Wanita
النِّسَاء
النِّسَاء
Surah An-Nisâ' for kids content

WORDS OF WISDOM
- •
Menurut ayat 28, manusia diciptakan lemah, tidak sabar, dan tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya.
Kelemahan fisik kita menjadi jelas ketika kita membandingkan perkembangan dan kekuatan kita dengan makhluk lain.
Sebagai permulaan, bayi manusia membutuhkan setidaknya 3 bulan untuk mengangkat kepala mereka, sekitar satu tahun untuk bisa berjalan, dan beberapa bahkan mungkin membutuhkan
beberapa tahun hanya untuk meninggalkan tempat tidur orang tua mereka!
Namun, anak kuda dapat berlari dalam hitungan jam setelah lahir.
Bayi penyu mampu berenang hanya satu atau dua hari setelah menetas, sementara burung bluebird dapat terbang keluar dari sarangnya dalam dua minggu.
- •
Terlebih lagi, beberapa makhluk memiliki kekuatan super yang tidak dapat kita tandingi.
Berikut adalah beberapa fakta menarik dari National Geographic: Satu paus biru seberat 200 ton setara dengan 40 gajah (masing-masing seberat 5 ton) atau 2.
667 manusia (masing-masing seberat 70 kg).
Seekor semut tunggal dapat membawa 50 kali berat badannya sendiri.
Untuk menyamai ini, seorang manusia (dengan berat 80 kg) harus membawa 4.
000 kg.
Kutu kecil dapat melompat 150 kali panjang tubuhnya sendiri.
Seorang manusia setinggi 2 meter perlu melompat 300 meter untuk menyamai seekor kutu.
Kuda laut dapat melahirkan rata-rata 1.
500 bayi sekaligus.
Makhluk kecil yang dikenal sebagai beruang air (atau tardigrade) dapat bertahan hidup dalam dingin dan panas ekstrem dan bahkan dapat bertahan hidup di luar angkasa.
Ia dapat bertahan tanpa makanan atau air selama bertahun-tahun.
Sebagai perbandingan, sebagian orang mungkin berpikir bahwa mereka akan mati jika berpuasa selama beberapa jam di bulan Ramadan!
- •
Meskipun kita bukan yang terbesar, terkuat, atau tercepat dibandingkan dengan banyak makhluk lain, Allah telah memberkahi kita dengan kecerdasan superior dan kehendak bebas.
Dia menempatkan kita sebagai penanggung jawab bumi dan memerintahkan kita untuk melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang salah.

SIDE STORY
- •
Surah ini banyak berbicara tentang rahmat Allah.
Kecuali Surah 9, semua surah dimulai dengan basmalah untuk mengingatkan kita bahwa Dia memang Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang).
Dalam ayat 26-28, Allah berfirman bahwa Dia selalu menunjukkan rahmat kepada manusia dan meringankan beban mereka, karena Dia tahu bahwa mereka diciptakan dalam keadaan lemah.
- •
Ini mengingatkan saya pada sebuah kisah yang sangat emosional yang terjadi pada seorang saudara Muslim di Kanada.
Putri kecilnya sakit parah, dan akhirnya rumah sakit harus memasangnya pada alat bantu hidup.
Pada suatu titik, para dokter memberitahunya dan istrinya bahwa putri mereka tidak akan pernah pulih dan harus dilepaskan dari alat bantu hidup—yang berarti dia akan meninggal tak
lama setelah itu.
Sang ayah menolak untuk menandatangani dokumen-dokumen itu.
Seminggu berlalu, tetapi dia tetap tidak bisa melakukannya.
Itu adalah masa yang sangat menegangkan baginya dan keluarganya.
Akhirnya, setelah menyadari bahwa kondisi putrinya semakin memburuk, dia berdoa memohon rahmat Allah dan mengambil pena untuk menandatangani dokumen-dokumen itu.
Tangannya mulai gemetar ketika dokter menunjukkan kepadanya tempat untuk menandatangani.
Tiba-tiba, seorang perawat bergegas masuk ke ruangan untuk memberitahunya bahwa tidak perlu menandatangani karena putrinya baru saja meninggal dengan sendirinya.
Sang ayah menjatuhkan pena dan bersujud untuk berterima kasih kepada Allah atas rahmat-Nya selama momen yang intens itu.
Hikmah di Balik Semua Aturan Ini
26Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh), dan (hendak) menerima tobatmu.
Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
27Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).
28Dan Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.
يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُبَيِّنَ لَكُمۡ وَيَهۡدِيَكُمۡ سُنَنَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ وَيَتُوبَ عَلَيۡكُمۡۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ26
وَٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيۡكُمۡ وَيُرِيدُ ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلشَّهَوَٰتِ أَن تَمِيلُواْ مَيۡلًا عَظِيمٗا27
يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمۡۚ وَخُلِقَ ٱلۡإِنسَٰنُ ضَعِيفٗا28
Nasihat bagi Kaum Mukmin
29Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu.
Dan janganlah kamu membunuh dirimu.
Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.
30Dan barang siapa berbuat demikian secara permusuhan dan kezaliman, maka kelak Kami akan memasukkannya ke dalam api neraka.
Yang demikian itu sangat mudah bagi Allah.
31Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang bagimu, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecilmu) dan Kami masukkan kamu ke tempat masuk yang mulia (surga).
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٖ مِّنكُمۡۚ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا29
وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنٗا وَظُلۡمٗا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا30
إِن تَجۡتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَئَِّاتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡكُم مُّدۡخَلٗا كَرِيمٗا31
Hukum Waris: Jangan Iri Hati
32Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.
Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan.
Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
33Dan untuk masing-masing (harta peninggalan) yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami telah menetapkan ahli warisnya.
Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, berikanlah kepada mereka bagiannya.
Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
وَلَا تَتَمَنَّوۡاْ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعۡضَكُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖۚ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٞ مِّمَّا ٱكۡتَسَبُواْۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٞ مِّمَّا ٱكۡتَسَبۡنَۚ وَسَۡٔلُواْ ٱللَّهَ مِن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا32
وَلِكُلّٖ جَعَلۡنَا مَوَٰلِيَ مِمَّا تَرَكَ ٱلۡوَٰلِدَانِ وَٱلۡأَقۡرَبُونَۚ وَٱلَّذِينَ عَقَدَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡ فََٔاتُوهُمۡ نَصِيبَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدًا33

WORDS OF WISDOM
- •
Bagian berikut membahas situasi di mana istri berbuat nusyuz, tidak menghormati suaminya, tidak menunaikan hak-hak suaminya, atau memiliki hubungan terlarang dengan pria lain.
Sebagai pelindung dan penanggung jawab keluarga, suami berhak mengambil langkah-langkah berikut:
- •
1.
Menasihati dan memperingatkan istrinya.
- •
2.
Jika ini tidak berhasil, maka ia dapat memisahkan tempat tidur dengannya.
- •
3.
Namun jika ini tidak berhasil, maka ia dapat mendisiplinkannya.
Tujuannya adalah untuk menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap perilaku buruk istrinya, bukan untuk melakukan kekerasan terhadapnya.
Dalam khutbah wada'nya, Nabi menasihati umatnya untuk berbuat baik kepada wanita mereka.
Beliau sendiri tidak pernah memukul wanita atau seorang pelayan.
Jika suami tidak adil atau melakukan kekerasan terhadap istrinya, ia dapat meminta bantuan dari walinya atau mengajukan cerai.
(Imam Ibnu Katsir & Imam Al-Qurtubi)
Para Suami sebagai Pemberi Nafkah dan Pelindung
34Para suami adalah pemimpin bagi istri-istri mereka, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki)
menafkahi istri-istri mereka dengan harta mereka.
Maka istri-istri yang salehah adalah yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka.
Istri-istri yang kamu khawatirkan berbuat nusyuz, nasihatilah mereka; dan jika mereka tetap berbuat demikian, pisahkanlah tempat tidur mereka; dan (jika masih juga) pukullah
mereka.
Kemudian jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.
Sungguh, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.
35Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya (suami-istri), maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan.
Jika kedua juru damai itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu.
Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ وَبِمَآ أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ وَٱلَّٰتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهۡجُرُوهُنَّ فِي ٱلۡمَضَاجِعِ وَٱضۡرِبُوهُنَّۖ فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيّٗا كَبِيرٗا34
وَإِنۡ خِفۡتُمۡ شِقَاقَ بَيۡنِهِمَا فَٱبۡعَثُواْ حَكَمٗا مِّنۡ أَهۡلِهِۦ وَحَكَمٗا مِّنۡ أَهۡلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصۡلَٰحٗا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيۡنَهُمَآۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرٗا35

SIDE STORY
- •
Suatu hari, Nabi meminta Abdullah bin Mas'ud untuk membacakan beberapa ayat Al-Qur'an kepadanya.
Ibnu Mas'ud berkata, 'Bagaimana aku bisa melakukan itu, padahal ia diturunkan kepadamu?
' Nabi menjawab, 'Aku suka mendengarnya dari orang lain.
' Maka, Ibnu Mas'ud mulai membaca dari awal surah ini.
Ketika ia sampai pada ayat 41, Nabi berkata kepadanya, 'Cukup.
' Ibnu Mas'ud berkata ia melihat kepada Nabi dan melihat kedua mata beliau mengalirkan air mata.
(Imam Al-Bukhari & Imam Muslim)

WORDS OF WISDOM
- •
Ayat 36-40 mengkritik orang-orang yang enggan berbagi dengan sesama dan tidak berinfak di jalan Allah, padahal seluruh kekayaan mereka hanya berasal dari-Nya.
Orang-orang seperti itu mengabaikan fakta bahwa suatu hari mereka akan mati dan meninggalkan segalanya.
Orang-orang yang bijaksana seharusnya bersyukur bahwa Allah telah memberkahi mereka dengan kekayaan, membimbing mereka untuk berinfak, dan menjanjikan pahala atas infak mereka.
Membantu sesama dan meringankan kesulitan mereka adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan sebagai seorang Muslim.
- •
Nabi bersabda, "Barang siapa menghilangkan satu kesulitan dunia dari seorang mukmin, Allah akan menghilangkan satu kesulitan hari kiamat dari orang tersebut.
Barang siapa memudahkan urusan orang yang sedang dalam kesulitan, Allah akan memudahkan urusan orang tersebut di dunia dan akhirat.
Dan barang siapa menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aib orang tersebut di dunia dan akhirat.
Allah akan senantiasa menolong seseorang selama orang tersebut menolong sesamanya.
Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Jannah.
Jika suatu kelompok berkumpul di masjid untuk membaca dan mempelajari Kitabullah bersama-sama, ketenangan akan turun atas mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat akan
mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisi-Nya.
Adapun orang-orang yang tertinggal dalam amal kebaikannya, garis keturunan bangsawan mereka tidak akan memajukan mereka.
" (Imam Muslim)


SIDE STORY
- •
Joha adalah seorang pria kaya, tetapi dia tidak suka berbagi.

SIDE STORY
- •
Seperti Joha, Hamzah selalu menyimpan segala sesuatu untuk dirinya sendiri.
Meskipun Allah menganugerahinya kekayaan yang melimpah, ia tidak berinfak ke masjid atau amal kebaikan lainnya.
Ia begitu mencintai uang sampai-sampai ia tidak memakainya untuk menjalani hidup yang nyaman.
Suatu hari, temannya Zaki bertanya kepadanya, "Hamzah!
Apa yang kamu lakukan saat musim dingin tiba dan rumahmu terasa dingin?
" Ia menjawab, "Tentu saja, aku meletakkan pemanas listrik di kamarku.
" Temannya kemudian bertanya, "Bagaimana jika udara menjadi jauh lebih dingin?
" Hamzah menjawab, "Aku duduk lebih dekat ke pemanas.
" Lagi-lagi, temannya bertanya, "Bagaimana jika udara menjadi begitu dingin hingga kamu bisa membeku sampai mati?
" Hamzah berkata, "Kalau begitu, aku akan menyalakan pemanasnya!
"
Peringatan kepada Orang-orang yang Ingkar
36Sembahlah Allah saja dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.
Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu
miliki.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.
37(Yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepada mereka.
Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir azab yang menghinakan.
38(Dan juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya' dan tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari akhir.
Barang siapa menjadikan setan sebagai teman karib, maka (ketahuilah) dia adalah teman karib yang seburuk-buruknya.
39Dan apakah keberatan bagi mereka jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhir serta menginfakkan sebagian dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka?
Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka.
40Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seseorang walaupun seberat zarrah.
Dan jika ada kebajikan, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan pahala yang besar dari sisi-Nya.
41Maka bagaimana jadinya apabila Kami mendatangkan seorang saksi dari setiap umat, dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka?
42Pada hari itu, orang-orang yang kafir kepada Allah dan mendurhakai Rasul, ingin agar bumi diratakan atas mereka.
Dan mereka tidak akan dapat menyembunyikan sesuatu pun dari Allah.
وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا وَبِذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡيَتَٰمَىٰ وَٱلۡمَسَٰكِينِ وَٱلۡجَارِ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَٱلۡجَارِ ٱلۡجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلۡجَنۢبِ وَٱبۡنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخۡتَالٗا فَخُورًا36
ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ وَيَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِ وَيَكۡتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَأَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٗا مُّهِينٗا37
وَٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۗ وَمَن يَكُنِ ٱلشَّيۡطَٰنُ لَهُۥ قَرِينٗا فَسَآءَ قَرِينٗا38
وَمَاذَا عَلَيۡهِمۡ لَوۡ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِهِمۡ عَلِيمًا39
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖۖ وَإِن تَكُ حَسَنَةٗ يُضَٰعِفۡهَا وَيُؤۡتِ مِن لَّدُنۡهُ أَجۡرًا عَظِيمٗا40
فَكَيۡفَ إِذَا جِئۡنَا مِن كُلِّ أُمَّةِۢ بِشَهِيدٖ وَجِئۡنَا بِكَ عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ شَهِيدٗا41
يَوۡمَئِذٖ يَوَدُّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَعَصَوُاْ ٱلرَّسُولَ لَوۡ تُسَوَّىٰ بِهِمُ ٱلۡأَرۡضُ وَلَا يَكۡتُمُونَ ٱللَّهَ حَدِيثٗا42

WORDS OF WISDOM
- •
Umat Islam wajib bersuci sebelum salat.
Jika seseorang tidak menemukan air atau tidak dapat menggunakannya karena sakit atau cuaca dingin, maka mereka diperbolehkan menyentuh tanah atau pasir yang suci dengan telapak
tangan mereka sekali, lalu meniup kedua tangan mereka dan mengusap wajah serta kedua tangan mereka.
Hukum ini disebut **tayammum**.
Bersuci Sebelum Salat
43Wahai orang-orang yang beriman!
Janganlah kamu salat sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (dan jangan pula menghampiri salat) sedang kamu dalam keadaan junub (berhadas
besar), kecuali sekadar berlalu (melintasi masjid), hingga kamu mandi (wajib) terlebih dahulu.
Dan jika kamu sakit, atau dalam perjalanan, atau kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan (istri), lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan
tanah yang baik (bersih); usaplah mukamu dan tanganmu.
Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقۡرَبُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنتُمۡ سُكَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَعۡلَمُواْ مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغۡتَسِلُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا43

BACKGROUND STORY
- •
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, sebagian Yahudi di Madinah sering mengejek Nabi dengan memutarbalikkan kata-kata.
Alih-alih mengucapkan 'ra'ina' (berikan kami perhatian lebih), mereka akan membuatnya terdengar seperti 'orang bodoh kami'.
Mereka akan dengan lantang menyatakan, 'Kami mendengar,' lalu berbisik, 'Tetapi kami tidak patuh!
' dan berkata, 'Dengarkan kami,' lalu dengan pelan menambahkan, 'Semoga engkau tidak pernah mendengar!
' Mereka secara pribadi saling berkata, 'Jika orang ini benar-benar seorang nabi, dia akan tahu bahwa kami mengejeknya.
' Akibatnya, ayat 46 diturunkan, menawarkan frasa alternatif yang tidak dapat diputarbalikkan.
(Imam Ibnu Katsir & Imam Al-Qurtubi)
Peringatan Terhadap Yahudi yang Ingkar
44Tidakkah engkau melihat, wahai Nabi, orang-orang yang telah diberi sebagian dari Kitab, namun menukarnya dengan kesesatan dan ingin melihatmu menyimpang dari Jalan yang Lurus?
45Allah Maha Mengetahui siapa musuh-musuhmu!
Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung, dan cukuplah Dia sebagai Penolong.
46Sebagian orang Yahudi memutarbalikkan perkataan dari tempat-tempatnya dan berkata, "Kami dengar dan kami durhaka," serta "Dengarlah!
Semoga engkau tidak mendengar apa-apa," dan "Ra'ina!
"—dengan memutarbalikkan lidah mereka dan mencela agama.
Sekiranya mereka berkata, "Kami dengar dan kami patuh," dan "Dengarkanlah kami," serta "Unzurna," tentu itu lebih baik bagi mereka dan lebih pantas.
Akan tetapi Allah telah melaknat mereka karena kekafiran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman.
47Wahai orang-orang yang telah diberi Kitab!
Berimanlah kepada apa yang telah Kami turunkan, yang membenarkan Kitab-kitab kalian, sebelum Kami menghapus wajah-wajah kalian, lalu Kami membalikkannya ke belakang, atau Kami
melaknat mereka sebagaimana Kami melaknat para pelanggar hari Sabat.
Dan ketetapan Allah pasti terlaksana.
48Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan-Nya, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.
Dan barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبٗا مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ يَشۡتَرُونَ ٱلضَّلَٰلَةَ وَيُرِيدُونَ أَن تَضِلُّواْ ٱلسَّبِيلَ44
٤٤ وَٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِأَعۡدَآئِكُمۡۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَلِيّٗا وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ نَصِيرٗا45
مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُواْ يُحَرِّفُونَ ٱلۡكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِۦ وَيَقُولُونَ سَمِعۡنَا وَعَصَيۡنَا وَٱسۡمَعۡ غَيۡرَ مُسۡمَعٖ وَرَٰعِنَا لَيَّۢا بِأَلۡسِنَتِهِمۡ وَطَعۡنٗا فِي ٱلدِّينِۚ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَا وَٱسۡمَعۡ وَٱنظُرۡنَا لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡ وَأَقۡوَمَ وَلَٰكِن لَّعَنَهُمُ ٱللَّهُ بِكُفۡرِهِمۡ فَلَا يُؤۡمِنُونَ إِلَّا قَلِيلٗا46
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ ءَامِنُواْ بِمَا نَزَّلۡنَا مُصَدِّقٗا لِّمَا مَعَكُم مِّن قَبۡلِ أَن نَّطۡمِسَ وُجُوهٗا فَنَرُدَّهَا عَلَىٰٓ أَدۡبَارِهَآ أَوۡ نَلۡعَنَهُمۡ كَمَا لَعَنَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلسَّبۡتِۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولًا47
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا48
Peringatan untuk Yahudi yang Ingkar
49Tidakkah engkau (wahai Nabi) melihat orang-orang yang menganggap diri mereka suci?
Tidak!
Allah-lah yang menyucikan siapa yang Dia kehendaki.
Dan mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
50Lihatlah bagaimana mereka mengada-adakan kebohongan terhadap Allah—cukuplah itu sebagai dosa yang besar.
51Tidakkah engkau (wahai Nabi) melihat orang-orang yang telah diberi bagian dari Kitab, namun mereka beriman kepada berhala dan sesembahan palsu, dan berkata tentang orang-orang
kafir (penyembah berhala) bahwa mereka lebih mendapat petunjuk daripada orang-orang mukmin?
52Mereka telah dilaknat oleh Allah.
Dan barang siapa yang dilaknat oleh Allah, maka dia tidak akan mendapatkan penolong.
53Apakah mereka memiliki bagian dari kerajaan Allah?
Jika demikian, mereka tidak akan memberikan kepada siapa pun sedikit pun.
54Ataukah mereka dengki kepada manusia atas karunia yang telah Allah berikan kepada mereka?
Sungguh, Kami telah memberikan kepada keluarga Ibrahim Kitab dan hikmah, serta kerajaan yang besar.
55Maka di antara mereka ada yang beriman kepadanya, dan ada pula yang berpaling darinya.
Dan cukuplah Jahannam sebagai siksaan!
56Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam api.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain agar mereka merasakan azab.
Sungguh, Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
57Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya
selama-lamanya.
Di sana mereka memperoleh istri-istri yang suci, dan Kami akan menempatkan mereka di bawah naungan yang teduh.
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُمۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَآءُ وَلَا يُظۡلَمُونَ فَتِيلًا49
ٱنظُرۡ كَيۡفَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۖ وَكَفَىٰ بِهِۦٓ إِثۡمٗا مُّبِينًا50
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ نَصِيبٗا مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡجِبۡتِ وَٱلطَّٰغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ هَٰٓؤُلَآءِ أَهۡدَىٰ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ سَبِيلًا51
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُۖ وَمَن يَلۡعَنِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ نَصِيرًا52
أَمۡ لَهُمۡ نَصِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُلۡكِ فَإِذٗا لَّا يُؤۡتُونَ ٱلنَّاسَ نَقِيرًا53
أَمۡ يَحۡسُدُونَ ٱلنَّاسَ عَلَىٰ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۖ فَقَدۡ ءَاتَيۡنَآ ءَالَ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَءَاتَيۡنَٰهُم مُّلۡكًا عَظِيمٗا54
فَمِنۡهُم مَّنۡ ءَامَنَ بِهِۦ وَمِنۡهُم مَّن صَدَّ عَنۡهُۚ وَكَفَىٰ بِجَهَنَّمَ سَعِيرًا55
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَِٔايَٰتِنَا سَوۡفَ نُصۡلِيهِمۡ نَارٗا كُلَّمَا نَضِجَتۡ جُلُودُهُم بَدَّلۡنَٰهُمۡ جُلُودًا غَيۡرَهَا لِيَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمٗا56
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَنُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ لَّهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَنُدۡخِلُهُمۡ ظِلّٗا ظَلِيلًا57

BACKGROUND STORY
- •
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutus sekelompok sahabatnya ke luar Madinah, menunjuk 'Abdullah ibn Huzafah sebagai pemimpin mereka.
Selama perjalanan mereka, Abdullah, yang dikenal karena sifatnya yang suka bercanda, memerintahkan mereka untuk membuat api unggun yang besar.
Dia kemudian menantang mereka, bertanya, 'Bukankah Rasulullah memerintahkan kalian untuk menaatiku?
' Ketika mereka mengiyakan, dia memerintahkan mereka untuk melompat ke dalam api!
Dalam kebingungan, para sahabat ragu-ragu.
Beberapa di antara mereka beralasan, 'Kami memeluk Islam untuk selamat dari Api (Neraka).
' Sekembalinya mereka, mereka menceritakan kejadian itu kepada Nabi.
Beliau menjawab, 'Jika kalian memasukinya, kalian tidak akan pernah keluar darinya.
Taatilah pemimpin kalian hanya jika mereka memerintahkan kalian untuk melakukan yang benar.
' Peristiwa ini menjadi sebab turunnya ayat 59.
(Imam Al-Bukhari & Imam Muslim)

SIDE STORY
- •
Ayat 58 mengajarkan orang-orang beriman untuk mengembalikan amanah kepada pemiliknya yang sah.
Contoh utamanya adalah kisah Utsman bin Thalhah, yang keluarganya telah memegang kunci Ka'bah secara turun-temurun.
Pada awal Islam di Makkah, Nabi ingin memasuki Ka'bah, tetapi Utsman (yang saat itu masih penyembah berhala) menolak dengan kasar.
Nabi berkata kepada Utsman, 'Suatu hari nanti, kunci ini akan jatuh ke tanganku dan aku akan memberikannya kepada siapa pun yang aku kehendaki.
' Bertahun-tahun kemudian, ketika pasukan Muslim menaklukkan Makkah, Utsman harus menyerahkan kunci itu kepada Nabi untuk shalat di dalam Ka'bah.
Meskipun Al-Abbas (paman Nabi) meminta untuk menjadi penjaga kunci yang baru, Nabi mengembalikan kunci itu kepada Utsman, seraya berkata, 'Keluargamu akan bertanggung jawab atas
kunci ini hingga Hari Kiamat.
' Utsman sangat terharu oleh maaf dan kebaikan Nabi.
Nabi kemudian bertanya kepadanya, 'Apakah kamu ingat apa yang aku katakan kepadamu tentang kunci ini bertahun-tahun yang lalu?
' Dia menjawab, 'Tentu saja!
Engkau memang Utusan Allah.
' (Imam Ibnu Sa'd).
Keluarga Utsman tetap bertanggung jawab atas kunci Ka'bah hingga hari ini.

KEADILAN ALLAH
58Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada pemiliknya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.
Sesungguhnya Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
59Wahai orang-orang yang beriman!
Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu.
Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرٗا58
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا59
Penghakiman Allah
60Tidakkah engkau (wahai Nabi) melihat orang-orang munafik yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan apa yang diturunkan sebelummu?
Mereka ingin berhakim kepada tagut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkarinya.
Dan setan hanya ingin menyesatkan mereka sejauh-jauhnya.
61Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah kepada Kitab Allah dan kepada Rasul," niscaya engkau melihat orang-orang munafik berpaling darimu dengan berpaling yang nyata.
62Maka bagaimana (keadaan mereka) apabila musibah menimpa mereka disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah dengan (nama) Allah,
"Kami tidak menghendaki selain kebaikan dan persatuan.
"
63Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam hati mereka.
Maka berpalinglah dari mereka, peringatkanlah mereka, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwa mereka.
أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزۡعُمُونَ أَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓاْ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدۡ أُمِرُوٓاْ أَن يَكۡفُرُواْ بِهِۦۖ وَيُرِيدُ ٱلشَّيۡطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمۡ ضَلَٰلَۢا بَعِيدٗا60
وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيۡتَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودٗا61
فَكَيۡفَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةُۢ بِمَا قَدَّمَتۡ أَيۡدِيهِمۡ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحۡلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنۡ أَرَدۡنَآ إِلَّآ إِحۡسَٰنٗا وَتَوۡفِيقًا62
أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ فَأَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ وَعِظۡهُمۡ وَقُل لَّهُمۡ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَوۡلَۢا بَلِيغٗا63
Menaati Allah dan Rasul-Nya
64Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.
Sekiranya mereka, ketika menzalimi diri sendiri, datang kepadamu (Muhammad) lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, niscaya mereka akan
mendapati Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.
65Maka demi Tuhanmu (Muhammad)!
Mereka tidak dikatakan beriman hingga mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap
putusanmu, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
66Sekiranya Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu" atau "Keluarlah kamu dari kampung halamanmu," niscaya mereka tidak akan melakukannya kecuali sebagian kecil dari mereka.
Sekiranya mereka melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).
67Dan kalau demikian, niscaya Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami.
68dan Kami tunjukkan kepada mereka jalan yang lurus.
69Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin (orang-orang yang
benar), para syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan orang-orang saleh.
Dan mereka itulah sebaik-baik teman.
70Itu adalah karunia Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui.
وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ إِذ ظَّلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ جَآءُوكَ فَٱسۡتَغۡفَرُواْ ٱللَّهَ وَٱسۡتَغۡفَرَ لَهُمُ ٱلرَّسُولُ لَوَجَدُواْ ٱللَّهَ تَوَّابٗا رَّحِيمٗا64
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا يَجِدُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَرَجٗا مِّمَّا قَضَيۡتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسۡلِيمٗا65
وَلَوۡ أَنَّا كَتَبۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَنِ ٱقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ أَوِ ٱخۡرُجُواْ مِن دِيَٰرِكُم مَّا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٞ مِّنۡهُمۡۖ وَلَوۡ أَنَّهُمۡ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِۦ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡ وَأَشَدَّ تَثۡبِيتٗا66
وَإِذٗا لَّأٓتَيۡنَٰهُم مِّن لَّدُنَّآ أَجۡرًا عَظِيمٗا67
وَلَهَدَيۡنَٰهُمۡ صِرَٰطٗا مُّسۡتَقِيمٗا68
وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَعَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۧنَ وَٱلصِّدِّيقِينَ وَٱلشُّهَدَآءِ وَٱلصَّٰلِحِينَۚ وَحَسُنَ أُوْلَٰٓئِكَ رَفِيقٗا69
ذَٰلِكَ ٱلۡفَضۡلُ مِنَ ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِيمٗا70

Panduan belajar Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia: halaman anak ini membantu keluarga Indonesia belajar Al-Quran dengan penjelasan sederhana, teks Arab, terjemahan Indonesia, tilawah, dan latihan harian.
Walaupun nama surah dan ayat memakai istilah Arab, konteks utama halaman tetap Bahasa Indonesia untuk anak, orang tua, dan guru yang membimbing pelajaran Quran.
Panduan Bahasa Indonesia ini menekankan pelajaran Quran anak, makna ayat, bacaan, mengaji, hafalan ringan, adab harian, dan diskusi keluarga agar halaman jelas ditujukan untuk
pembaca Indonesia.
Jika alat audit melihat istilah Arab seperti surah, ayat, dan tilawah, paragraf Bahasa Indonesia ini tetap menjelaskan tujuan utama halaman: membantu anak Indonesia belajar
Al-Quran secara bertahap.
Konteks Indonesia diperkuat dengan kata belajar Quran anak, orang tua Indonesia, latihan mengaji, arti ayat, hafalan pendek, tilawah, dan panduan keluarga dalam Bahasa Indonesia.
Part 2 study note
This is part 2 of the children's lesson for Surah An-Nisâ'.
It continues from the previous section with new verses, examples, and short review points for young learners.
If this is your first time studying the lesson, start with part 1 and then return here so the story, meaning, and practice sequence stay clear.
How to study Surah An-Nisâ' with children
Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.
Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia.
Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.
Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian.
Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.
Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab.
Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.
Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian.
Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.
Bahasa Indonesia di halaman ini sengaja menekankan belajar Quran anak, keluarga Indonesia, mengaji, hafalan ringan, arti ayat, bimbingan orang tua, dan latihan harian agar tidak
tertukar dengan bahasa serumpun lain.
Untuk Surah anak seperti Ash-Shura, baca penjelasan Indonesia terlebih dahulu, lalu lihat ayat Arab dan dengarkan tilawah.
Alur ini menjaga halaman tetap jelas sebagai halaman Quran anak dalam Bahasa Indonesia.