Golongan yang Bersekutu
الأحْزَاب
الاحزاب
Surah Al-Aḥzâb for kids content

LEARNING POINTS
- •
Surah ini membicarakan tentang pertolongan Allah kepada orang-orang beriman, terutama di saat-saat yang paling sulit.
- •
Bagian pertama surah ini mengisahkan tentang pasukan musuh yang mencoba menyerang kaum Muslimin di Madinah. Kaum Muslimin melindungi kota mereka dengan menggali parit.
- •
Orang-orang beriman dijanjikan pahala yang besar, dan orang-orang munafik diperingatkan tentang azab yang pedih.
- •
Surah ini memberikan pedoman sosial mengenai pengangkatan anak, perceraian, kesopanan, serta etika berinteraksi dengan Nabi (ﷺ) dan istri-istri beliau.
- •
Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi (ﷺ), dan orang-orang beriman diperintahkan untuk melakukan hal yang serupa.
- •
Surah ini membahas keutamaan Nabi (ﷺ) dan keluarganya.
- •
Mereka yang menepati janji mereka kepada Allah dijanjikan pahala yang besar.
- •
Manusia (dan jin) memiliki kehendak bebas, tidak seperti makhluk ciptaan Allah lainnya.
Perintah-perintah kepada Nabi
1Wahai Nabi! Tetaplah bertakwa kepada Allah, dan janganlah engkau menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.
2Ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
3Dan bertawakallah kepada Allah, karena cukuplah Allah sebagai Wakil.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا1
وَٱتَّبِعۡ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا2
وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيل3

BACKGROUND STORY
- •
Ada seorang penyembah berhala bernama Jamil ibn Ma'mar, yang merupakan musuh Islam. Banyak orang mengira dia memiliki dua hati (atau pikiran) karena kemampuannya yang luar biasa dalam memahami dan menghafal.
Dia biasa menyombongkan diri, 'Dengan masing-masing dari dua hatiku, aku bisa memahami jauh lebih baik daripada Muhammad (ﷺ)!'
- •
Namun, ketika para penyembah berhala dikalahkan dengan telak dalam Perang Badar, Jamil adalah orang pertama yang lari ketakutan. Ketika dia tiba di Makkah, dia mengenakan satu sepatu dan membawa yang lainnya. Orang-orang bertanya kepadanya mengapa, dan dia berkata, 'Ups!
Aku kira aku memakai kedua sepatuku!' Saat itulah orang-orang menyadari bahwa dia sebenarnya tidak memiliki dua hati. Menurut ayat 4, Allah tidak menciptakan seseorang dengan dua hati.

BACKGROUND STORY
- •
Sebelum masa Nabi (ﷺ), ada jenis talak yang umum disebut `zihar`. Jika seorang pria menyamakan istrinya dengan ibunya dengan mengatakan, 'Engkau haram bagiku seperti punggung ibuku,' istrinya akan tertalak. Islam melarang jenis talak ini (58:3-4).
- •
Juga, jauh sebelum Muhammad (ﷺ) menjadi seorang nabi, beliau mengadopsi seorang putra bernama Zaid, yang kemudian dikenal sebagai Zaid bin Muhammad. Kemudian, adopsi dilarang, dan nama Zaid kembali menjadi Zaid bin Haritsah.
Menurut ayat 4, sama seperti seseorang tidak bisa memiliki dua hati/pikiran, seseorang tidak bisa memiliki dua ayah (ayah kandung dan ayah angkat) atau dua ibu (ibu kandung dan istri yang disamakan dengan ibu).

WORDS OF WISDOM
- •
Seseorang mungkin bertanya, 'Adopsi adalah hal yang baik, jadi mengapa dilarang dalam Islam?' Kata `tabanni` dapat dipahami dengan dua cara berbeda—salah satunya dianjurkan dalam Islam; yang lainnya tidak diperbolehkan.
- •
Pengasuhan dianjurkan. Seseorang dapat mengasuh seorang anak atau menampung mereka di rumahnya dan merawat mereka seperti merawat anak-anak kandung mereka sendiri, dengan beberapa perbedaan hukum.
Misalnya, anak-anak yang diasuh harus tetap menggunakan nama belakang mereka dan tidak berhak atas bagian warisan dari orang tua angkat mereka, tetapi dapat menerima sumbangan melalui wasiat.
- •
Nabi (ﷺ) bersabda bahwa orang yang mengasuh anak yatim akan sangat dekat dengannya di Jannah. Ini menunjukkan pahala yang besar untuk perbuatan ini. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari}
- •
Yang tidak diperbolehkan adalah jenis adopsi di mana seseorang mengambil anak yatim dan memberikan nama belakangnya atau memberikan bagian warisan yang serupa dengan anak-anak kandungnya sendiri.
Hukum Talak dan Pengangkatan Anak
4Allah tidak menjadikan dua hati dalam rongga dada seorang laki-laki. Dan Dia tidak menjadikan istrimu yang kamu zihar sebagai ibumu yang sebenarnya. Dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu. Itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Dan Allah menyatakan yang sebenarnya, dan Dia menunjukkan jalan yang benar.
5Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu seagama dan teman-teman dekatmu. Tidak ada dosa bagimu atas kekhilafanmu, tetapi (yang berdosa) adalah apa yang kamu sengaja. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٖ مِّن قَلۡبَيۡنِ فِي جَوۡفِهِۦۚ وَمَا جَعَلَ أَزۡوَٰجَكُمُ ٱلَّٰٓـِٔي تُظَٰهِرُونَ مِنۡهُنَّ أُمَّهَٰتِكُمۡۚ وَمَا جَعَلَ أَدۡعِيَآءَكُمۡ أَبۡنَآءَكُمۡۚ ذَٰلِكُمۡ قَوۡلُكُم بِأَفۡوَٰهِكُمۡۖ وَٱللَّهُ يَقُولُ ٱلۡحَقَّ وَهُوَ يَهۡدِي ٱلسَّبِيلَ4
ٱدۡعُوهُمۡ لِأٓبَآئِهِمۡ هُوَ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِۚ فَإِن لَّمۡ تَعۡلَمُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمۡۚ وَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٞ فِيمَآ أَخۡطَأۡتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتۡ قُلُوبُكُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمًا5
Pedoman bagi Para Mukmin
6Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu, sebagiannya lebih berhak terhadap sebagian yang lain menurut Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat kebaikan kepada saudara-saudaramu (seagama). Yang demikian itu telah tertulis dalam Kitab (Allah).
ٱلنَّبِيُّ أَوۡلَىٰ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنفُسِهِمۡۖ وَأَزۡوَٰجُهُۥٓ أُمَّهَٰتُهُمۡۗ وَأُوْلُواْ ٱلۡأَرۡحَامِ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلَىٰ بِبَعۡضٖ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ إِلَّآ أَن تَفۡعَلُوٓاْ إِلَىٰٓ أَوۡلِيَآئِكُم مَّعۡرُوفٗاۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي ٱلۡكِتَٰبِ مَسۡطُورٗا6
Ikrar untuk Menyampaikan Kebenaran
7Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi, dan darimu (Muhammad), dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.
8Agar Dia menanyai orang-orang yang benar itu tentang kebenaran mereka. Dan Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir.
وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّۧنَ مِيثَٰقَهُمۡ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٖ وَإِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۖ وَأَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا7
لِّيَسَۡٔلَ ٱلصَّٰدِقِينَ عَن صِدۡقِهِمۡۚ وَأَعَدَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابًا أَلِيمٗا8

BACKGROUND STORY
- •
Pada tahun ke-5 setelah Hijrah, Nabi (ﷺ) menerima kabar bahwa kaum musyrikin Mekah sedang mengumpulkan pasukan besar lebih dari 10.000 tentara untuk menyerang komunitas Muslim di Madinah, yang hanya memiliki 3.000 tentara.
- •
Nabi (ﷺ) bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk meminta saran. Salman Al-Farisi (R.A.), seorang sahabat Persia, menyarankan untuk menggali parit guna melindungi kota, sebuah taktik yang tidak dikenal di Arabia pada masa itu.
Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya mulai menggali siang dan malam, meskipun cuaca buruk, sedikit makanan, dan tanpa istirahat.
- •
Dalam enam hari, kaum Muslimin berhasil menggali parit sepanjang lima kilometer, sedalam lima meter, dan selebar sepuluh meter di tanah berbatu di sebelah utara Madinah. Ketika pasukan musuh tiba, mereka sangat terkejut.
Selama hampir sebulan, mereka mengepung Madinah tetapi tidak dapat menyeberangi parit, dengan kaum Muslimin mempertahankannya dengan panah dari sisi lain.
- •
Selama masa sulit ini, kaum munafik dalam pasukan Muslim mulai pergi satu per satu, dengan alasan rumah mereka tidak terlindungi.
Keadaan menjadi lebih buruk ketika pasukan musuh meyakinkan suku Yahudi Banu Quraizah untuk melanggar perjanjian damai mereka dengan kaum Muslimin dan bergabung dengan musuh.
- •
Ini adalah masa yang menakutkan bagi komunitas Muslim. Beberapa bertanya kepada Nabi (ﷺ), 'Kami sangat takut sampai jiwa kami serasa melompat ke tenggorokan. Adakah doa yang bisa kami ucapkan?' Nabi (ﷺ) menjawab, 'Ya! Ucapkanlah, 'Ya Allah!
Tutupi kelemahan kami dan tenangkan ketakutan kami.' Akhirnya, pasukan musuh terpaksa mundur karena angin kencang dan kondisi cuaca yang buruk. Peristiwa ini dikenal sebagai Perang Parit atau Perang Ahzab.


SIDE STORY
- •
Selama berhari-hari, Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya menggali parit dengan hampir tanpa makanan. Nabi (ﷺ) begitu lapar sehingga beliau mengikatkan batu ke perutnya.
- •
Salah seorang sahabatnya, Jabir bin 'Abdillah (R.A.), meminta istrinya untuk membuatkan makanan bagi Nabi (ﷺ). Istrinya hanya memiliki seekor kambing kecil dan sedikit tepung, maka ia menyuruh Jabir untuk mengundang Nabi (ﷺ) dan satu atau dua sahabat saja.
- •
Ketika Jabir (R.A.) menyampaikan kepada Nabi (ﷺ) tentang hidangan yang sedikit itu, beliau mengumumkan bahwa Jabir (R.A.) telah menyiapkan makanan untuk semua orang.
Nabi (ﷺ) kemudian menyuruh Jabir (R.A.) untuk meminta istrinya agar tetap membiarkan roti di dalam oven dan daging di dalam panci. Istrinya terkejut ketika Nabi (ﷺ) tiba dengan kerumunan besar.
- •
Nabi (ﷺ) membacakan doa keberkahan atas makanan itu sebelum disajikan secara berkelompok. Bukan hanya semua orang makan sampai kenyang, tetapi makanan berlebih juga tersisa untuk keluarga Jabir dan untuk orang lain. Ini adalah salah satu dari banyak mukjizat Nabi (ﷺ).

WORDS OF WISDOM
- •
Mengatakan bahwa Nabi (ﷺ) hanyalah manusia biasa ibarat mengatakan bahwa berlian hanyalah batu biasa. Beliau adalah manusia terbaik yang pernah berjalan di muka bumi ini. Beliau dipilih untuk menerima Al-Quran dan diutus sebagai rasul terakhir.
- •
Salah satu alasan mengapa para sahabat sangat mencintai Nabi (ﷺ) adalah karena kerendahan hati beliau. Mereka selalu merasa bahwa beliau adalah salah satu dari mereka—saudara dan sahabat terbaik mereka.
Ketika tiba waktunya membangun masjid, beliau ikut memanggul batu bata bersama mereka. Ketika tiba waktunya menggali parit, beliau ikut menggali bersama mereka. Ketika mereka lapar, beliau adalah orang terakhir yang makan.
- •
Beliau selalu ada dalam pernikahan, pemakaman, dan setiap peristiwa penting lainnya. Inilah mengapa mereka bersedia membela beliau dan berkorban demi perjuangan beliau.
- •
Nabi (ﷺ) meminta pendapat dan saran dari para sahabatnya, meskipun beliau tidak perlu melakukannya, karena beliau menerima wahyu dari Allah.
Namun, beliau ingin mengajari mereka untuk bermusyawarah satu sama lain selama hidup beliau agar mereka dapat mengambil keputusan setelah wafatnya beliau. Konsep `syura` (musyawarah) disebutkan dalam 42:38 sebagai salah satu sifat orang-orang mukmin sejati.

PERANG KHANDAQ
9Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika bala tentara (musuh) datang menyerangmu di Madinah, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin yang kencang dan tentara yang tidak kamu lihat. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
10Ingatlah ketika mereka datang kepadamu dari timur dan barat, ketika matamu terbelalak dan hatimu naik ke kerongkongan, dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah.
11Di sanalah orang-orang mukmin diuji dengan ujian yang berat dan diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ جَآءَتۡكُمۡ جُنُودٞ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا وَجُنُودٗا لَّمۡ تَرَوۡهَاۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرًا9
إِذۡ جَآءُوكُم مِّن فَوۡقِكُمۡ وَمِنۡ أَسۡفَلَ مِنكُمۡ وَإِذۡ زَاغَتِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَبَلَغَتِ ٱلۡقُلُوبُ ٱلۡحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِٱللَّهِ ٱلظُّنُونَا۠10
هُنَالِكَ ٱبۡتُلِيَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَزُلۡزِلُواْ زِلۡزَالٗا شَدِيدٗا11

BACKGROUND STORY
- •
Ketika kaum Muslimin menggali parit untuk melindungi Madinah, mereka menemukan sebuah batu besar yang tidak bisa mereka pecahkan. Mereka memberitahu Nabi (ﷺ), maka beliau mengambil sekop dan memukul batu itu tiga kali.
- •
Setiap kali batu itu dihantam, ia memercikkan api sementara Nabi (ﷺ) menyerukan 'Allahu Akbar' (Allah Maha Besar). Ketika ditanya mengapa beliau mengucapkan 'Allahu Akbar', beliau bersabda, 'Ketika aku memukul batu itu pertama kali, aku melihat istana-istana Persia.
Ketika aku memukulnya kedua kali, aku melihat istana-istana Romawi (di Suriah). Dan ketika aku memukulnya ketiga kali, aku melihat gerbang-gerbang Yaman.'
- •
Nabi (ﷺ) kemudian menambahkan bahwa Malaikat Jibril (A.S.) baru saja memberitahunya bahwa kaum Muslimin akan menaklukkan Persia, Suriah, dan Yaman.
Ini adalah nubuat mukjizat dari Allah, tetapi kaum munafik mulai berkata, 'Dia memberitahu kita bahwa kita akan mengalahkan kerajaan-kerajaan yang kuat ini, padahal kita bahkan tidak bisa keluar kota untuk buang hajat!'
- •
Tidak lama setelah wafatnya Nabi (ﷺ), kekuasaan Muslim menyebar bahkan melampaui ketiga kerajaan ini, meliputi kekaisaran besar yang membentang dari Tiongkok di timur hingga Samudra Atlantik di barat, termasuk seluruh Afrika Utara dan sebagian Eropa seperti Turki dan Spanyol.
Sikap Para Munafik
12Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit hatinya berkata, "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipuan!"
13Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yatsrib! Tidak ada tempat bagimu untuk tinggal (di sini), maka kembalilah!" Dan segolongan (lain) dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk pulang) seraya berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami tidak terlindungi," padahal (sebenarnya) rumah-rumah itu tidak terlindungi. Mereka tidak lain hanyalah hendak melarikan diri.
14Dan sekiranya (kota mereka) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta untuk murtad, niscaya mereka akan melakukannya dalam waktu yang sangat singkat.
وَإِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ مَّا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ إِلَّا غُرُورٗا12
وَإِذۡ قَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡهُمۡ يَٰٓأَهۡلَ يَثۡرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمۡ فَٱرۡجِعُواْۚ وَيَسۡتَٔۡذِنُ فَرِيقٞ مِّنۡهُمُ ٱلنَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوۡرَةٞ وَمَا هِيَ بِعَوۡرَةٍۖ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارٗا13
وَلَوۡ دُخِلَتۡ عَلَيۡهِم مِّنۡ أَقۡطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُواْ ٱلۡفِتۡنَةَ لَأٓتَوۡهَا وَمَا تَلَبَّثُواْ بِهَآ إِلَّا يَسِيرٗا14
Peringatan kepada Orang-orang Munafik
15Mereka telah berjanji kepada Allah sebelumnya tidak akan pernah mundur. Dan janji kepada Allah harus dipertanggungjawabkan.
16Katakanlah, 'wahai Nabi,' "Melarikan diri tidak akan bermanfaat bagi kalian jika kalian mencoba lari dari kematian alami atau karena kekerasan. Kalian hanya akan diberi kesenangan hidup sebentar saja."
17Tanyakanlah kepada mereka, 'wahai Nabi,' "Siapakah yang dapat melindungi kalian dari (kehendak) Allah jika Dia ingin menimpakan bahaya kepada kalian atau melimpahkan rahmat kepada kalian?" Mereka tidak akan pernah menemukan pelindung atau penolong selain Allah.
وَلَقَدۡ كَانُواْ عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ مِن قَبۡلُ لَا يُوَلُّونَ ٱلۡأَدۡبَٰرَۚ وَكَانَ عَهۡدُ ٱللَّهِ مَسُۡٔولٗا15
قُل لَّن يَنفَعَكُمُ ٱلۡفِرَارُ إِن فَرَرۡتُم مِّنَ ٱلۡمَوۡتِ أَوِ ٱلۡقَتۡلِ وَإِذٗا لَّا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيل16
قُلۡ مَن ذَا ٱلَّذِي يَعۡصِمُكُم مِّنَ ٱللَّهِ إِنۡ أَرَادَ بِكُمۡ سُوٓءًا أَوۡ أَرَادَ بِكُمۡ رَحۡمَةٗۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا17
PERBUATAN JAHAT KAUM MUNAFİK
18Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang munafik di antara kamu yang menghalang-halangi (orang lain) dari berperang, dan berkata kepada saudara-saudara mereka secara sembunyi-sembunyi, "Tinggallah bersama kami," padahal mereka sendiri tidak ikut berperang melainkan sedikit saja.
19Mereka tidak mau sedikit pun menolongmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu melihat mereka memandang kepadamu dengan mata terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi apabila ketakutan itu telah hilang, mereka mencaci-maki kamu dengan lidah yang tajam, karena mereka tamak akan harta rampasan (perang). Mereka itu tidak (benar-benar) beriman, maka Allah menghapuskan amal-amal mereka. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
۞ قَدۡ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ ٱلۡمُعَوِّقِينَ مِنكُمۡ وَٱلۡقَآئِلِينَ لِإِخۡوَٰنِهِمۡ هَلُمَّ إِلَيۡنَاۖ وَلَا يَأۡتُونَ ٱلۡبَأۡسَ إِلَّا قَلِيلًا18
أَشِحَّةً عَلَيۡكُمۡۖ فَإِذَا جَآءَ ٱلۡخَوۡفُ رَأَيۡتَهُمۡ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ تَدُورُ أَعۡيُنُهُمۡ كَٱلَّذِي يُغۡشَىٰ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ فَإِذَا ذَهَبَ ٱلۡخَوۡفُ سَلَقُوكُم بِأَلۡسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى ٱلۡخَيۡرِۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَمۡ يُؤۡمِنُواْ فَأَحۡبَطَ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا19
Munafik yang Penuh Kecurigaan
20Mereka masih menyangka bahwa pasukan musuh belum mundur. Dan jika pasukan musuh datang lagi, orang-orang munafik itu tentu berharap berada jauh di padang pasir di antara orang-orang Arab badui yang mengembara, hanya menanyakan berita tentang kalian orang-orang beriman. Dan jika orang-orang munafik itu bersama kalian, mereka hampir tidak akan ikut serta dalam peperangan.
يَحۡسَبُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ لَمۡ يَذۡهَبُواْۖ وَإِن يَأۡتِ ٱلۡأَحۡزَابُ يَوَدُّواْ لَوۡ أَنَّهُم بَادُونَ فِي ٱلۡأَعۡرَابِ يَسَۡٔلُونَ عَنۡ أَنۢبَآئِكُمۡۖ وَلَوۡ كَانُواْ فِيكُم مَّا قَٰتَلُوٓاْ إِلَّا قَلِيل20

WORDS OF WISDOM
- •
Jika Anda membaca sirah Nabi (ﷺ), hati Anda akan dipenuhi dengan cinta dan hormat kepadanya. Beliau adalah ayah terbaik, suami terbaik, guru terbaik, dan pemimpin terbaik.
- •
Beliau datang sebagai rahmat bagi seluruh alam untuk mengajarkan manusia bagaimana bersyukur kepada Tuhan mereka. Beliau lahir di tengah masyarakat yang kejam yang menindas wanita dan orang miskin, dan beliau membela mereka serta memberikan hak-hak mereka.
- •
Beliau yatim piatu sejak usia muda dan menjadi orang tua terbaik. Beliau sendiri seorang yatim, dan beliau menjanjikan pahala besar bagi mereka yang merawat anak yatim.
- •
Beliau memaafkan musuh-musuhnya, sehingga beliau memenangkan hati mereka. Meskipun beliau adalah nabi yang agung, beliau sangat rendah hati terhadap para sahabatnya. Beliau sangat jujur, bijaksana, lembut, berani, sabar, dan dermawan.
Menurut ayat 21, beliau adalah teladan terbaik bagi semua Muslim untuk diikuti.


WORDS OF WISDOM
- •
Seseorang mungkin bertanya, 'Seperti apakah rupa Nabi (ﷺ)?' Banyak sahabat yang menggambarkannya, termasuk seorang wanita tua bernama Ummu Ma'bad, yang berkata:
- •
“Aku melihat seorang pria yang tampan dengan wajah yang berseri-seri. Bentuk tubuhnya sempurna, tidak gemuk atau kurus. Dia tidak terlalu pendek atau terlalu tinggi. Dia memiliki mata yang indah dengan bulu mata yang panjang dan alis yang sempurna.
Rambutnya gelap, lehernya panjang, dan janggutnya lebat.”
- •
“Dia mempesona saat berbicara dan terhormat saat dia diam. Ucapannya sangat jelas dan manis. Dia tidak berbicara terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kata-kata keluar dari mulutnya bagaikan mutiara. Dia tidak mengerutkan kening atau mengkritik.”
- •
“Dia memiliki para sahabat yang selalu mendampinginya. Mereka mendengarkan saat dia berbicara dan patuh saat dia memerintah.”

Nabi sebagai Teladan
21Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta dia banyak mengingat Allah.
لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا21

BACKGROUND STORY
- •
Anas bin An-Nadr (RA) adalah seorang sahabat yang mulia yang tidak ikut serta dalam Perang Badar. Ia membuat ikrar: 'Jika aku ikut serta dalam pertempuran lain, aku akan membuktikan kepada Allah betapa setianya aku!'
- •
Setahun kemudian, para penyembah berhala dari Makkah datang menyerang kaum Muslimin di Madinah, sehingga pasukan Muslimin menghadapi mereka di dekat gunung Uhud.
Pada awalnya, kaum Muslimin unggul, sehingga para pemanah meninggalkan posisi mereka di bukit, mengira perang telah usai, meskipun Nabi (ﷺ) telah memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan posisi apa pun yang terjadi.
- •
Ini memberikan Khalid bin Al-Walid (RA), yang saat itu belum memeluk Islam, sebuah kesempatan emas untuk menyerang kaum Muslimin dari belakang. Banyak kaum Muslimin panik dan mulai melarikan diri.
Beberapa orang pemberani seperti Anas bin An-Nadr (RA) tetap teguh pada posisi mereka.
- •
Akhirnya, Anas bin An-Nadr (RA) gugur sebagai syahid dengan lebih dari 80 luka di sekujur tubuhnya. Ayat 23 dari Al-Quran diturunkan untuk menghormati pengorbanan Anas (RA) dan para syuhada lainnya yang seperti beliau.

WORDS OF WISDOM
- •
Ada dua jenis `syahid` (martir) yang berbeda dalam Islam: Mereka yang gugur membela agama dan negaranya, seperti Anas (R.A.) dan Hamzah (R.A.). Mereka diperlakukan sebagai `syahid` di dunia ini dan di akhirat.
Di dunia ini, jenazah mereka tidak dimandikan atau dikafani, dan tidak disalatkan. Di Akhirat, Allah akan memberi pahala dan memuliakan mereka sebagai `syahid`.
- •
Jenis kedua meliputi mereka yang meninggal dunia saat membela diri, rumah, keluarga, atau harta benda mereka. Mereka akan diperlakukan sebagai `syahid` di Akhirat, tetapi di dunia ini, jenazah mereka akan dimandikan, dikafani, dan disalatkan.
Ini juga termasuk orang-orang yang meninggal karena tenggelam, tertimpa reruntuhan rumah, kebakaran, penyakit seperti kanker atau Covid-19, kecelakaan mobil, atau kematian yang menyakitkan lainnya.
Nabi (ﷺ) juga bersabda bahwa seorang wanita yang meninggal saat melahirkan anaknya adalah seorang `syahid`.
Sikap Orang-orang Beriman
22Ketika orang-orang mukmin melihat pasukan musuh, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami." Dan benarlah (apa yang difirmankan) Allah dan Rasul-Nya. Dan hal itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali keimanan dan kepasrahan.
23Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur (syahid), dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu. Dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).
24Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang-orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
وَلَمَّا رَءَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ قَالُواْ هَٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّآ إِيمَٰنٗا وَتَسۡلِيمٗا22
مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٞ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبۡدِيلٗا23
لِّيَجۡزِيَ ٱللَّهُ ٱلصَّٰدِقِينَ بِصِدۡقِهِمۡ وَيُعَذِّبَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ إِن شَآءَ أَوۡ يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورٗا رَّحِيمٗا24
Kekalahan Bala Tentara Musuh
25Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu (kembali) dengan kemarahan mereka, tanpa memperoleh suatu keuntungan pun. Dan Allah mencukupi orang-orang mukmin dalam peperangan itu. Dan Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
26Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa gentar ke dalam hati mereka. Sebagian kamu bunuh dan sebagian lagi kamu tawan.
27Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (juga) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
وَرَدَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِغَيۡظِهِمۡ لَمۡ يَنَالُواْ خَيۡرٗاۚ وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلۡقِتَالَۚ وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزٗا25
وَأَنزَلَ ٱلَّذِينَ ظَٰهَرُوهُم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ مِن صَيَاصِيهِمۡ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعۡبَ فَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ وَتَأۡسِرُونَ فَرِيقٗا26
وَأَوۡرَثَكُمۡ أَرۡضَهُمۡ وَدِيَٰرَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُمۡ وَأَرۡضٗا لَّمۡ تَطَُٔوهَاۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٗا27