Surah 48
Volume 4

Kemenangan

الفَتْح

الفَتْح

Surah Al-Fatḥ for kids content

Ketakaburan Mekah

26Ingatlah ketika orang-orang kafir memenuhi hati mereka dengan kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan mewajibkan kepada mereka kalimat takwa, karena mereka lebih berhak dan pantas mendapatkannya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

إِذۡ جَعَلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَأَلۡزَمَهُمۡ كَلِمَةَ ٱلتَّقۡوَىٰ وَكَانُوٓاْ أَحَقَّ بِهَا وَأَهۡلَهَاۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا26

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Sebelum perjanjian damai Hudaibiyah, Nabi bermimpi bahwa beliau dan para sahabatnya memasuki Masjidil Haram dengan damai dan mencukur rambut mereka (yang dilakukan setelah 'umrah). Ketika beliau menceritakan kepada para sahabatnya, mereka menjadi sangat gembira.

    Namun, ketika para penyembah berhala menghalangi mereka untuk melakukan 'umrah, para sahabat menjadi sangat kecewa. Beberapa orang munafik mulai berkata, "Apa ini?

    Tidak ada rambut yang dicukur, dan tidak ada Masjidil Haram yang dimasuki!" 'Umar mengingatkan Nabi tentang mimpinya, dan Nabi bersabda, "Apakah aku mengatakan itu akan terjadi tahun ini?" 'Umar berkata, "Tidak!" Kemudian Nabi memberitahunya bahwa mereka pasti akan melakukannya, insya Allah.

MIMPI SANG NABI

27Allah pasti akan mewujudkan mimpi Rasul-Nya: insya Allah, kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram dengan aman, ada yang mencukur rambut kepala dan ada yang memendekkannya, tanpa rasa takut. Dia mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, maka Dia memberikan kemenangan yang besar ini kepadamu terlebih dahulu.

48Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk mengunggulkannya atas semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai Saksi.

لَّقَدۡ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡيَا بِٱلۡحَقِّۖ لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمۡ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَۖ فَعَلِمَ مَا لَمۡ تَعۡلَمُواْ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتۡحٗا قَرِيبًا27

48

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Ayat berikut (48:29) menegaskan fakta bahwa Muhammad adalah Rasulullah, bahkan jika para penyembah berhala menantang dan meragukannya. Allah akan selalu mendukungnya. Allah memilih orang-orang terbaik untuk menjadi para sahabatnya.

    Mereka digambarkan dalam Taurat Musa sebagai orang yang tegas terhadap musuh-musuh mereka, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Mereka rukuk dan sujud dalam salat, mengharap keridaan Allah. Wajah mereka bercahaya karena salat.

    Perumpamaan umat Muslim dalam Injil Isa adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tunas (seperti Nabi), lalu tunas itu mengeluarkan cabang-cabang (seperti Khadijah, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Bilal, dan Salman), kemudian tanaman itu tumbuh hari demi hari, menjadi besar dan kuat.

    Anda dan saya adalah bagian dari pohon besar ini yang beranggotakan hampir 2 miliar orang.

  • Illustration
WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Seorang Sahabat adalah seseorang yang bertemu Nabi setidaknya sekali, menerima Islam saat Nabi masih hidup, dan meninggal dalam keadaan Muslim. Para Sahabat adalah generasi terbaik di antara umat Islam, sebagaimana sabda Nabi dalam sebuah hadis. Mereka melihat Nabi.

    Mereka hidup bersama beliau. Mereka salat di belakang beliau. Mereka mendengar perkataan-perkataan beliau. Mereka mendengarkan bacaan Al-Quran beliau. Mereka bepergian bersama beliau. Mereka mendukung beliau. Mereka membela risalah beliau. Mereka membawa Islam ke banyak negara.

    Mereka menyebarkan Al-Quran dan ajaran Islam setelah beliau wafat. Untuk menghormati warisan mereka, kita harus mencintai mereka, mengikuti teladan mereka, mendukung Islam, dan mengajarkan orang lain tentang agama yang indah ini.

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Seseorang mungkin bertanya, "Jika para sahabat adalah generasi Muslim terbaik, mengapa sebagian dari mereka berselisih paham dan bahkan saling berperang?" Untuk menjawab pertanyaan bagus ini, renungkanlah poin-poin berikut: Kita tidak bisa mempertanyakan niat atau ketulusan

    mereka karena kita tidak berada pada tingkat keimanan mereka.

SIDE STORY

SIDE STORY

  • Ayat 29 sangat istimewa bagi saya. Sekitar musim panas tahun 1999, saya memiliki teman sekamar dari Amerika. Dia sering mengolok-olok kemampuan saya mengetik dalam bahasa Inggris.

    Saat itu, saya masih baru mengenal komputer, jadi saya kesulitan mencari huruf-huruf dengan satu jari. Saya mungkin mengetik 4-5 kata per menit, ma-sha-Allah (atau haruskah saya katakan a'uzu-billah?).

    Saya berkata pada diri sendiri, "Saya harus melakukan sesuatu tentang ini." Saya tidak tahu ada tempat lokal di mana saya bisa belajar mengetik di keyboard, jadi saya mendaftar kelas mengetik. Saya berlatih 3 kali seminggu.

    Saya melatih diri saya dengan sangat baik tentang cara menemukan tombol-tombol pada mesin tik. Saya menghafalnya. Mereka terprogram dalam otak saya. Kemudian, saya menabung sebagian uang dari pekerjaan terjemahan saya, dan memutuskan untuk membeli komputer pertama saya.

    Mengetahui bahwa beberapa tombol pada keyboard berbeda dengan yang ada pada mesin tik adalah mimpi buruk. Perjuangannya nyata, karena lebih mudah mempelajari sesuatu yang baru daripada melupakan sesuatu yang lama. Tapi saya tidak menyerah.

    Kemudian kebetulan seseorang memberi saya hadiah CD yang mengajarkan mengetik, jadi saya menggunakannya untuk berlatih. Akhirnya, usaha itu membuahkan hasil, dan saya bisa mengetik rata-rata 40-50 kata per menit, menggunakan semua jari saya, tanpa melihat keyboard.

    Saat itu saya mungkin mengetik lebih cepat daripada teman sekamar saya. Tapi saya ingin membawanya ke tingkat berikutnya: saya belajar sendiri cara mengetik dalam bahasa Arab—sesuatu yang tidak bisa dia lakukan. Bagaimana saya melakukannya?

    Inilah rahasianya: Saya berlatih dengan ayat 48:29, karena ayat tersebut memiliki semua 29 huruf abjad Arab.

  • Illustration

Gambaran Orang-orang Beriman dalam Taurat dan Injil

29Muhammad adalah Utusan Allah. Dan orang-orang yang bersamanya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat. Dan perumpamaan mereka dalam Injil adalah seperti benih tanaman yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu menjadi kuat, lalu menjadi tebal, dan tegak lurus di atas batangnya, menyenangkan hati para penanamnya. Dengan demikian Allah hendak menjadikan orang-orang kafir jengkel terhadap mereka. Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.

مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ سِيمَاهُمۡ فِي وُجُوهِهِم مِّنۡ أَثَرِ ٱلسُّجُودِۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمۡ فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِۚ وَمَثَلُهُمۡ فِي ٱلۡإِنجِيلِ كَزَرۡعٍ أَخۡرَجَ شَطۡ‍َٔهُۥ فَ‍َٔازَرَهُۥ فَٱسۡتَغۡلَظَ فَٱسۡتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعۡجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلۡكُفَّارَۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنۡهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمَۢا29