Surah 24
Volume 3

Cahaya

النُّور

النُّور

Surah An-Nûr for kids content

Mohon Izin Masuk

58Wahai orang-orang yang beriman!

Hendaklah budak-budak yang kamu miliki dan anak-anakmu yang belum balig meminta izin kepadamu untuk masuk pada tiga waktu: sebelum salat Subuh, ketika kamu menanggalkan pakaianmu

(untuk istirahat) di tengah hari, dan setelah salat Isya.

Itulah tiga aurat (waktu pribadi) bagi kamu.

Tidak ada dosa atasmu dan tidak pula atas mereka selain dari (waktu-waktu) itu, untuk keluar masuk (berinteraksi bebas) di antara kamu.

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu.

Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

59Apabila anak-anakmu telah mencapai usia balig, hendaklah mereka meminta izin (untuk masuk), sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka (orang dewasa) meminta izin.

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu.

Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِيَسۡتَ‍ٔۡذِنكُمُ ٱلَّذِينَ مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ وَٱلَّذِينَ لَمۡ يَبۡلُغُواْ ٱلۡحُلُمَ مِنكُمۡ ثَلَٰثَ مَرَّٰتٖۚ مِّن قَبۡلِ صَلَوٰةِ ٱلۡفَجۡرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ ٱلظَّهِيرَةِ وَمِنۢ بَعۡدِ صَلَوٰةِ ٱلۡعِشَآءِۚ ثَلَٰثُ عَوۡرَٰتٖ لَّكُمۡۚ لَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ وَلَا عَلَيۡهِمۡ جُنَاحُۢ بَعۡدَهُنَّۚ طَوَّٰفُونَ عَلَيۡكُم بَعۡضُكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ58

وَإِذَا بَلَغَ ٱلۡأَطۡفَٰلُ مِنكُمُ ٱلۡحُلُمَ فَلۡيَسۡتَ‍ٔۡذِنُواْ كَمَا ٱسۡتَ‍ٔۡذَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ59

Kesopanan untuk Wanita Lanjut Usia

60Adapun wanita-wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah lagi, maka tidak ada dosa atas mereka menanggalkan pakaian luar mereka tanpa

menampakkan perhiasan mereka.

Tetapi memelihara diri (dengan tetap memakai pakaian luar) adalah lebih baik bagi mereka.

Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

وَٱلۡقَوَٰعِدُ مِنَ ٱلنِّسَآءِ ٱلَّٰتِي لَا يَرۡجُونَ نِكَاحٗا فَلَيۡسَ عَلَيۡهِنَّ جُنَاحٌ أَن يَضَعۡنَ ثِيَابَهُنَّ غَيۡرَ مُتَبَرِّجَٰتِۢ بِزِينَةٖۖ وَأَن يَسۡتَعۡفِفۡنَ خَيۡرٞ لَّهُنَّۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيم60

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Ayat 61 menyatakan bahwa diperbolehkan bagi orang buta, orang cacat, dan orang sakit untuk tidak ikut berbaris bersama pasukan Muslim.

  • Juga, sebagian Muslim dahulu biasa memberikan kunci rumah mereka kepada salah satu dari mereka yang tidak dapat bergabung dengan pasukan (seperti orang buta, orang cacat, atau

    orang sakit) atau kerabat mereka sendiri, dan meminta mereka untuk masuk ke rumah mereka dan makan kapan saja, tetapi orang-orang ini merasa segan untuk melakukannya.

    {Imam Ibnu Katsir}

Keringanan Diberikan

61Tidak ada dosa atas orang buta, tidak (pula) atas orang pincang, tidak (pula) atas orang sakit.

Dan tidak (pula) atas diri kalian, jika kalian makan dari rumah-rumah kalian sendiri, atau rumah bapak-bapak kalian, atau rumah ibu-ibu kalian, atau rumah saudara-saudara kalian,

atau rumah saudari-saudari kalian, atau rumah paman-paman kalian (dari pihak bapak), atau rumah bibi-bibi kalian (dari pihak bapak), atau rumah paman-paman kalian (dari pihak ibu),

atau rumah bibi-bibi kalian (dari pihak ibu), atau rumah yang kalian kuasai kuncinya, atau rumah teman-teman kalian.

Tidak ada dosa bagi kalian makan bersama-sama atau sendiri-sendiri.

Maka apabila kalian memasuki rumah-rumah, ucapkanlah salam (kepada penghuninya, yaitu) salam yang diberkahi lagi baik dari sisi Allah.

Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mengerti.

لَّيۡسَ عَلَى ٱلۡأَعۡمَىٰ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡأَعۡرَجِ حَرَجٞ وَلَا عَلَى ٱلۡمَرِيضِ حَرَجٞ وَلَا عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَن تَأۡكُلُواْ مِنۢ بُيُوتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ ءَابَآئِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أُمَّهَٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ إِخۡوَٰنِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَخَوَٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَعۡمَٰمِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ عَمَّٰتِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ أَخۡوَٰلِكُمۡ أَوۡ بُيُوتِ خَٰلَٰتِكُمۡ أَوۡ مَا مَلَكۡتُم مَّفَاتِحَهُۥٓ أَوۡ صَدِيقِكُمۡۚ لَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَن تَأۡكُلُواْ جَمِيعًا أَوۡ أَشۡتَاتٗاۚ فَإِذَا دَخَلۡتُم بُيُوتٗا فَسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ تَحِيَّةٗ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةٗ طَيِّبَةٗۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ61

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Ayat berikut diturunkan untuk mengoreksi beberapa praktik yang tidak dapat diterima dari sebagian sahabat, terutama dalam berinteraksi dengan Nabi (ﷺ).

    Ketika Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya sedang menggali Parit (Khandaq) untuk melindungi Madinah dari Pasukan Musuh, beberapa orang munafik biasa menyelinap pergi tanpa izin Nabi.

    Beberapa dari mereka akan menyelinap keluar dari masjid ketika Nabi (ﷺ) sedang menyampaikan khutbah (ceramah) pada hari Jumat.

    Mereka akan bersembunyi di balik sahabat lain lalu menyelinap pergi ketika mendapat kesempatan.

    Ketika Nabi (ﷺ) menyerukan pertemuan umum, mereka tidak menanggapi undangan itu dengan serius.

    Beberapa dari mereka biasa memanggil Nabi dengan namanya, mengatakan 'Wahai Muhammad!

    '

  • Ayat 62-63 diturunkan, menginstruksikan orang-orang beriman untuk tetap bersama Nabi (ﷺ) ketika beliau sedang mengurus urusan publik, untuk tetap tinggal selama khutbah, untuk

    menanggapi undangannya dengan serius, dan untuk menunjukkan rasa hormat ketika mereka berbicara kepadanya.

    Allah sendiri tidak pernah berfirman, 'Wahai Muhammad' dalam Al-Quran.

    Sebaliknya, Dia selalu berfirman, 'Wahai Nabi' atau 'Wahai Rasul.

    ' {Imam Ibn Kathir & Imam Al-Baghawi}

  • Illustration

Mengikuti Jejak Nabi

62Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka bersama-sama dengan dia dalam suatu urusan yang

memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya.

Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) itulah orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena suatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada

Allah.

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

63Janganlah kamu menjadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain.

Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang keluar (dari majelis Rasul) secara sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (di balik orang lain).

Maka hendaklah berhati-hati orang-orang yang menyalahi perintahnya, agar mereka tidak ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَإِذَا كَانُواْ مَعَهُۥ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ جَامِعٖ لَّمۡ يَذۡهَبُواْ حَتَّىٰ يَسۡتَ‍ٔۡذِنُوهُۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَ‍ٔۡذِنُونَكَ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۚ فَإِذَا ٱسۡتَ‍ٔۡذَنُوكَ لِبَعۡضِ شَأۡنِهِمۡ فَأۡذَن لِّمَن شِئۡتَ مِنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمُ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ62

لَّا تَجۡعَلُواْ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيۡنَكُمۡ كَدُعَآءِ بَعۡضِكُم بَعۡضٗاۚ قَدۡ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمۡ لِوَاذٗاۚ فَلۡيَحۡذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ يُصِيبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٌ63

Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu

64Sesungguhnya, milik Allahlah segala yang ada di langit dan di bumi.

Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Dan pada hari (ketika) mereka dikembalikan kepada-Nya, Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قَدۡ يَعۡلَمُ مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ وَيَوۡمَ يُرۡجَعُونَ إِلَيۡهِ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمُۢ64

How to study Surah An-Nûr with children

Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.

Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia. Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.

Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian. Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.

Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab. Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.

Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian. Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.