Surah 71
Volume 1

Nuh

نُوح

نُوح

LEARNING POINTS

LEARNING POINTS

Nabi Nuh (AS) menyeru kaumnya kepada Islam selama 950 tahun.

Beliau menyeru mereka satu per satu dan secara berkelompok, secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, menggunakan logika untuk membuktikan bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan Dia adalah satu-satunya yang berhak disembah.

Namun demikian, sebagian besar kaumnya menolak untuk beriman pada risalahnya. Maka mereka dibinasakan oleh banjir yang dahsyat.

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Meskipun Nabi Nuh mengajak kaumnya kepada Islam selama 950 tahun, hanya sedikit dari mereka yang beriman pada pesannya. Sebagai perbandingan, Nabi Muhammad berdakwah hanya selama 23 tahun, namun beliau akan memiliki jumlah pengikut terbanyak pada Hari Kiamat. (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari & Imam Muslim) Meskipun demikian, baik Nuh maupun Muhammad telah dimuliakan oleh Allah. Keduanya dicintai oleh umat Muslim. Keduanya memiliki surah dalam Al-Quran yang dinamai sesuai nama mereka. Keduanya termasuk di antara Nabi-nabi Ulul Azmi dalam Islam, bersama dengan Ibrahim, Musa, dan Isa. Dan keduanya akan berada di tempat-tempat tertinggi di Jannah. Dalam Islam, Allah memberikan kita pahala berdasarkan usaha kita, bukan pada hasilnya.

Nuh Mengajak kepada Kebenaran

1Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu Kami berfirman kepadanya, "Berilah peringatan kepada kaummu sebelum datang kepada mereka azab yang pedih." 2Nuh berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku diutus kepadamu sebagai pemberi peringatan yang jelas: 3sembahlah Allah saja, bertakwalah kepada-Nya, dan taatilah aku. 4Dia akan mengampuni dosa-dosamu dan menangguhkan (kematian)mu sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya apabila ajal (waktu yang ditentukan) Allah telah datang, ia tidak dapat ditunda, sekiranya kamu mengetahui!"

إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرۡ قَوۡمَكَ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ 1قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ 2أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ 3يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُؤَخِّرۡكُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُۚ لَوۡ كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ4

SIDE STORY

SIDE STORY

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun bertanya kepada ibunya, "Dari mana aku berasal?" Sang ibu yang terkejut kesulitan mencari jawaban yang masuk akal. Dia berkata, "Suatu malam sebelum Ibu tidur, Ibu mengambil gula dari dapur dan meletakkannya di bawah karpet di ruang tamu. Lalu keajaiban terjadi dan Ibu menemukanmu di pagi hari di bawah karpet. Sekarang kamu tahu mengapa kamu begitu manis—karena kamu terbuat dari gula!" Anak itu kagum dengan percobaan sederhana ini, jadi dia memutuskan untuk mencobanya sebelum tidur malam itu. Dia mengambil gula dari dapur dan meletakkannya di bawah karpet. Benar saja, dia tidak menemukan bayi di pagi hari—melainkan dia menemukan 3 kecoak besar! Dia berlari ke ibunya dan membangunkannya, memberitahunya bahwa percobaannya gagal total dan yang dia dapatkan hanyalah 3 kecoak besar. Ibunya bertanya dengan terkejut, "Ibu tidak tahu kita punya kecoak di rumah. Apakah kamu membunuh mereka?" Dia menjawab, "Bagaimana aku bisa membunuh anak-anakku sendiri?"

Illustration
WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Allah berfirman dalam Al-Quran (16:78) bahwa Dia mengeluarkan kita dari perut ibu kita dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa sama sekali, kemudian Dia memberi kita kemampuan untuk mengamati dan berpikir. Anak-anak belajar dengan bertanya tentang Allah dan dunia di sekitar mereka, termasuk bagaimana mereka diciptakan. Al-Quran berbicara tentang bagaimana manusia diciptakan dengan cara yang sederhana dan logis. Sebagai contoh, menurut ayat 17-18 dari bagian berikut, Allah berfirman bahwa Dia menciptakan kita seperti tumbuh-tumbuhan yang keluar dari bumi, kemudian benih-benih itu kembali ke dalam tanah sebelum dihidupkan kembali.

Illustration
Illustration

950 Tahun Dakwah Islam

5Dia berkata, "Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, 6tetapi seruanku tidaklah menambah mereka kecuali lari menjauh. 7Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan jari-jari mereka ke telinga mereka, dan menutupkan pakaian mereka, dan tetap ingkar, serta menyombongkan diri dengan sangat sombong. 8Kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka secara terang-terangan, 9dan sesungguhnya aku menyeru mereka secara terang-terangan dan secara rahasia. 10seraya berkata, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu; sesungguhnya Dia Maha Pengampun, 11Dia akan mengirimkan hujan yang lebat kepadamu, 12dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan menjadikan untukmu kebun-kebun serta sungai-sungai. 13Mengapa kamu tidak mengharapkan keagungan Allah, 14Padahal Dia sungguh telah menciptakan kamu dalam beberapa tahapan (di dalam rahim ibumu)? 15Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat, 16dan Dia menjadikan di dalamnya bulan sebagai cahaya yang dipantulkan, dan matahari sebagai pelita yang bersinar? 17Dan Allah-lah yang menumbuhkan kamu dari bumi seperti tumbuh-tumbuhan. 18Kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya, dan kemudian Dia akan mengeluarkan kamu kembali dengan sebenar-benarnya. 19Dan Allah telah menghamparkan bumi untuk kamu 20berjalan menyusuri jalan-jalannya yang luas."

قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوۡتُ قَوۡمِي لَيۡلٗا وَنَهَارٗا 5فَلَمۡ يَزِدۡهُمۡ دُعَآءِيٓ إِلَّا فِرَارٗا 6وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوۡتُهُمۡ لِتَغۡفِرَ لَهُمۡ جَعَلُوٓاْ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَٱسۡتَغۡشَوۡاْ ثِيَابَهُمۡ وَأَصَرُّواْ وَٱسۡتَكۡبَرُواْ ٱسۡتِكۡبَارٗا 7ثُمَّ إِنِّي دَعَوۡتُهُمۡ جِهَارٗا 8ثُمَّ إِنِّيٓ أَعۡلَنتُ لَهُمۡ وَأَسۡرَرۡتُ لَهُمۡ إِسۡرَارٗا 9فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا 10يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا 11وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّٰتٖ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَٰرٗا 12مَّا لَكُمۡ لَا تَرۡجُونَ لِلَّهِ وَقَارٗا 13وَقَدۡ خَلَقَكُمۡ أَطۡوَارًا 14أَلَمۡ تَرَوۡاْ كَيۡفَ خَلَقَ ٱللَّهُ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗا 15وَجَعَلَ ٱلۡقَمَرَ فِيهِنَّ نُورٗا وَجَعَلَ ٱلشَّمۡسَ سِرَاجٗا 16وَٱللَّهُ أَنۢبَتَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ نَبَاتٗا 17ثُمَّ يُعِيدُكُمۡ فِيهَا وَيُخۡرِجُكُمۡ إِخۡرَاجٗا 18وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ بِسَاطٗا 19لِّتَسۡلُكُواْ مِنۡهَا سُبُلٗا فِجَاجٗا20

SIDE STORY

SIDE STORY

Khalil mendengar tetangganya mengatakan bahwa tetangga mereka yang lain, Zaltan, mewarnai rambutnya karena dia semakin tua. Khalil memberi tahu istrinya bahwa Zaltan meninggal karena dia menjadi botak. Istrinya memberi tahu saudara perempuannya bahwa sultan tua mereka meninggal karena kedinginan. Desas-desus itu menyebar bak api. Orang-orang panik karena mereka tidak tahu siapa yang akan memerintah kerajaan setelah kematian mendadak sultan mereka. Ini disebut permainan telepon, di mana satu informasi berubah saat disampaikan dari satu orang ke orang lain hingga kebenaran hilang sepenuhnya.

Illustration
BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Permainan bisik berantai memiliki kaitan dengan berhala-berhala dalam bagian selanjutnya. Pada mulanya, patung-patung dibuat untuk menghormati beberapa orang saleh sebelum zaman Nabi Nuh. Kisah orang-orang saleh tersebut berubah ketika diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setelah banyak generasi berlalu, patung-patung tersebut menjadi berhala dan disembah sebagai tuhan yang sesungguhnya. Inilah yang terjadi ketika orang-orang secara membabi buta meneruskan informasi tanpa memeriksa kebenarannya. {Dicatat oleh Imam Al-Qurțubi}

Air Bah

21Akhirnya, Nuh berdoa, "Ya Tuhanku! Sungguh mereka telah terus-menerus mendurhakai aku, dan malah mengikuti para pemimpin jahat yang harta dan anak-anaknya tidak lain hanyalah menambah kerugian bagi mereka," 22dan telah membuat tipu daya yang sangat besar, 23dan berkata, "Janganlah kalian meninggalkan berhala-berhala kalian—khususnya Wadd, Suwa', Yaghuth, Ya'uq, dan Nasr." 24Sungguh mereka telah menyesatkan banyak orang. Maka Ya Tuhanku, janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu melainkan kebinasaan." 25Maka disebabkan dosa-dosa mereka, mereka ditenggelamkan, kemudian dimasukkan ke dalam Api. Dan mereka tidak menemukan penolong bagi mereka selain Allah.

قَالَ نُوحٞ رَّبِّ إِنَّهُمۡ عَصَوۡنِي وَٱتَّبَعُواْ مَن لَّمۡ يَزِدۡهُ مَالُهُۥ وَوَلَدُهُۥٓ إِلَّا خَسَارٗا 21وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا كُبَّارٗا 22وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23وَقَدۡ أَضَلُّواْ كَثِيرٗاۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلٗا 24مِّمَّا خَطِيٓـَٰٔتِهِمۡ أُغۡرِقُواْ فَأُدۡخِلُواْ نَارٗا فَلَمۡ يَجِدُواْ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَنصَارٗا25

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Tidak ada yang mencintai kita lebih dari orang tua kita. Di banyak tempat dalam Al-Quran (termasuk 4:36, 6:151, dan 17:32), Allah berfirman, "Sembahlah Aku semata, dan hormatilah orang tuamu." Alasan Allah berbicara tentang Diri-Nya bersamaan dengan orang tua adalah karena Dia adalah Pencipta kita, dan orang tua kita adalah alasan mengapa kita ada di sini. Hubungan kita dengan Allah dan orang tua kita tidak akan pernah bisa terputus. Allah adalah Tuhan bagi setiap orang, bahkan jika sebagian orang mengatakan bahwa Dia bukan Tuhan. Hal yang sama juga berlaku untuk orang tua Anda. Jika Anda memecat seseorang yang bekerja untuk Anda, atau menghapus pertemanan seseorang di Facebook, atau menceraikan pasangan Anda, maka hubungan Anda dengan mereka berakhir. Namun, orang tua Anda akan selalu menjadi orang tua Anda—Anda tidak bisa memecat, menghapus pertemanan, atau menceraikan mereka. Ayat-ayat (seperti 31:14 dan 46:15) hanya berfokus pada ibu dan tantangan yang mereka hadapi selama kehamilan, persalinan, dan saat menyusui. Abdullah ibn Omar pernah melihat seorang pria menggendong ibunya di punggungnya saat haji. Pria itu bertanya kepada Ibn Omar apakah dia telah membalas kebaikan yang telah dilakukan ibunya untuknya. Ibn Omar menjawab bahwa dia bahkan belum membalas salah satu rasa sakit yang sangat hebat yang diderita ibunya saat melahirkannya. Fokus pada ibu dan perjuangan mereka adalah untuk mengingatkan kita akan pengorbanan mereka, yang seringkali kita lupakan atau tidak kita ketahui.

Illustration

Terkadang kita merasa bahwa orang tua kita mencoba membatasi kebebasan kita hanya karena mereka tidak mengizinkan kita bermain terlalu banyak dengan elektronik, atau karena mereka ingin kita makan makanan sehat, atau mengerjakan pekerjaan rumah, atau tidur yang cukup, atau minum obat saat kita sakit, atau memakai jaket saat di luar sangat dingin. Mereka melakukannya karena mereka peduli, meskipun kita tidak melihatnya seperti itu.

SIDE STORY

SIDE STORY

Ini adalah kisah nyata seorang pemuda bernama Hamzah. Dia tidak suka ketika ayahnya mengoreksinya setiap kali dia membiarkan pintu kulkas terbuka, keran air menetes, atau lampu kamarnya menyala. Ayahnya mencoba mengajarinya untuk menjadi 'positif dan bertanggung jawab,' tetapi Hamzah merasa ayahnya berusaha mempersulitnya. Setelah Hamzah lulus, dia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar. Saat dia berjalan masuk ke gedung untuk wawancara, dia melihat sebuah tanda di pintu depan yang bertuliskan 'HELL' dan memperhatikan sebuah stiker di lantai dengan huruf 'O'. Dia meletakkannya di akhir tanda untuk melengkapi kata 'HELLO'. Dia juga memperhatikan bahwa pendingin ruangan (AC) menetes di tangga, jadi dia meletakkan kembali selang yang menetes itu ke tempat yang benar. Di ruang tunggu, dia menyadari bahwa kotak listrik terbuka dan beberapa kabel menjuntai, jadi dia memasangnya kembali dan menutup kotak itu. Akhirnya, ketika dia masuk ke ruang rapat untuk wawancara, mereka menanyakan satu pertanyaan kepadanya: Kapan Anda ingin mulai bekerja di pekerjaan baru ini? Dia sangat bingung sehingga dia mengira mereka mengerjainya. Mereka memberitahunya bahwa mereka telah memasang kamera di mana-mana, dan mereka melihat semua kandidat lain lewat tanpa melakukan apa pun terhadap tanda, pendingin ruangan, atau kabel-kabel itu. Dia adalah satu-satunya kandidat yang cukup 'positif dan bertanggung jawab' untuk bertindak. Ini adalah pertama kalinya Hamzah bisa menghargai ayahnya.

Illustration

Kita harus memperlakukan orang tua kita sebagaimana kita ingin diperlakukan oleh anak-anak kita sendiri, insya Allah. Kita harus menghormati mereka dan memanjatkan doa untuk mereka, sebagaimana yang dilakukan Nuh a.s., sesuai dengan ayat 28 dalam kutipan berikut.

Doa Nabi Nuh Sebelum Air Bah

26Nuh berdoa, "Ya Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan seorang pun dari orang-orang kafir itu tinggal di bumi. 27Jika Engkau biarkan mereka (tetap hidup), niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan tidak akan melahirkan kecuali orang-orang yang durhaka lagi sangat kafir." 28Ya Tuhanku! Ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan siapa saja yang masuk ke rumahku dengan beriman, serta semua laki-laki mukmin dan perempuan mukmin. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan."

وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26إِنَّكَ إِن تَذَرۡهُمۡ يُضِلُّواْ عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوٓاْ إِلَّا فَاجِرٗا كَفَّارٗا 27رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا28

Nûḥ () - Kids Quran - Chapter 71 - Clear Quran for Kids by Dr. Mustafa Khattab