Barisan-Barisan
الصَّافَّات
الصَّافّات
Surah Aṣ-Ṣâffât for kids content

LEARNING POINTS
- •
Surah ini menyoroti beberapa kebenaran dasar, termasuk keesaan Allah, kehidupan akhirat, dan kenabian Muhammad (ﷺ).
- •
Kisah-kisah kaum Nuh, Ibrahim, Lut, dan Ilyas (A.S.) disebutkan sebagai peringatan bagi orang-orang kafir karena menolak kebenaran.
- •
Para penyembah berhala dicela karena menyebut Nabi (ﷺ) sebagai penyair gila, mengklaim bahwa malaikat adalah putri-putri Allah, dan karena mengolok-olok kehidupan akhirat.
- •
Pintu rahmat Allah selalu terbuka, sebagaimana yang dapat kita lihat dalam kisah kaum Yunus (A.S.).
- •
Surah ini memberikan rincian lebih lanjut tentang hukuman bagi orang-orang kafir dan pahala bagi orang-orang beriman di Akhirat.
- •
Orang-orang kafir akan begitu terkejut pada Hari Kiamat sehingga mereka tidak akan mampu saling menolong atau bahkan menolong diri mereka sendiri.
- •
Nabi (ﷺ) diberitahu bahwa para rasul Allah selalu menang pada akhirnya.

Tuhan Yang Esa
Langit Dihiasi dan Dijaga
Pertanyaan kepada Para Penyangkal Akhirat
Para Pendusta pada Hari Kiamat
Para Penyesat Melawan Para Tersesat
Peringatan kepada Para Penyembah Berhala
Pahala Orang Beriman

BACKGROUND STORY
- •
Dahulu ada dua orang teman yang memutuskan untuk memisahkan usaha mereka. Salah seorang dari mereka adalah seorang mukmin yang biasa bersedekah, berharap mendapatkan pahala di Akhirat. Yang lainnya mengingkari kehidupan setelah kematian dan biasa mengolok-olok mukmin tersebut.
- •
Orang kafir itu akan berkata, 'Apakah kamu sudah gila? Apakah kamu benar-benar percaya pada hal-hal 'Akhirat' ini? Apakah kita sungguh akan dihisab setelah kita mati dan jasad kita membusuk di dalam kubur?' Dia terus mendesak mukmin itu untuk mengingkari hisab, tetapi mukmin itu tidak pernah goyah.
- •
Akhirnya, mereka berdua meninggal dunia. Mukmin itu berakhir di Jannah (Surga) dan orang yang ingkar itu berakhir di Neraka. Ayat 51-59 menceritakan kepada kita reaksi mukmin itu ketika dia melihat rekan bisnisnya di dalam Api.
Penghuni Jannah Mengobrol

BACKGROUND STORY
- •
Abu Jahl dan para penyembah berhala Mekah lainnya mengolok-olok Nabi (ﷺ) ketika beliau memperingatkan mereka tentang Zaqqum, sebuah pohon mengerikan yang tumbuh dari kedalaman Neraka. Mereka berkata, 'Bagaimana bisa sebuah pohon tumbuh di Neraka?'
- •
Abu Jahl berkata kepada para penyembah berhala lainnya, 'Zaqqum ini tidak lebih dari kurma lezat dengan mentega!' Kemudian turunlah ayat 62-65, yang menyatakan bahwa pohon ini berpenampilan dan berasa mengerikan.
Hidangan bagi Penghuni Neraka

Mengikuti Buta
NABI NUH
Nabi Ibrahim

BACKGROUND STORY
- •
Ibrahim (AS) adalah salah satu nabi terbesar, yang menghabiskan hidupnya dalam pengabdian kepada Allah. Ketika usianya mencapai 86 tahun, ia sangat mendambakan keturunan, sehingga ia berdoa untuk seorang anak yang saleh. Akhirnya, Allah memberkahinya dengan Isma'il (AS).
- •
Tentu saja, Ibrahim (AS) mencintai putranya dengan sepenuh hati. Suatu malam, ia bermimpi menyembelih putra satu-satunya (yang kini berusia 13 tahun). Ia melihat mimpi ini beberapa kali, maka ia bertanya kepada Isma'il (AS), 'Apa yang harus kita lakukan?' Isma'il (AS) menjawab, 'Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah!'
- •
Ketika Ibrahim (AS) dan putranya bersiap untuk berkurban, Allah memanggilnya: 'Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Kini engkau telah menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada Kami, maka putramu dikembalikan kepadamu!' Kemudian seekor domba jantan diturunkan dari surga dan dijadikan kurban sebagai gantinya. Kita menghormati kisah ini setiap tahun saat Iduladha.


WORDS OF WISDOM
- •
Seseorang mungkin bertanya, 'Siapakah yang akan dikorbankan: Isma'il atau Ishaq (A.S.)?' Jawaban singkatnya adalah Isma'il (A.S.), dengan alasan-alasan berikut. Kisah dalam ayat 100-111 berbicara tentang perintah kepada Ibrahim (A.S.) untuk mengorbankan putranya. Setelah kisah itu selesai, Ibrahim (A.S.) dianugerahi putra kedua, Ishaq (A.S.), sesuai dengan ayat 112.
- •
Ibrahim (A.S.) diperintahkan untuk mengorbankan putra pertamanya. Ishaq (A.S.) adalah putra keduanya. Kisah pengorbanan itu terjadi di Makkah, tempat Isma'il (A.S.) tinggal. Ishaq (A.S.) tidak pernah datang ke Makkah.
- •
Dalam Surah Hud (11:71), Sarah, istri pertama Ibrahim (A.S.), diberitahu oleh para malaikat bahwa ia akan memiliki seorang putra bernama Ishaq (A.S.), yang akan tumbuh dewasa dan memiliki seorang putra bernama Ya'qub (A.S.). Ibrahim (A.S.) berusia 99 tahun pada waktu itu. Putra yang akan dikorbankan adalah seorang pemuda, jadi pastilah itu Isma'il (A.S.).


WORDS OF WISDOM
- •
Nama-nama banyak nabi dan tokoh dalam Al-Quran membawa makna yang mendalam yang berakar pada bahasa aslinya seperti Aram, Ibrani, dan Mesir kuno. Makna-makna ini sering kali mencerminkan kualitas atau kisah seseorang, menambahkan lapisan pemahaman yang lebih dalam pada narasi mereka.
- •
Nama-nama yang melambangkan iman dan harapan meliputi: **Ibrahim** (A.S.), yang berarti 'teladan,' dan **Ishaq** (A.S.), 'yang tersenyum.' Nama-nama yang berkaitan dengan keramahan dan jawaban ilahi adalah **Yusuf** (A.S.), 'yang menjamu,' dan **Isma'il** (A.S.), 'Tuhan mendengar.'
- •
Kesabaran dan ketekunan tercermin dalam nama-nama **Nuh** (A.S.), 'yang tetap bertahan,' dan **Aiyub** (A.S.), 'yang ditimpa bahaya,' menyoroti keteguhan mereka dalam menghadapi tantangan.
- •
Nama-nama lain menekankan peran-peran tertentu: **Musa** (A.S.) berarti 'anak laki-laki kecil/putra,' mengingat masa kecilnya, dan **Dawood** (A.S.) berarti 'pria perkasa,' menandakan kekuatan dan wewenangnya.
- •
Nama-nama seperti **Jibril** (A.S.), 'yang memiliki kekuatan besar,' dan **Maryam** (A.S.), 'yang berserah diri dalam ibadah,' menggarisbawahi peran ilahi dan pengabdian mendalam mereka.
- •
Akhirnya, **Firaun** dan **Qarun** mencerminkan konsep-konsep duniawi. 'Firaun' berarti 'rumah yang agung,' melambangkan keagungan, sementara 'Qarun' berarti 'orang yang sarat dengan kekayaan,' menggambarkan fokus duniawi dari karakternya.