Penyair
الشُّعَرَاء
الشُّعَرَاء
Surah Ash-Shu'arâ' for kids content

LEARNING POINTS
- •
Kaum musyrikin Mekah terus menolak kebenaran dan mengabaikan tanda-tanda Allah.
- •
Surah ini menyebutkan beberapa kisah untuk membuktikan bahwa orang-orang zalim selalu kalah pada akhirnya.
- •
Allah senantiasa mendukung para nabi-Nya.
- •
Nabi (ﷺ) diperintahkan untuk bersabar, mengetahui bahwa Allah akan senantiasa bersamanya.
- •
Al-Qur'an sesungguhnya adalah wahyu dari Allah.
- •
Orang-orang mukmin dipuji karena beriman kepada Allah dan menegakkan kebenaran.
- •
Para penyair musuh dicela karena menyebarkan kebohongan tentang Islam.

Peringatan kepada Orang-orang Kafir
NABI MUSA
Musa Melawan Firaun
Tantangan
Musa Melawan Para Penyihir

Akhir Firaun

WORDS OF WISDOM
- •
Ayat 89 membahas tentang pentingnya memiliki hati yang suci, yang akan bermanfaat bagi kita ketika kita berdiri di hadapan Allah untuk pengadilan. Menurut Imam Ibn Al-Qayyim, agar hati seseorang menjadi suci, hati itu harus ikhlas dan sepenuhnya tunduk kepada Allah; bersedia memaafkan; bersyukur di saat senang dan sabar di saat sulit; tidak memiliki rasa iri, tamak, benci, atau sombong terhadap orang lain; mengikuti kebenaran dan mengabaikan kebatilan; serta mencintai kebaikan dan membenci keburukan.

SIDE STORY
- •
Imam Ibrahim ibn Adham sedang berjalan di pasar suatu hari ketika orang-orang mendatanginya dengan sebuah pertanyaan. Mereka berkata, "Mengapa doa-doa kami tidak dikabulkan?" Beliau menjawab, "Karena hati kalian telah mati karena 10 sebab: 1. Kalian mengaku mencintai Allah tetapi terus-menerus mendurhakai-Nya. 2. Kalian makan dari rezeki-Nya tetapi tidak bersyukur kepada-Nya. 3. Kalian membaca Al-Quran tetapi tidak mengamalkannya. 4. Kalian mengaku mencintai Nabi tetapi tidak mengikuti teladannya. 5. Kalian mengaku bahwa Setan adalah musuh kalian tetapi kalian menjadikannya teman. 6. Kalian mengaku bahwa Surga itu benar tetapi kalian tidak beramal untuknya. 7. Kalian mengaku bahwa Neraka itu benar tetapi kalian tidak lari darinya. 8. Kalian mengaku bahwa kematian itu benar tetapi kalian tidak mempersiapkannya. 9. Kalian menguburkan orang mati tetapi kalian tidak pernah berpikir bahwa suatu hari kalian akan menyusul mereka. 10. Kalian menyibukkan diri dengan aib orang lain tetapi melupakan aib sendiri."
Nabi Ibrahim dan Kaumnya
HARI KIAMAT
Nabi Nuh dan Kaumnya
Nabi Hud dan Kaumnya
Nabi Saleh dan Kaumnya

WORDS OF WISDOM
- •
Al-Quran banyak berbicara tentang kaum Lut (A.S.). Sebagai contoh, Surah 29:29 mengajarkan kita bahwa mereka dihukum karena alasan-alasan berikut: mereka kufur kepada Allah dan menolak Nabi Lut (A.S.); mereka menantangnya untuk mendatangkan azab Allah atas mereka; laki-laki tertarik kepada sesama laki-laki, yang berarti mereka menelantarkan istri-istri mereka, yang akhirnya mencari wanita lain; mereka melakukannya secara terang-terangan di perkumpulan-perkumpulan mereka; dan mereka memaksakan praktik ini kepada para musafir yang melewati kota-kota mereka.
- •
Allah adalah Yang Maha Pencipta kita dan Dia memutuskan apa yang terbaik bagi kita di dunia ini dan di akhirat. Kita di sini untuk mencari keridaan-Nya, menikmati hidup, dan mengendalikan hawa nafsu kita. Umat Muslim dianjurkan untuk menjalin hubungan yang sehat melalui pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tujuannya adalah untuk membangun keluarga yang kuat yang mengabdi kepada Allah dan meneruskan obor keimanan kepada generasi mendatang. Ada praktik-praktik tertentu yang dianggap dosa dalam Islam—yang terburuk adalah menyekutukan Allah. Dosa-dosa lain termasuk minum alkohol, durhaka kepada orang tua, menjalin hubungan romantis antara laki-laki dan perempuan di luar pernikahan, dan menjalin hubungan romantis dengan sesama jenis.
- •
Tugas kita sebagai Muslim adalah mengajarkan Islam kepada orang lain, mengajak mereka untuk hanya melakukan apa yang diridai Allah, mendorong mereka untuk memohon ampunan-Nya, dan memberi mereka harapan akan rahmat-Nya.