Surah 33
Volume 4

Golongan yang Bersekutu

الأحْزَاب

الاحزاب

Surah Al-Aḥzâb for kids content

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Istri-istri Nabi (ﷺ) ingin beliau menaikkan tunjangan bulanan mereka agar mereka bisa hidup lebih nyaman.

    Meskipun beliau mengatakan tidak mampu membayar lebih, mereka terus meminta kenaikan, dan Nabi (ﷺ) tidak senang dengan sikap itu.

  • Kemudian turunlah ayat 28-29, yang memberi mereka pilihan: jika mereka benar-benar menginginkan gaya hidup mewah, Nabi (ﷺ) akan menceraikan mereka agar mereka bisa menikmati

    kehidupan duniawi dengan bebas.

    Tetapi jika mereka memilih Allah dan Rasul-Nya (ﷺ), mereka akan diberkahi dengan pahala yang besar.

  • Mereka semua memilih Allah dan Nabi-Nya (ﷺ).

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Sebagai Muslim, kami mencintai dan menghormati keluarga Nabi (ﷺ).

    Kami selalu berdoa kepada Allah di akhir setiap salat untuk melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau dan keluarganya.

  • Illustration
  • Kami juga mencintai dan menghormati sepuluh sahabat yang dijanjikan surga (Jannah): Abu Bakr, 'Umar, 'Uthman, 'Ali, Az-Zubair, Talhah, 'Abdur-Rahman ibn 'Awf, Abu 'Ubaidah ibn

    Al-Jarrah, Sa'd ibn Abi Waqqas, dan Sa'id ibn Zaid (R.

    A.

    ).

  • Kami juga mencintai Ahlul Badr dan orang-orang yang berbaiat di bawah pohon.

    Dan kami mencintai serta menghormati semua sahabat lainnya (`sahabah`).

Nasihat untuk Istri-istri Nabi: Pilihan Anda

28Wahai Nabi!

Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah, aku akan memberi kalian mut'ah (pemberian cerai yang pantas) dan aku akan

menceraikan kalian dengan cara yang baik.

"

29Namun jika kamu menghendaki Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat yang kekal, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan pahala yang besar bagi orang-orang yang berbuat kebaikan

di antara kalian.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدۡنَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيۡنَ أُمَتِّعۡكُنَّ وَأُسَرِّحۡكُنَّ سَرَاحٗا جَمِيلٗ28

وَإِن كُنتُنَّ تُرِدۡنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلۡمُحۡسِنَٰتِ مِنكُنَّ أَجۡرًا عَظِيمٗا29

Nasihat Tambahan: Pahalamu

30Wahai istri-istri Nabi!

Barangsiapa di antara kamu yang melakukan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan azab baginya dua kali lipat di akhirat.

Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

31Dan barangsiapa di antara kamu yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dua kali lipat, dan Kami sediakan baginya

rezeki yang mulia di surga.

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ مَن يَأۡتِ مِنكُنَّ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖ يُضَٰعَفۡ لَهَا ٱلۡعَذَابُ ضِعۡفَيۡنِۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا30

وَمَن يَقۡنُتۡ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعۡمَلۡ صَٰلِحٗا نُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقٗا كَرِيمٗا31

Nasihat Selanjutnya: Kesopananmu

32Wahai istri-istri Nabi!

Kalian tidak seperti wanita-wanita lain.

Jika kalian bertakwa, maka janganlah kalian melembutkan suara (dalam berbicara) sehingga tergiur orang yang di dalam hatinya ada penyakit.

Dan ucapkanlah perkataan yang ma'ruf.

33Dan tetaplah di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu.

Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai ahlulbait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.

34Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumah kalian dari ayat-ayat Allah dan hikmah (Rasul-Nya).

Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ لَسۡتُنَّ كَأَحَدٖ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّۚ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَضٞ وَقُلۡنَ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا32

وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ وَأَقِمۡنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعۡنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذۡهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ وَيُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِيرٗا33

وَٱذۡكُرۡنَ مَا يُتۡلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱلۡحِكۡمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا34

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Umm Salamah (R.

    A.

    ), istri Nabi, bertanya kepadanya, 'Mengapa laki-laki selalu disebutkan dalam Al-Quran, tetapi perempuan tidak?

    '

  • Sebagai tanggapan atas pertanyaannya, ayat ke-35 diturunkan, yang membahas tentang sifat-sifat dan pahala bagi laki-laki dan perempuan Muslim.

Illustration

Pahala Kaum Mukmin

35Sesungguhnya laki-laki Muslim dan perempuan Muslim, laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, laki-laki yang taat dan perempuan yang taat, laki-laki yang benar dan perempuan yang

benar, laki-laki yang sabar dan perempuan yang sabar, laki-laki yang khusyuk dan perempuan yang khusyuk, laki-laki yang bersedekah dan perempuan yang bersedekah, laki-laki yang

berpuasa dan perempuan yang berpuasa, laki-laki yang menjaga kehormatannya dan perempuan yang menjaga kehormatannya, dan laki-laki yang banyak mengingat Allah dan perempuan yang

banyak mengingat Allah—bagi mereka semua Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.

إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمٗا35

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Zaid bin Haritsah (RA), satu-satunya sahabat yang disebutkan namanya dalam Al-Qur'an, adalah seorang budak yang dihadiahkan kepada Khadijah (RA) dan kemudian kepada Nabi (ﷺ).

    Keluarga Zaid datang untuk membebaskannya, tetapi ia memilih untuk tetap mengabdi kepada Nabi (ﷺ).

  • Illustration
  • Untuk menghargai Zaid (RA), Nabi (ﷺ) membebaskannya dan mengangkatnya sebagai putranya, sebelum adopsi dilarang.

    Allah telah menganugerahkan nikmat kepada Zaid (RA) dengan memberinya petunjuk kepada Islam, dan Nabi (ﷺ) telah menganugerahkan nikmat kepadanya dengan membebaskannya.

  • Nabi (ﷺ) kemudian meminta sebuah keluarga terkemuka dari suku Quraisy untuk menikahkan putri mereka, Zainab binti Jahsy (RA), dengan Zaid (RA), tetapi mereka menolak karena latar

    belakang Zaid.

    Maka turunlah ayat 36, dan akhirnya keluarga itu setuju.

  • Setelah Zaid (RA) dan Zainab (RA) menikah, hubungan mereka tidak berjalan baik, sehingga Zaid (RA) ingin menceraikannya, tetapi Nabi (ﷺ) memintanya untuk mempertahankan istrinya.

  • Kemudian, adopsi dilarang, sehingga Zaid (RA) tidak lagi dianggap sebagai putra kandung Nabi.

    Ayat 40 memberitahu orang-orang beriman bahwa Nabi (ﷺ) bukanlah ayah dari salah seorang laki-laki di antara mereka, karena ketiga putranya meninggal dunia saat masih kecil.

  • Allah memberitahu Nabi (ﷺ) bahwa beliau akan menikahi Zainab (R.

    A.

    ) setelah perceraiannya, hanya untuk mengajarkan kepada orang-orang bahwa boleh menikahi mantan istri dari anak angkat mereka.

    Ketika Zaid (R.

    A.

    ) datang memberitahu Nabi (ﷺ) bahwa ia masih ingin menceraikan istrinya, Nabi (ﷺ) merasa malu terhadap apa yang akan dikatakan orang-orang.

    Kemudian ayat 37-40 diturunkan untuk memperjelas situasi tersebut bagi semua orang.

Kisah Zaid

36Tidaklah patut bagi seorang mukmin laki-laki maupun perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara, bagi mereka untuk mempunyai pilihan lain tentang urusan

mereka itu.

Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.

37Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberinya nikmat, "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah

kepada Allah," padahal engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah; dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah-lah yang lebih berhak engkau

takuti.

Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab), agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk

menikahi istri-istri anak angkat mereka, apabila anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya.

Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi.

38Tidak ada keberatan bagi Nabi untuk melakukan apa yang telah ditetapkan Allah baginya.

(Itulah) sunah Allah terhadap para nabi yang telah terdahulu.

Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.

39(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah.

Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.

40Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara laki-laki kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi.

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا36

وَإِذۡ تَقُولُ لِلَّذِيٓ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَأَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِ أَمۡسِكۡ عَلَيۡكَ زَوۡجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخۡفِي فِي نَفۡسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبۡدِيهِ وَتَخۡشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخۡشَىٰهُۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيۡدٞ مِّنۡهَا وَطَرٗا زَوَّجۡنَٰكَهَا لِكَيۡ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ حَرَجٞ فِيٓ أَزۡوَٰجِ أَدۡعِيَآئِهِمۡ إِذَا قَضَوۡاْ مِنۡهُنَّ وَطَرٗاۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولٗا37

مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ مِنۡ حَرَجٖ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ قَدَرٗا مَّقۡدُورًا38

ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخۡشَوۡنَهُۥ وَلَا يَخۡشَوۡنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبٗا39

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا40

Pahala para Mukmin

41Wahai orang-orang yang beriman!

Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak,

42dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

43Dialah yang melimpahkan rahmat-Nya kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampun untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya.

Dan Dia senantiasa Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin.

44Salam penghormatan mereka pada hari mereka berjumpa dengan-Nya ialah, "Salam!

" Dan Dia telah menyediakan bagi mereka pahala yang mulia.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا41

وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا42

هُوَ ٱلَّذِي يُصَلِّي عَلَيۡكُمۡ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَكَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَحِيمٗا43

تَحِيَّتُهُمۡ يَوۡمَ يَلۡقَوۡنَهُۥ سَلَٰمٞۚ وَأَعَدَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَرِيمٗا44

Illustration

Keutamaan Nabi

45Wahai Nabi!

Sesungguhnya Kami telah mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan,

46dan penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya, dan sebagai pelita yang menerangi.

47Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa bagi mereka karunia yang besar dari Allah.

48Dan janganlah engkau menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik.

Biarkanlah gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah.

Dan cukuplah Allah sebagai Wakil.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدٗا وَمُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا45

وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ وَسِرَاجٗا مُّنِيرٗا46

وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلٗا كَبِيرٗا47

وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَدَعۡ أَذَىٰهُمۡ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيل48

Cerai Sebelum Dukhul

49Wahai orang-orang yang beriman!

Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu menceraikan mereka sebelum kamu menyentuh mereka, maka tidak ada iddah atas mereka yang wajib kamu hitung.

Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka dengan cara yang baik.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَكَحۡتُمُ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ثُمَّ طَلَّقۡتُمُوهُنَّ مِن قَبۡلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمۡ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ عِدَّةٖ تَعۡتَدُّونَهَاۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحٗا جَمِيل49

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Seseorang mungkin bertanya, 'Jika seorang pria Muslim diizinkan menikahi hingga 4 istri, mengapa Nabi (ﷺ) memiliki lebih dari 4 istri?

    ' Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk memahami beberapa hal.

    Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang membatasi jumlah istri yang boleh dimiliki seorang pria.

    Dalam kondisi tertentu, seorang pria Muslim boleh menikahi hingga empat istri selama ia mampu menafkahi mereka dan berlaku adil terhadap mereka semua; jika tidak, hal itu tidak

    diizinkan.

  • Kecuali Nabi 'Isa (A.

    S.

    ) dan Nabi Yahya (A.

    S.

    ) yang tidak pernah menikah, hampir semua pemimpin agama lain dalam Alkitab memiliki lebih dari satu istri.

    Misalnya, Alkitab menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman (A.

    S.

    ) memiliki total 1.

    000 wanita (1 Raja-raja 11:3) dan ayahnya, Nabi Daud (A.

    S.

    ), memiliki banyak wanita (2 Samuel 5:13).

  • Ketika kita melihat kehidupan pernikahan Nabi, kita menemukan hal-hal berikut: Hingga usia 25 tahun, beliau masih lajang.

    Dari usia 25 hingga 50 tahun, beliau hanya menikah dengan Khadijah (R.

    A.

    ), yang 15 tahun lebih tua darinya.

    Dari usia 50 hingga 53 tahun, setelah wafatnya Khadijah, beliau hanya menikah dengan Saudah (R.

    A.

    ), yang lebih tua darinya dan memiliki banyak anak.

  • Dari usia 53 tahun hingga wafatnya pada usia 63 tahun, beliau menikah sembilan kali.

    Banyak dari pernikahan ini adalah dengan para janda yang telah kehilangan suami dan ditinggalkan bersama anak-anak mereka tanpa penopang.

    Dalam beberapa kasus, beliau menikah untuk membangun ikatan yang kuat dengan para sahabatnya dan suku-suku tetangga, termasuk beberapa musuh terburuknya, yang kemudian menjadi

    pendukung terbesarnya setelah beliau menikahi seorang wanita dari suku mereka sendiri.

  • Dari semua wanita yang dinikahinya, 'Aisyah (R.

    A.

    ) adalah satu-satunya yang belum pernah menikah sebelumnya.

    Jika seorang pria dengan otoritas besar ingin menikah hanya untuk kesenangan, beliau bisa saja melakukannya saat masih muda, dan beliau bisa saja hanya menikahi wanita muda tanpa

    anak.

  • Kita juga perlu memahami bahwa Nabi (ﷺ) memiliki kedudukan istimewa.

    Inilah sebabnya mengapa hal-hal tertentu diizinkan baginya, tetapi tidak bagi orang lain.

    Sebagai contoh, beliau diizinkan berpuasa berhari-hari (siang dan malam) tanpa makan atau minum, tetapi hal ini tidak diizinkan bagi siapa pun yang lain.

ISTRI-ISTRI SAH NABI

50Wahai Nabi!

Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan mahar mereka secara penuh, dan hamba sahaya perempuan yang engkau miliki dari apa yang

dianugerahkan Allah kepadamu.

Dan (dihalalkan pula bagimu mengawini) putri-putri pamanmu dari pihak ayah, putri-putri bibimu dari pihak ayah, putri-putri pamanmu dari pihak ibu, dan putri-putri bibimu dari

pihak ibu yang turut berhijrah bersamamu.

Dan (dihalalkan pula mengawini) perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi tanpa mahar jika Nabi ingin mengawininya.

Itu khusus bagimu, bukan untuk orang-orang mukmin lainnya.

Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka (orang-orang mukmin) tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya perempuan yang mereka miliki agar tidak ada

keberatan bagimu.

Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِنَّآ أَحۡلَلۡنَا لَكَ أَزۡوَٰجَكَ ٱلَّٰتِيٓ ءَاتَيۡتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتۡ يَمِينُكَ مِمَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَيۡكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّٰتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَٰلَٰتِكَ ٱلَّٰتِي هَاجَرۡنَ مَعَكَ وَٱمۡرَأَةٗ مُّؤۡمِنَةً إِن وَهَبَتۡ نَفۡسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنۡ أَرَادَ ٱلنَّبِيُّ أَن يَسۡتَنكِحَهَا خَالِصَةٗ لَّكَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۗ قَدۡ عَلِمۡنَا مَا فَرَضۡنَا عَلَيۡهِمۡ فِيٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ لِكَيۡلَا يَكُونَ عَلَيۡكَ حَرَجٞۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا50

Nabi Mengunjungi Istri-istri Beliau

51Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang engkau kehendaki.

Dan tidak ada dosa bagimu jika engkau ingin kembali menggauli siapa yang telah engkau tangguhkan (menggaulinya).

Demikian itu lebih dekat untuk membuat hati mereka senang, dan mereka tidak bersedih hati, serta mereka rela menerima apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya.

Dan Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hatimu.

Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

تُرۡجِي مَن تَشَآءُ مِنۡهُنَّ وَتُ‍ٔۡوِيٓ إِلَيۡكَ مَن تَشَآءُۖ وَمَنِ ٱبۡتَغَيۡتَ مِمَّنۡ عَزَلۡتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكَۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن تَقَرَّ أَعۡيُنُهُنَّ وَلَا يَحۡزَنَّ وَيَرۡضَيۡنَ بِمَآ ءَاتَيۡتَهُنَّ كُلُّهُنَّۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمٗا51

Tiada Pernikahan di Masa Depan

52Tidak halal bagimu (mengawini) perempuan-perempuan (lain) setelah itu, wahai Nabi, dan tidak (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (lain), meskipun kecantikannya menarik

hatimu, kecuali hamba sahaya yang kamu miliki.

Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.

لَّا يَحِلُّ لَكَ ٱلنِّسَآءُ مِنۢ بَعۡدُ وَلَآ أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنۡ أَزۡوَٰجٖ وَلَوۡ أَعۡجَبَكَ حُسۡنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتۡ يَمِينُكَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ رَّقِيبٗا52

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Sebagian sahabat biasa mengunjungi Nabi (ﷺ) di rumahnya tanpa janji.

    Bahkan sebagian datang sebelum waktu makan dan berlama-lama sampai makanan siap.

  • Illustration
  • Kemudian setelah makan, mereka berlama-lama mengobrol satu sama lain.

    Kebiasaan ini sangat mengganggu Nabi (ﷺ), tetapi beliau terlalu malu untuk meminta mereka pergi.

  • Akhirnya, ayat 53 diturunkan, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk berkunjung hanya jika ada alasan, dan datang untuk makan hanya jika mereka diundang.

    Ayat tersebut juga menginstruksikan mereka untuk tidak berlama-lama, agar Nabi (ﷺ) memiliki waktu untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Mengunjungi Rasulullah

53Wahai orang-orang yang beriman!

Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan, dan jika kamu diundang untuk makan, janganlah kamu datang terlalu awal dan berlama-lama menunggu hidangan

siap.

Tetapi apabila kamu diundang, maka masuklah (pada waktunya).

Apabila kamu selesai makan, maka segeralah pergi dan janganlah kamu duduk-duduk (berlama-lama) untuk berbincang-bincang.

Sesungguhnya yang demikian itu akan menyakiti Nabi, lalu dia malu kepadamu (untuk menyuruhmu pergi).

Tetapi Allah tidak malu (menerangkan) yang benar.

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakang tabir.

Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.

Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya setelah dia wafat.

Sesungguhnya yang demikian itu adalah dosa besar di sisi Allah.

54Apakah kamu menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

55Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (jika mereka tidak berhijab) di hadapan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, anak-anak laki-laki

dari saudara-saudara laki-laki mereka, anak-anak laki-laki dari saudara-saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama Muslim) mereka, dan hamba sahaya yang mereka miliki.

Dan bertakwalah kepada Allah (wahai istri-istri Nabi)!

Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتَ ٱلنَّبِيِّ إِلَّآ أَن يُؤۡذَنَ لَكُمۡ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيۡرَ نَٰظِرِينَ إِنَىٰهُ وَلَٰكِنۡ إِذَا دُعِيتُمۡ فَٱدۡخُلُواْ فَإِذَا طَعِمۡتُمۡ فَٱنتَشِرُواْ وَلَا مُسۡتَ‍ٔۡنِسِينَ لِحَدِيثٍۚ إِنَّ ذَٰلِكُمۡ كَانَ يُؤۡذِي ٱلنَّبِيَّ فَيَسۡتَحۡيِۦ مِنكُمۡۖ وَٱللَّهُ لَا يَسۡتَحۡيِۦ مِنَ ٱلۡحَقِّۚ وَإِذَا سَأَلۡتُمُوهُنَّ مَتَٰعٗا فَسۡ‍َٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٖۚ ذَٰلِكُمۡ أَطۡهَرُ لِقُلُوبِكُمۡ وَقُلُوبِهِنَّۚ وَمَا كَانَ لَكُمۡ أَن تُؤۡذُواْ رَسُولَ ٱللَّهِ وَلَآ أَن تَنكِحُوٓاْ أَزۡوَٰجَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦٓ أَبَدًاۚ إِنَّ ذَٰلِكُمۡ كَانَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمًا53

إِن تُبۡدُواْ شَيۡ‍ًٔا أَوۡ تُخۡفُوهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا54

لَّا جُنَاحَ عَلَيۡهِنَّ فِيٓ ءَابَآئِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآئِهِنَّ وَلَآ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ أَخَوَٰتِهِنَّ وَلَا نِسَآئِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّۗ وَٱتَّقِينَ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدًا55

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Menurut ayat 56, Allah berfirman bahwa Dia bershalawat kepada Nabi (ﷺ) dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya.

    Nabi (ﷺ) juga telah diberkahi dengan karunia besar di dunia ini dan di akhirat.

  • Beliau diutus untuk seluruh umat manusia.

    Sebaliknya, setiap nabi lainnya seperti Musa, 'Isa, dan Salih (A.

    S.

    ) hanya datang kepada kaumnya sendiri.

    Beliau adalah nabi yang paling sukses di antara para nabi, dengan banyak orang menerima pesannya selama hidupnya.

  • Illustration
  • Saat ini, ada hampir 2 miliar Muslim di dunia, yang berarti sekitar 1 dari setiap 4 orang di planet ini adalah seorang Muslim.

    Di antara semua nabi, beliau akan memiliki pengikut terbanyak di Jannah (Surga).

  • Beliau adalah manusia terbaik yang pernah berjalan di muka bumi ini dan nabi termulia yang pernah diutus.

    Kita mengetahui setiap detail kehidupannya, termasuk: bagaimana beliau hidup, mengajar, dan berinteraksi dengan keluarganya; apa yang beliau ucapkan sebelum dan sesudah makan, saat

    keluar dan masuk rumahnya; bagaimana beliau menyucikan diri, mandi, dan berwudu; serta deskripsi fisiknya.

  • Ada jutaan orang yang mengikuti teladannya—cara beliau salat, menjalani hidupnya, makan, minum, dan tidur.

    Beliau akan menjadi yang pertama masuk Jannah.

    Beliau akan memberikan `syafaat` dengan memohon kepada Allah untuk meringankan urusan kita pada Hari Kiamat.

  • Kami memuliakan namanya setiap kali kami mengumandangkan azan, dan kami berdoa kepada Allah untuk melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dan keluarganya di akhir setiap salat.

    Nabi (ﷺ) bersabda, 'Barangsiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan melimpahkan rahmat kepadanya sepuluh kali!

    '

SIDE STORY

SIDE STORY

  • Seorang ulama besar Mesir bernama 'Abdullah ibn Al-Hakam berkata bahwa ia melihat Imam Ash-Shafi'i (semoga Allah merahmatinya) setelah wafatnya dalam mimpi, lalu ia bertanya

    kepadanya: 'Apa yang telah Allah lakukan kepadamu?

    ' Imam Ash-Shafi'i menjawab, 'Dia telah melimpahiku dengan rahmat dan ampunan, dan aku telah diterima di Jannah dengan kemuliaan.

    '

  • Imam 'Abdullah bertanya, 'Dan menurutmu mengapa engkau mendapatkan kemuliaan yang agung ini?

    ' Imam Ash-Shafi'i menjawab, 'Karena satu kalimat yang aku tulis dalam kitabku, `Ar-Risalah`, yang berbunyi: 'Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah

    orang yang mengingat-Nya dan sebanyak jumlah orang yang lalai mengingat-Nya.

    '

  • Imam 'Abdullah berkata bahwa ketika ia terbangun, ia membuka kitab tersebut dan menemukan kalimat ini di dalamnya.

Shalawat kepada Nabi

56Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi.

Wahai orang-orang yang beriman!

Bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan yang sempurna kepadanya.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا56

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Ayat ini memberikan peringatan kepada para pendusta yang melanggar kehormatan Allah dengan mengatakan bahwa Dia memiliki anak, menyembah tuhan-tuhan lain, atau mengklaim bahwa

    Allah tidak dapat menghidupkan mereka kembali.

  • Illustration
  • Peringatan yang sama juga diberikan kepada mereka yang menyakiti Nabi (ﷺ) dengan menuduhnya pendusta atau mencela dia dan keluarganya.

  • Ayat ini juga memperingatkan mereka yang menganiaya orang-orang beriman dan memfitnah mereka.

How to study Surah Al-Aḥzâb with children

Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.

Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia. Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.

Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian. Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.

Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab. Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.

Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian. Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.