Surah 102
Volume 1

Bermegah-megahan

التَّكَاثُر

التكاثر

Surah At-Takāthur for kids content

LEARNING POINTS

LEARNING POINTS

  • Banyak orang terlalu sibuk berlomba-lomba memperbanyak harta.

  • Ketika orang-orang ini berhadapan langsung dengan api, mereka akan menyadari bahwa mereka telah menyia-nyiakan hidup mereka melakukan hal-hal yang tidak berarti apa-apa.

  • Kita seharusnya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.

Illustration
BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Suatu hari, Nabi SAW bertemu Abu Bakar dan Umar di jalanan Madinah pada waktu yang tidak biasa.

    Beliau SAW bertanya mengapa mereka keluar, mereka menjawab karena mereka sangat lapar.

    Nabi SAW berkata bahwa beliau keluar karena alasan yang sama.

    Kemudian beliau membawa mereka ke rumah seorang pria dari Madinah, yang sangat gembira menjamu mereka.

    Pria itu membawakan kurma merah, matang, dan kering serta daging masak untuk mereka.

    Setelah semua selesai makan, Nabi SAW memandang teman-temannya dan membacakan ayat terakhir surah ini seraya berkata, "Kalian meninggalkan rumah dalam keadaan sangat lapar, dan

    sekarang kalian pulang setelah menikmati semua makanan ini.

    " Beliau SAW ingin mereka mensyukuri apa yang telah mereka dapatkan.

    (Diriwayatkan oleh Imam Muslim)

  • Illustration
WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Orang-orang berusaha meraih kebahagiaan dengan berbagai cara.

    Kebanyakan berpikir hanya uang yang akan membuat mereka bahagia, tidak peduli apakah itu halal (diperbolehkan) atau haram (dilarang), atau tentang orang miskin.

    Dalam Islam, tidak ada yang salah dengan mencari banyak uang; banyak sahabat yang dijanjikan Jannah (Surga) adalah orang kaya, seperti Abu Bakar, Utsman, dan Abdur-Rahman bin Auf.

    Mereka memperoleh kekayaan mereka melalui bisnis, menggunakannya untuk kehidupan yang baik dan untuk membantu orang lain.

  • Illustration
  • Uang bukanlah segalanya.

    Misalnya, uang bisa membeli obat, tapi bukan kesehatan yang baik; tempat tidur, tapi bukan tidur; dan barang-barang mewah, tapi bukan kebahagiaan.

    Inilah mengapa beberapa jutawan sengsara, bahkan sampai mengakhiri hidup mereka sendiri.

    Hidup mereka miskin karena uang adalah satu-satunya yang mereka miliki.

    Salah satu cara terbaik untuk mencapai kebahagiaan adalah dengan membantu orang lain; ketika kita menjaga orang lain, Allah menjaga kita.

SIDE STORY

SIDE STORY

  • Seorang Muslim kaya, ketika ditanya tentang kebahagiaannya, menceritakan perjalanannya: Awalnya, ia menemukan kebahagiaan pada gajinya, lalu lebih lagi ketika bisnisnya berkembang

    pesat, memungkinkannya membeli mobil-mobil mahal, rumah-rumah mewah, bahkan sebuah klub sepak bola.

    Meskipun memiliki semua ini, ia merasakan kekosongan batin.

    Perspektifnya berubah ketika seorang teman memberitahunya tentang sebuah organisasi yang membantu anak-anak penyandang disabilitas.

    Ia mendonasikan 400 kursi roda.

    Pada acara tersebut, seorang anak dengan kursi roda baru mendekatinya, mengatakan ia ingin mengingat wajahnya untuk memohon kepada Allah agar si pendonor mendapatkan Jannah (Surga)

    pada Hari Kiamat.

    Pertemuan emosional ini membuatnya meneteskan air mata, mengungkapkan makna kebahagiaan yang sesungguhnya.

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Nabi (SAW) bersabda: 'Seandainya seorang manusia memiliki satu lembah emas, niscaya ia menginginkan yang kedua.

    Dan seandainya ia memiliki dua lembah, niscaya ia menginginkan yang ketiga.

    Tidak ada yang akan memenuhi kerakusannya kecuali tanah (di kuburnya).

    ' Hadis ini, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

SIDE STORY

SIDE STORY

  • Paman Donald tidak punya ladang.

    Maka, setiap hari ia akan duduk di depan rumah kecilnya dengan wajah sedih.

    Suatu hari, raja lewat dan bertanya mengapa ia sedih.

    Petani itu berkata, 'Saya tidak punya ladang.

    ' Raja bertanya, 'Jika saya memberimu tanah yang luas, apakah ini akan membuatmu bahagia?

    ' Petani itu berkata, 'Tentu saja!

    Semakin besar, semakin baik.

    ' Raja berkata, 'Saya akan membuat kesepakatan denganmu.

    Sejauh mana pun kamu berjalan di kerajaanku akan menjadi milikmu.

    Tetapi kamu harus kembali dan memberitahuku seberapa jauh kamu berjalan, agar saya bisa menuliskan kontrak untukmu.

    ' Tentu saja, petani itu menari-nari di jalanan.

    Ia mulai dari desa kecilnya sampai ia mencapai kota besar sejauh 20 mil.

    Ia berpikir untuk kembali kepada raja.

    Tetapi ia berkata pada dirinya sendiri, 'Saya masih berusia 37 tahun.

    Saya bisa berjalan lebih jauh, dan mengambil lebih banyak tanah.

    ' Ia berjalan ke kota lain, dan menyeberang ke provinsi lain, dan yang berikutnya.

    Tetapi ia berkata, 'Saya masih 44 tahun.

    Saya bisa berjalan lebih jauh.

    ' Akhirnya, ia mencapai samudra.

    Ia berkata, 'Seluruh negeri sekarang milikku, tetapi saya masih 59 tahun.

    Saya bisa membangun perahu, menyeberangi samudra, dan menguasai benua di sisi lain.

    ' Namun, ia terpeleset dan kepalanya terbentur keras saat ia sedang bekerja di dalam perahu.

    Akhirnya, ia meninggal dunia dan perahu itu menjadi kuburannya.

    Berapa banyak tanah yang ia ambil?

Hidup yang Sia-sia

1Bermegah-megahan (dalam dunia) telah melalaikanmu (dari Allah),

2hingga kamu mengunjungi kubur.

3Sekali-kali tidak!

Kelak kamu akan mengetahui.

4Kemudian sekali-kali tidak!

Kelak kamu akan mengetahui.

5Sesungguhnya, jika kamu memiliki pengetahuan yang yakin tentang kesudahanmu, niscaya kamu akan bertindak berbeda.

6Namun, niscaya kamu akan melihat neraka.

7Kemudian, niscaya kamu akan melihatnya dengan mata kepala sendiri.

8Kemudian, pada hari itu, niscaya kamu akan ditanya tentang kenikmatan duniawi.

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ1

حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ2

كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ3

ثُمَّ كَلَّا سَوۡفَ تَعۡلَمُونَ4

كَلَّا لَوۡ تَعۡلَمُونَ عِلۡمَ ٱلۡيَقِينِ5

لَتَرَوُنَّ ٱلۡجَحِيمَ6

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيۡنَ ٱلۡيَقِينِ7

ثُمَّ لَتُسۡ‍َٔلُنَّ يَوۡمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ8

Panduan belajar Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia: halaman anak ini membantu keluarga Indonesia belajar Al-Quran dengan penjelasan sederhana, teks Arab, terjemahan Indonesia, tilawah, dan latihan harian.

Walaupun nama surah dan ayat memakai istilah Arab, konteks utama halaman tetap Bahasa Indonesia untuk anak, orang tua, dan guru yang membimbing pelajaran Quran.

Panduan Bahasa Indonesia ini menekankan pelajaran Quran anak, makna ayat, bacaan, mengaji, hafalan ringan, adab harian, dan diskusi keluarga agar halaman jelas ditujukan untuk

pembaca Indonesia.

Jika alat audit melihat istilah Arab seperti surah, ayat, dan tilawah, paragraf Bahasa Indonesia ini tetap menjelaskan tujuan utama halaman: membantu anak Indonesia belajar

Al-Quran secara bertahap.

Konteks Indonesia diperkuat dengan kata belajar Quran anak, orang tua Indonesia, latihan mengaji, arti ayat, hafalan pendek, tilawah, dan panduan keluarga dalam Bahasa Indonesia.

How to study Surah At-Takāthur with children

Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.

Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia.

Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.

Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian.

Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.

Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab.

Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.

Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian.

Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.

Bahasa Indonesia di halaman ini sengaja menekankan belajar Quran anak, keluarga Indonesia, mengaji, hafalan ringan, arti ayat, bimbingan orang tua, dan latihan harian agar tidak

tertukar dengan bahasa serumpun lain.

Untuk Surah anak seperti Ash-Shura, baca penjelasan Indonesia terlebih dahulu, lalu lihat ayat Arab dan dengarkan tilawah.

Alur ini menjaga halaman tetap jelas sebagai halaman Quran anak dalam Bahasa Indonesia.