Allah akan memberkahi harta tersebut dan melipatgandakan pahala kita.
Sedekah Terbaik
267Wahai orang-orang yang beriman!
Infakkanlah sebagian dari yang terbaik dari apa yang kamu usahakan dan dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.
Janganlah kamu sengaja memilih yang buruk-buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu sendiri tidak mau menerimanya melainkan dengan memejamkan mata (karena jijik).
Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
268Setan menakut-nakuti kamu akan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kepadamu ampunan dan karunia dari-Nya.
Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
269Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan barang siapa dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi karunia yang banyak.
Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّآ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بَِٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ267
ٱلشَّيۡطَٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلۡفَقۡرَ وَيَأۡمُرُكُم بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ وَٱللَّهُ يَعِدُكُم مَّغۡفِرَةٗ مِّنۡهُ وَفَضۡلٗاۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ268
يُؤۡتِي ٱلۡحِكۡمَةَ مَن يَشَآءُۚ وَمَن يُؤۡتَ ٱلۡحِكۡمَةَ فَقَدۡ أُوتِيَ خَيۡرٗا كَثِيرٗاۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰ269
Infak Terang-terangan dan Diam-diam
270Sedekah apa pun yang kamu berikan atau nazar apa pun yang kamu buat pasti diketahui oleh Allah.
Dan orang-orang yang berbuat zalim tidak akan mempunyai penolong.
271Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik.
Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, itu lebih baik bagimu, dan Allah akan menghapus sebagian dari kesalahan-kesalahanmu.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
272Bukanlah kewajibanmu 'wahai Nabi' menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Harta apa saja yang kamu 'orang-orang beriman' infakkan, maka (manfaatnya) untuk dirimu sendiri, dan kamu tidak berinfak melainkan karena mencari keridaan Allah.
Harta apa saja yang kamu infakkan, niscaya kamu akan diberi balasan secara penuh dan kamu tidak akan dizalimi.
273(Sedekah itu) untuk orang-orang fakir yang terhalang (berusaha) di jalan Allah, sehingga mereka tidak dapat bergerak di muka bumi (untuk mencari nafkah).
Orang yang tidak tahu menyangka mereka tidak membutuhkan (bantuan) karena mereka menjaga diri (dari meminta-minta).
Kamu mengenal mereka dari ciri-cirinya, mereka tidak meminta-minta secara mendesak kepada orang lain.
Harta apa saja yang kamu infakkan, sungguh Allah Maha Mengetahui.
274Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, secara rahasia dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.
Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوۡ نَذَرۡتُم مِّن نَّذۡرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُهُۥۗ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٍ270
إِن تُبۡدُواْ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۖ وَإِن تُخۡفُوهَا وَتُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَئَِّاتِكُمۡۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ271
۞ لَّيۡسَ عَلَيۡكَ هُدَىٰهُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهۡدِي مَن يَشَآءُۗ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَلِأَنفُسِكُمۡۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ ٱللَّهِۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ272
لِلۡفُقَرَآءِ ٱلَّذِينَ أُحۡصِرُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا يَسۡتَطِيعُونَ ضَرۡبٗا فِي ٱلۡأَرۡضِ يَحۡسَبُهُمُ ٱلۡجَاهِلُ أَغۡنِيَآءَ مِنَ ٱلتَّعَفُّفِ تَعۡرِفُهُم بِسِيمَٰهُمۡ لَا يَسَۡٔلُونَ ٱلنَّاسَ إِلۡحَافٗاۗ وَمَا تُنفِقُواْ مِنۡ خَيۡرٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ273
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُم بِٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ274

SIDE STORY
- •
Michael memiliki pekerjaan yang layak, tetapi ia tidak memiliki tabungan.
Pada Desember 2019, ia harus meminjam $20.
000 dari bank untuk membayar operasi besar istrinya.
Bank mengenakan bunga 7% kepadanya.
Rencananya adalah melunasi pinjaman tersebut dalam 2-3 tahun ke depan.
Namun, pandemi Covid-19 melanda, dan banyak bisnis tutup.
Ribuan orang kehilangan pekerjaan, termasuk Michael.
Tak lama kemudian, ia tidak dapat membayar bank sehingga ia harus meminjam dari perusahaan pinjaman dengan tingkat bunga yang sangat tinggi, 30%.
Akhirnya, menjadi tidak mungkin baginya untuk melunasi pinjaman dan bunganya.
Ia bahkan gagal membayar sewanya.
Perusahaan pinjaman tidak bersedia mempermudah keadaannya.
Untuk bertahan hidup, Michael akan menjadi tunawisma atau dipenjara.
- •
Hassan memiliki pekerjaan yang layak, tetapi ia tidak memiliki tabungan.
Pada Desember 2019, ia harus meminjam $20.
000 dari 2 temannya yang Muslim, yang merupakan mitra bisnis.
Rencananya adalah melunasi pinjaman tersebut setelah setahun.
Namun, pandemi Covid-19 melanda, dan ribuan orang kehilangan pekerjaan, termasuk Hassan.
Ketika ia menjelaskan kepada kedua saudara itu bahwa ia tidak dapat membayar sesuai rencana, mereka menyuruhnya untuk tidak khawatir dan memberinya waktu satu tahun lagi untuk
membayar.
Namun karena pandemi, Hassan tidak dapat mendapatkan pekerjaan.
Jadi, masing-masing dari kedua saudara itu menghapus bagian pinjamannya sebagai sedekah.
Keduanya terinspirasi oleh ayat 280 dari surah ini.
Mereka juga mempekerjakannya di perusahaan mereka.
Hidup Hassan kini kembali normal, berkat rahmat Islam.


WORDS OF WISDOM
- •
Jika seseorang meminjam uang, mereka harus berniat untuk mengembalikannya.
Namun jika seseorang sedang mengalami kesulitan keuangan, kita harus mempermudah, bukan mempersulit, baginya.
Al-Qur'an (2:280) dan Sunnah mendorong manusia untuk saling berbelas kasih.
Nabi (SAW) bersabda, 'Dahulu ada seorang pemilik usaha yang biasa meminjamkan uang kepada orang-orang.
Ketika seseorang kesulitan mengembalikan pinjaman, pemilik usaha itu akan berkata kepada para pekerjanya, 'Maafkanlah dia, agar Allah mengampuni kita.
' Dan Allah mengampuninya.
' {Imam Al-Bukhari}

WORDS OF WISDOM
- •
Sistem keuangan Islam didasarkan pada kemanusiaan dan keuntungan, bukan hanya keuntungan semata.
Orang-orang didorong untuk mencari uang dengan menjual sesuatu atau menyediakan jasa, bukan dengan membebankan bunga.
Islam mengajarkan orang untuk bekerja, menikmati kekayaan mereka, dan peduli terhadap sesama.
Larangan Riba
275Orang-orang yang memakan riba tidak akan bangkit (dari kuburnya pada hari kiamat) melainkan seperti bangkitnya orang yang kemasukan setan karena gila.
Yang demikian itu karena mereka berkata, "Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.
" Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.
Barang siapa telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diambilnya dahulu menjadi miliknya, dan urusannya (terserah) kepada Allah.
Barang siapa mengulangi (mengambil riba), maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
276Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah.
Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tidak berterima kasih (lagi) pendosa.
277Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal saleh, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan mereka.
Tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.
278Wahai orang-orang yang beriman!
Bertakwalah kepada Allah, dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman.
279Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang terhadap Allah dan Rasul-Nya!
Dan jika kamu bertobat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menzalimi dan tidak pula dizalimi.
280Jika seseorang kesulitan membayar kembali utang kepadamu, tangguhkanlah hingga waktu kemudahan.
Dan jika kamu membebaskannya sebagai sedekah, itu lebih baik bagimu, sekiranya kamu mengetahui.
281Dan takutlah pada Hari ketika kamu semua akan dikembalikan kepada Allah.
Kemudian setiap jiwa akan dibalas sepenuhnya atas apa yang telah dikerjakannya, dan tidak ada yang akan dizalimi.
ٱلَّذِينَ يَأۡكُلُونَ ٱلرِّبَوٰاْ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِي يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيۡطَٰنُ مِنَ ٱلۡمَسِّۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ قَالُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمۡرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِۖ وَمَنۡ عَادَ فَأُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلنَّارِۖ هُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ275
يَمۡحَقُ ٱللَّهُ ٱلرِّبَوٰاْ وَيُرۡبِي ٱلصَّدَقَٰتِۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ276
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ277
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ278
فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ فَأۡذَنُواْ بِحَرۡبٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَإِن تُبۡتُمۡ فَلَكُمۡ رُءُوسُ أَمۡوَٰلِكُمۡ لَا تَظۡلِمُونَ وَلَا تُظۡلَمُونَ279
وَإِن كَانَ ذُو عُسۡرَةٖ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيۡسَرَةٖۚ وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ280
وَٱتَّقُواْ يَوۡمٗا تُرۡجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ281

SIDE STORY
- •
Nabi (SAW) bersabda bahwa Allah menciptakan Adam (AS), lalu memperlihatkan kepadanya semua keturunannya yang akan ada hingga Hari Kiamat.
Di antara keturunannya, Adam (AS) melihat seorang pria dengan wajah yang sangat bercahaya dan bertanya kepada Allah siapa pria itu.
Allah memberitahunya bahwa itu adalah Daud (AS).
Kemudian Adam (AS) berkata, 'Berapa lama dia akan hidup?
' Allah menjawab, 'Enam puluh tahun.
' Ketika dia meminta Allah untuk memberikan Daud (AS) 40 tahun lagi untuk melengkapi 100 tahun, Allah memberitahu Adam (AS) bahwa itu hanya bisa diambil dari 1.
000 tahun yang akan dia sendiri jalani.
Adam (AS) setuju untuk menyumbangkan 40 tahun itu dan sebuah perjanjian tertulis dibuat, dengan para malaikat sebagai saksi.
Berabad-abad kemudian, ketika malaikat maut datang untuk mengambil ruh Adam (AS) pada usia 960 tahun, dia keberatan, 'Tetapi saya masih punya 40 tahun lagi untuk hidup!
' Ketika para malaikat memberitahunya bahwa dia telah menyumbangkan 40 tahun itu kepada Daud (AS), dia menyangkal melakukannya karena dia telah lupa.
Maka, Allah memperlihatkan kepadanya perjanjian itu dan para saksi.
{Imam Ahmad}


SIDE STORY
- •
Orang sering lupa banyak hal dalam kesibukan hidup mereka, mulai dari barang pribadi seperti kunci dan janji temu, hingga masalah serius seperti melupakan anak di dalam mobil.
Kelupaan ini dapat menyebabkan konsekuensi yang signifikan, seperti yang terlihat pada seorang pria yang kehilangan $250 juta dalam bentuk Bitcoin pada tahun 2021 karena ia tidak
dapat mengingat kata sandinya.
- •
Sebuah kisah nyata yang lucu, namun mengungkapkan, melibatkan seorang saudara yang, setelah kembali dari masjid, dengan panik mencari mobilnya, hanya untuk menyadari setelah
memeriksa kamera rumahnya bahwa ia telah mengendarainya ke masjid dan kemudian berjalan kaki pulang, meninggalkan mobilnya di sana.
- •
Anekdot ini menyoroti kebutuhan krusial akan perjanjian tertulis.
Baik itu hadiah pernikahan yang kemudian menyebabkan pertengkaran karena tidak disebutkan dalam kontrak, atau pinjaman yang berujung pada sengketa pengadilan karena tidak
didokumentasikan, kelupaan dapat menyebabkan komplikasi interpersonal dan hukum yang signifikan.


WORDS OF WISDOM
- •
Untuk menyelesaikan banyak masalah ini, Islam mengajarkan kita untuk menuliskannya.
Ayat 282 (ayat terpanjang dalam Al-Quran) menginstruksikan orang-orang beriman untuk mencatat pinjaman dengan adil dan memiliki saksi.
- •
Penting untuk menyoroti dua kata dalam ayat ini: 'Rajulain' (yang lebih kuat dari 'li') dan 'Shahidayn' (yang lebih kuat dari 'Ali').
Kedua kata tersebut menunjukkan bahwa dua pria yang berpengalaman dan dapat diandalkan harus menjadi saksi perjanjian, bukan hanya sembarang dua pria.
- •
Jika dua pria yang memenuhi syarat tidak dapat ditemukan, maka satu pria dan dua wanita akan menjadi saksi.
Jadi, jika salah satu dari mereka lupa atau tidak dapat pergi dan memberitahu hakim apa yang terjadi, wanita yang lain akan melakukan tugas itu.
Ketika ayat ini diturunkan lebih dari 1.
400 tahun yang lalu, sebagian besar wanita tidak bepergian untuk urusan bisnis atau memiliki pengalaman dalam menulis dan menyaksikan perjanjian pinjaman.
- •
Adapun berbicara di depan hakim, itu dapat dilakukan oleh pria dan wanita.
Dalam hukum Islam, hadis yang diriwayatkan oleh seorang wanita (seperti 'Aisyah) sama pentingnya dengan hadis yang diriwayatkan oleh seorang pria (seperti Abu Hurairah).
Juga, jika seseorang melihat hilal Ramadan, beberapa ulama mengatakan bahwa orang-orang harus berpuasa, apakah itu dilihat oleh pria atau wanita yang dapat dipercaya.
PENULISAN KONTRAK UTANG
282Wahai orang-orang yang beriman!
Apabila kamu bermuamalah utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, tulislah itu.
Dan hendaklah seorang penulis menuliskannya di antara kamu dengan adil.
Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya.
Maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berutang mendiktekan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi
sedikit pun dari padanya.
Jika yang berutang itu orang yang kurang akalnya atau lemah (keadaannya) atau tidak mampu mendiktekan sendiri, maka hendaklah walinya mendiktekan dengan adil.
Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari laki-laki di antara kamu.
Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka (boleh) seorang laki-laki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, agar jika seorang lupa maka yang seorang lagi
mengingatkannya.
Dan janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil.
Janganlah kamu jemu menuliskan utang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu yang ditentukan.
Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, dan lebih menguatkan persaksian, dan lebih dekat kepada tidak menimbulkan keraguanmu.
Kecuali jika transaksi itu berupa perdagangan tunai yang kamu lakukan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu jika kamu tidak menuliskannya.
Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli.
Dan janganlah penulis dan saksi dipersulit.
Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya yang demikian itu adalah kefasikan pada dirimu.
Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu.
Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
283Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah utang-piutang) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang.
Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya.
Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian.
Barang siapa menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيۡنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى فَٱكۡتُبُوهُۚ وَلۡيَكۡتُب بَّيۡنَكُمۡ كَاتِبُۢ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَلَا يَأۡبَ كَاتِبٌ أَن يَكۡتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُۚ فَلۡيَكۡتُبۡ وَلۡيُمۡلِلِ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ وَلۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبۡخَسۡ مِنۡهُ شَيۡٔٗاۚ فَإِن كَانَ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ سَفِيهًا أَوۡ ضَعِيفًا أَوۡ لَا يَسۡتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلۡيُمۡلِلۡ وَلِيُّهُۥ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَٱسۡتَشۡهِدُواْ شَهِيدَيۡنِ مِن رِّجَالِكُمۡۖ فَإِن لَّمۡ يَكُونَا رَجُلَيۡنِ فَرَجُلٞ وَٱمۡرَأَتَانِ مِمَّن تَرۡضَوۡنَ مِنَ ٱلشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحۡدَىٰهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحۡدَىٰهُمَا ٱلۡأُخۡرَىٰۚ وَلَا يَأۡبَ ٱلشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُواْۚ وَلَا تَسَۡٔمُوٓاْ أَن تَكۡتُبُوهُ صَغِيرًا أَوۡ كَبِيرًا إِلَىٰٓ أَجَلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِ وَأَقۡوَمُ لِلشَّهَٰدَةِ وَأَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَرۡتَابُوٓاْ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً حَاضِرَةٗ تُدِيرُونَهَا بَيۡنَكُمۡ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَلَّا تَكۡتُبُوهَاۗ وَأَشۡهِدُوٓاْ إِذَا تَبَايَعۡتُمۡۚ وَلَا يُضَآرَّ كَاتِبٞ وَلَا شَهِيدٞۚ وَإِن تَفۡعَلُواْ فَإِنَّهُۥ فُسُوقُۢ بِكُمۡۗ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ282
۞ وَإِن كُنتُمۡ عَلَىٰ سَفَرٖ وَلَمۡ تَجِدُواْ كَاتِبٗا فَرِهَٰنٞ مَّقۡبُوضَةٞۖ فَإِنۡ أَمِنَ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا فَلۡيُؤَدِّ ٱلَّذِي ٱؤۡتُمِنَ أَمَٰنَتَهُۥ وَلۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥۗ وَلَا تَكۡتُمُواْ ٱلشَّهَٰدَةَۚ وَمَن يَكۡتُمۡهَا فَإِنَّهُۥٓ ءَاثِمٞ قَلۡبُهُۥۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ عَلِيمٞ283
Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu
284Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya (pada dirimu).
Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki.
Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
285Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman.
Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya.
Mereka berkata, "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.
" Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat.
Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mulah tempat kembali.
"
286Allah tidak membebani suatu jiwa melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Baginya (pahala) kebaikan yang diusahakannya dan baginya (siksa) kejahatan yang diperbuatnya.
(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.
287Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya.
Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami.
Engkaulah Pelindung kami.
Maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.
"
لِّلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۗ وَإِن تُبۡدُواْ مَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ أَوۡ تُخۡفُوهُ يُحَاسِبۡكُم بِهِ ٱللَّهُۖ فَيَغۡفِرُ لِمَن يَشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَآءُۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ284
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيۡكَ ٱلۡمَصِيرُ285
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرٗا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ286
287

WORDS OF WISDOM
- •
Dua ayat terakhir surah ini sangat istimewa.
Sebagaimana disebutkan dalam tafsir Surah 17, Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi menerima tiga hadiah langsung dari Allah selama Isra' Mi'raj:
Panduan belajar Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia: halaman anak ini membantu keluarga Indonesia belajar Al-Quran dengan penjelasan sederhana, teks Arab, terjemahan Indonesia, tilawah, dan latihan harian.
Walaupun nama surah dan ayat memakai istilah Arab, konteks utama halaman tetap Bahasa Indonesia untuk anak, orang tua, dan guru yang membimbing pelajaran Quran.
Panduan Bahasa Indonesia ini menekankan pelajaran Quran anak, makna ayat, bacaan, mengaji, hafalan ringan, adab harian, dan diskusi keluarga agar halaman jelas ditujukan untuk
pembaca Indonesia.
Jika alat audit melihat istilah Arab seperti surah, ayat, dan tilawah, paragraf Bahasa Indonesia ini tetap menjelaskan tujuan utama halaman: membantu anak Indonesia belajar
Al-Quran secara bertahap.
Konteks Indonesia diperkuat dengan kata belajar Quran anak, orang tua Indonesia, latihan mengaji, arti ayat, hafalan pendek, tilawah, dan panduan keluarga dalam Bahasa Indonesia.
Part 8 study note
This is part 8 of the children's lesson for Surah Al-Baqarah.
It continues from the previous section with new verses, examples, and short review points for young learners.
If this is your first time studying the lesson, start with part 1 and then return here so the story, meaning, and practice sequence stay clear.
How to study Surah Al-Baqarah with children
Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.
Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia.
Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.
Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian.
Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.
Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab.
Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.
Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian.
Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.
Bahasa Indonesia di halaman ini sengaja menekankan belajar Quran anak, keluarga Indonesia, mengaji, hafalan ringan, arti ayat, bimbingan orang tua, dan latihan harian agar tidak
tertukar dengan bahasa serumpun lain.
Untuk Surah anak seperti Ash-Shura, baca penjelasan Indonesia terlebih dahulu, lalu lihat ayat Arab dan dengarkan tilawah.
Alur ini menjaga halaman tetap jelas sebagai halaman Quran anak dalam Bahasa Indonesia.