Barisan-Barisan
الصَّافَّات
الصَّافّات

LEARNING POINTS
Surah ini menyoroti beberapa kebenaran dasar, termasuk keesaan Allah, kehidupan akhirat, dan kenabian Muhammad (ﷺ).
Kisah-kisah kaum Nuh, Ibrahim, Lut, dan Ilyas (A.S.) disebutkan sebagai peringatan bagi orang-orang kafir karena menolak kebenaran.
Para penyembah berhala dicela karena menyebut Nabi (ﷺ) sebagai penyair gila, mengklaim bahwa malaikat adalah putri-putri Allah, dan karena mengolok-olok kehidupan akhirat.
Pintu rahmat Allah selalu terbuka, sebagaimana yang dapat kita lihat dalam kisah kaum Yunus (A.S.).
Surah ini memberikan rincian lebih lanjut tentang hukuman bagi orang-orang kafir dan pahala bagi orang-orang beriman di Akhirat.
Orang-orang kafir akan begitu terkejut pada Hari Kiamat sehingga mereka tidak akan mampu saling menolong atau bahkan menolong diri mereka sendiri.
Nabi (ﷺ) diberitahu bahwa para rasul Allah selalu menang pada akhirnya.

Tuhan Yang Esa
1Demi (malaikat-malaikat) yang berbaris bersaf-saf, 2dan demi (malaikat-malaikat) yang menggiring (awan), 3dan demi (malaikat-malaikat) yang membacakan peringatan! 4Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa— 5Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
وَٱلصَّٰٓفَّٰتِ صَفّٗا 1فَٱلزَّٰجِرَٰتِ زَجۡرٗا 2فَٱلتَّٰلِيَٰتِ ذِكۡرًا 3إِنَّ إِلَٰهَكُمۡ لَوَٰحِدٞ 4رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ ٱلۡمَشَٰرِقِ5
Langit Dihiasi dan Dijaga
6Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang untuk perhiasan. 7dan untuk penjagaan dari setiap setan yang durhaka. 8Mereka tidak dapat mencuri dengar kepada al-mala'ul a'la dan mereka dilempari dari segala penjuru 9untuk mengusir mereka. Dan bagi mereka azab yang kekal. 10Kecuali barangsiapa di antara mereka yang berhasil mencuri dengar, maka ia dikejar oleh panah api yang terang!
إِنَّا زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِزِينَةٍ ٱلۡكَوَاكِبِ 6وَحِفۡظٗا مِّن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ مَّارِدٖ 7لَّا يَسَّمَّعُونَ إِلَى ٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰ وَيُقۡذَفُونَ مِن كُلِّ جَانِبٖ 8دُحُورٗاۖ وَلَهُمۡ عَذَابٞ وَاصِبٌ 9إِلَّا مَنۡ خَطِفَ ٱلۡخَطۡفَةَ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ ثَاقِبٞ10
Pertanyaan kepada Para Penyangkal Akhirat
11Sekarang, tanyakanlah kepada mereka, 'Wahai Nabi', mana yang lebih sulit penciptaannya: mereka ataukah makhluk-makhluk lain yang telah Kami ciptakan? Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat yang lekat. 12Bahkan, engkau heran karena mereka mendustakan, padahal mereka mengejekmu. 13Apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya. 14Dan apabila mereka melihat suatu ayat, mereka memperolok-olokkannya, 15seraya berkata, "Ini hanyalah sihir yang nyata." 16Adakah apabila kami telah mati dan menjadi debu dan tulang-belulang, kami akan dibangkitkan kembali? 17Dan nenek moyang kami juga? 18Katakanlah, "Ya! Dan kamu akan dihinakan."
فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَهُمۡ أَشَدُّ خَلۡقًا أَم مَّنۡ خَلَقۡنَآۚ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّن طِينٖ لَّازِبِۢ 11بَلۡ عَجِبۡتَ وَيَسۡخَرُونَ 12وَإِذَا ذُكِّرُواْ لَا يَذۡكُرُونَ 13وَإِذَا رَأَوۡاْ ءَايَةٗ يَسۡتَسۡخِرُونَ 14وَقَالُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٌ 15أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ 16أَوَ ءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ 17قُلۡ نَعَمۡ وَأَنتُمۡ دَٰخِرُونَ18
Para Pendusta pada Hari Kiamat
19Hanya perlu satu tiupan, lalu mereka akan langsung melihat semuanya. 20Mereka akan berseru, "Celakalah kami! Kami binasa! Ini adalah Hari Kiamat!" 21Akan dikatakan kepada mereka, "Inilah Hari Pemisah yang dahulu kamu dustakan." 22Allah akan berfirman kepada para malaikat, "Kumpulkanlah semua orang yang berbuat zalim, beserta sekutu-sekutu mereka, dan segala sesembahan yang dahulu mereka sembah 23selain Allah, lalu giringlah mereka semua ke jalan Neraka." 24Dan tahanlah mereka. Sesungguhnya mereka akan ditanya. 25Kemudian mereka akan ditanya, "Mengapa kamu tidak dapat saling menolong lagi?" 26Bahkan, pada hari itu mereka akan tunduk sepenuhnya.
فَإِنَّمَا هِيَ زَجۡرَةٞ وَٰحِدَةٞ فَإِذَا هُمۡ يَنظُرُونَ 19وَقَالُواْ يَٰوَيۡلَنَا هَٰذَا يَوۡمُ ٱلدِّينِ 20هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ 21ٱحۡشُرُواْ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ وَأَزۡوَٰجَهُمۡ وَمَا كَانُواْ يَعۡبُدُونَ 22مِن دُونِ ٱللَّهِ فَٱهۡدُوهُمۡ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡجَحِيمِ 23وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسُۡٔولُونَ 24مَا لَكُمۡ لَا تَنَاصَرُونَ 25بَلۡ هُمُ ٱلۡيَوۡمَ مُسۡتَسۡلِمُونَ26
Para Penyesat Melawan Para Tersesat
27Mereka akan saling menyalahkan. 28Orang-orang yang disesatkan akan berkata, "Kalianlah yang telah memalingkan kami dari kebenaran." 29Orang-orang yang menyesatkan akan menjawab, "Tidak! Kalianlah yang ingkar sendiri." 30Kami tidak mempunyai kekuasaan atas kalian. Bahkan, kalianlah kaum yang melampaui batas. 31Ketetapan Tuhan kami telah pasti berlaku atas kami semua; sesungguhnya kami akan merasakan azab. 32Kami menyesatkanmu karena kami telah tersesat. 33Sesungguhnya pada Hari itu mereka semua akan turut serta dalam azab itu.
وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ 27قَالُوٓاْ إِنَّكُمۡ كُنتُمۡ تَأۡتُونَنَا عَنِ ٱلۡيَمِينِ 28قَالُواْ بَل لَّمۡ تَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ 29وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيۡكُم مِّن سُلۡطَٰنِۢۖ بَلۡ كُنتُمۡ قَوۡمٗا طَٰغِينَ 30فَحَقَّ عَلَيۡنَا قَوۡلُ رَبِّنَآۖ إِنَّا لَذَآئِقُونَ 31فَأَغۡوَيۡنَٰكُمۡ إِنَّا كُنَّا غَٰوِينَ 32فَإِنَّهُمۡ يَوۡمَئِذٖ فِي ٱلۡعَذَابِ مُشۡتَرِكُونَ33
Peringatan kepada Para Penyembah Berhala
34Demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang durhaka.
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ34
Pahala Orang Beriman
40Kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih. 41Bagi mereka rezeki yang telah ditentukan: 42buah-buahan yang beraneka ragam. Dan mereka akan dimuliakan 43di dalam surga-surga kenikmatan, 44saling berhadapan di atas dipan-dipan. 45Akan diedarkan kepada mereka minuman murni dari mata air yang mengalir. 46Yang putih warnanya dan lezat diminum. 47Tidak akan membahayakan mereka dan tidak pula membuat mereka mabuk. 48Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak memalingkan pandangan dari suami mereka, dengan mata yang indah, 49Seakan-akan mereka adalah mutiara yang tersimpan.
إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 40أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ رِزۡقٞ مَّعۡلُومٞ 41فَوَٰكِهُ وَهُم مُّكۡرَمُونَ 42فِي جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ 43عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ 44يُطَافُ عَلَيۡهِم بِكَأۡسٖ مِّن مَّعِينِۢ 45بَيۡضَآءَ لَذَّةٖ لِّلشَّٰرِبِينَ 46لَا فِيهَا غَوۡلٞ وَلَا هُمۡ عَنۡهَا يُنزَفُونَ 47وَعِندَهُمۡ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ عِينٞ 48كَأَنَّهُنَّ بَيۡضٞ مَّكۡنُونٞ49
Verse 49: Saling berhadapan artinya mereka tidak akan menyimpan dendam atau kebencian terhadap satu sama lain.

BACKGROUND STORY
Dahulu ada dua orang teman yang memutuskan untuk memisahkan usaha mereka. Salah seorang dari mereka adalah seorang mukmin yang biasa bersedekah, berharap mendapatkan pahala di Akhirat. Yang lainnya mengingkari kehidupan setelah kematian dan biasa mengolok-olok mukmin tersebut.
Orang kafir itu akan berkata, 'Apakah kamu sudah gila? Apakah kamu benar-benar percaya pada hal-hal 'Akhirat' ini? Apakah kita sungguh akan dihisab setelah kita mati dan jasad kita membusuk di dalam kubur?' Dia terus mendesak mukmin itu untuk mengingkari hisab, tetapi mukmin itu tidak pernah goyah.
Akhirnya, mereka berdua meninggal dunia. Mukmin itu berakhir di Jannah (Surga) dan orang yang ingkar itu berakhir di Neraka. Ayat 51-59 menceritakan kepada kita reaksi mukmin itu ketika dia melihat rekan bisnisnya di dalam Api.
Penghuni Jannah Mengobrol
50Kemudian mereka akan saling berhadapan, saling bertanya-tanya. 51Salah seorang di antara mereka akan berkata, "Aku dahulu mempunyai seorang qarin di dunia." 52yang dahulu selalu bertanya kepadaku, "Apakah engkau benar-benar beriman kepada kehidupan akhirat?" 53"Apabila kita mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan untuk dihisab?" 54Dia kemudian akan bertanya, "Maukah engkau melihat nasibnya?" 55Kemudian dia akan melihatnya di tengah-tengah Neraka. 56Dia akan berkata, "Demi Allah! Aku hampir saja celaka karenamu. 57Sekiranya bukan karena rahmat Tuhanku, aku pun pasti sudah terperangkap." 58Kemudian dia akan bertanya kepada saudara-saudaranya, "Bisakah kalian bayangkan bahwa kita tidak akan pernah mati, 59kecuali kematian kita yang pertama, dan kita tidak akan disiksa seperti yang lain?" 60Ini sungguh keberhasilan yang terbesar. 61Untuk kemuliaan yang demikian itu, hendaknya semua orang berlomba-lomba.
فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ 50قَالَ قَآئِلٞ مِّنۡهُمۡ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٞ 51يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلۡمُصَدِّقِينَ 52أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ 53قَالَ هَلۡ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ 54فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِي سَوَآءِ ٱلۡجَحِيمِ 55قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرۡدِينِ 56وَلَوۡلَا نِعۡمَةُ رَبِّي لَكُنتُ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ 57أَفَمَا نَحۡنُ بِمَيِّتِينَ 58إِلَّا مَوۡتَتَنَا ٱلۡأُولَىٰ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ 59إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ 60لِمِثۡلِ هَٰذَا فَلۡيَعۡمَلِ ٱلۡعَٰمِلُونَ61

BACKGROUND STORY
Abu Jahl dan para penyembah berhala Mekah lainnya mengolok-olok Nabi (ﷺ) ketika beliau memperingatkan mereka tentang Zaqqum, sebuah pohon mengerikan yang tumbuh dari kedalaman Neraka. Mereka berkata, 'Bagaimana bisa sebuah pohon tumbuh di Neraka?'
Abu Jahl berkata kepada para penyembah berhala lainnya, 'Zaqqum ini tidak lebih dari kurma lezat dengan mentega!' Kemudian turunlah ayat 62-65, yang menyatakan bahwa pohon ini berpenampilan dan berasa mengerikan.
Hidangan bagi Penghuni Neraka
62Apakah kenikmatan ini sambutan yang lebih baik, atau pohon Zaqqum? 63Sungguh Kami telah menjadikannya ujian bagi orang-orang yang zalim. 64Sesungguhnya ia adalah pohon yang tumbuh dari dasar neraka Jahim, 65buahnya seolah-olah kepala-kepala setan. 66Orang-orang yang durhaka pasti akan makan darinya, memenuhi perut mereka. 67Kemudian, selain itu, mereka akan diberi campuran minuman yang mendidih. 68Kemudian mereka akan kembali ke tempat mereka di Jahannam.
أَذَٰلِكَ خَيۡرٞ نُّزُلًا أَمۡ شَجَرَةُ ٱلزَّقُّومِ 62إِنَّا جَعَلۡنَٰهَا فِتۡنَةٗ لِّلظَّٰلِمِينَ 63إِنَّهَا شَجَرَةٞ تَخۡرُجُ فِيٓ أَصۡلِ ٱلۡجَحِيمِ 64طَلۡعُهَا كَأَنَّهُۥ رُءُوسُ ٱلشَّيَٰطِينِ 65فَإِنَّهُمۡ لَأٓكِلُونَ مِنۡهَا فَمَالُِٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ 66ثُمَّ إِنَّ لَهُمۡ عَلَيۡهَا لَشَوۡبٗا مِّنۡ حَمِيمٖ 67ثُمَّ إِنَّ مَرۡجِعَهُمۡ لَإِلَى ٱلۡجَحِيمِ68

Mengikuti Buta
69Sungguh, mereka mendapati nenek moyang mereka benar-benar tersesat, 70maka mereka bergegas mengikuti jejak mereka! 71Dan sungguh, kebanyakan orang-orang terdahulu telah tersesat sebelum mereka, 72padahal Kami telah mengutus para pemberi peringatan di antara mereka. 73Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang telah diberi peringatan. 74Akan tetapi, hal itu akan berbeda bagi hamba-hamba Allah yang terpilih.
إِنَّهُمۡ أَلۡفَوۡاْ ءَابَآءَهُمۡ ضَآلِّينَ 69فَهُمۡ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمۡ يُهۡرَعُونَ 70وَلَقَدۡ ضَلَّ قَبۡلَهُمۡ أَكۡثَرُ ٱلۡأَوَّلِينَ 71وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا فِيهِم مُّنذِرِينَ 72فَٱنظُرۡ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُنذَرِينَ 73إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ74
NABI NUH
75Sungguh Nuh telah menyeru Kami, dan sungguh Kami adalah sebaik-baik yang mengabulkan. 76Kami menyelamatkannya dan kaumnya dari azab yang dahsyat, 77dan Kami jadikan keturunannya orang-orang yang tetap hidup. 78Dan Kami abadikan baginya sebutan yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian: 79"Salam sejahtera atas Nuh di seluruh alam." 80Sesungguhnya demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat baik. 81Sesungguhnya dia benar-benar salah seorang dari hamba-hamba Kami yang beriman. 82Kemudian Kami menenggelamkan yang lain.
وَلَقَدۡ نَادَىٰنَا نُوحٞ فَلَنِعۡمَ ٱلۡمُجِيبُونَ 75وَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ 76وَجَعَلۡنَا ذُرِّيَّتَهُۥ هُمُ ٱلۡبَاقِينَ 77وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ 78سَلَٰمٌ عَلَىٰ نُوحٖ فِي ٱلۡعَٰلَمِينَ 79إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 80إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُؤْمِنِينَ 81ثُمَّ أَغۡرَقۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ82
Nabi Ibrahim
83Dan sesungguhnya di antara pengikutnya adalah Ibrahim. 84(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci, 85dan berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apa yang kalian sembah?" 86"Apakah ilah-ilah palsu yang kalian inginkan selain Allah?" 87"Maka apa yang kalian harapkan dari Rabb semesta alam?" 88Kemudian, ia memandang bintang-bintang dan memutuskan, 89lalu ia berkata, "Sesungguhnya aku sakit." 90Maka mereka berpaling darinya dan pergi. 91Kemudian ia menyelinap mendatangi berhala-berhala mereka, lalu berkata (dengan nada mengejek), "Tidakkah kalian makan (persembahan kalian)?" 92Mengapa kalian tidak berbicara? 93Maka dia berbalik menyerang mereka dengan tangan kanannya. 94Kemudian kaumnya datang bergegas kepadanya. 95Dia berkata, "Bagaimana kamu menyembah apa yang kamu pahat dengan tanganmu sendiri, 96padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu kerjakan?" 97Mereka berkata, "Dirikanlah untuknya sebuah bangunan, dan lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala." 98Maka mereka berusaha mencelakainya, tetapi Kami menjatuhkan mereka.
وَإِنَّ مِن شِيعَتِهِۦ لَإِبۡرَٰهِيمَ 83إِذۡ جَآءَ رَبَّهُۥ بِقَلۡبٖ سَلِيمٍ 84إِذۡ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوۡمِهِۦ مَاذَا تَعۡبُدُونَ 85أَئِفۡكًا ءَالِهَةٗ دُونَ ٱللَّهِ تُرِيدُونَ 86فَمَا ظَنُّكُم بِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 87فَنَظَرَ نَظۡرَةٗ فِي ٱلنُّجُومِ 88فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٞ 89فَتَوَلَّوۡاْ عَنۡهُ مُدۡبِرِينَ 90فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمۡ فَقَالَ أَلَا تَأۡكُلُونَ 91مَا لَكُمۡ لَا تَنطِقُونَ 92فَرَاغَ عَلَيۡهِمۡ ضَرۡبَۢا بِٱلۡيَمِينِ 93فَأَقۡبَلُوٓاْ إِلَيۡهِ يَزِفُّونَ 94قَالَ أَتَعۡبُدُونَ مَا تَنۡحِتُونَ 95وَٱللَّهُ خَلَقَكُمۡ وَمَا تَعۡمَلُونَ 96قَالُواْ ٱبۡنُواْ لَهُۥ بُنۡيَٰنٗا فَأَلۡقُوهُ فِي ٱلۡجَحِيمِ 97فَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيۡدٗا فَجَعَلۡنَٰهُمُ ٱلۡأَسۡفَلِينَ98
Verse 98: Ia tidak ingin pergi bersama mereka ke perayaan mereka.

BACKGROUND STORY
Ibrahim (AS) adalah salah satu nabi terbesar, yang menghabiskan hidupnya dalam pengabdian kepada Allah. Ketika usianya mencapai 86 tahun, ia sangat mendambakan keturunan, sehingga ia berdoa untuk seorang anak yang saleh. Akhirnya, Allah memberkahinya dengan Isma'il (AS).

Tentu saja, Ibrahim (AS) mencintai putranya dengan sepenuh hati. Suatu malam, ia bermimpi menyembelih putra satu-satunya (yang kini berusia 13 tahun). Ia melihat mimpi ini beberapa kali, maka ia bertanya kepada Isma'il (AS), 'Apa yang harus kita lakukan?' Isma'il (AS) menjawab, 'Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah!'
Ketika Ibrahim (AS) dan putranya bersiap untuk berkurban, Allah memanggilnya: 'Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu. Kini engkau telah menyerahkan hatimu sepenuhnya kepada Kami, maka putramu dikembalikan kepadamu!' Kemudian seekor domba jantan diturunkan dari surga dan dijadikan kurban sebagai gantinya. Kita menghormati kisah ini setiap tahun saat Iduladha.

WORDS OF WISDOM
Seseorang mungkin bertanya, 'Siapakah yang akan dikorbankan: Isma'il atau Ishaq (A.S.)?' Jawaban singkatnya adalah Isma'il (A.S.), dengan alasan-alasan berikut. Kisah dalam ayat 100-111 berbicara tentang perintah kepada Ibrahim (A.S.) untuk mengorbankan putranya. Setelah kisah itu selesai, Ibrahim (A.S.) dianugerahi putra kedua, Ishaq (A.S.), sesuai dengan ayat 112.

Ibrahim (A.S.) diperintahkan untuk mengorbankan putra pertamanya. Ishaq (A.S.) adalah putra keduanya. Kisah pengorbanan itu terjadi di Makkah, tempat Isma'il (A.S.) tinggal. Ishaq (A.S.) tidak pernah datang ke Makkah.
Dalam Surah Hud (11:71), Sarah, istri pertama Ibrahim (A.S.), diberitahu oleh para malaikat bahwa ia akan memiliki seorang putra bernama Ishaq (A.S.), yang akan tumbuh dewasa dan memiliki seorang putra bernama Ya'qub (A.S.). Ibrahim (A.S.) berusia 99 tahun pada waktu itu. Putra yang akan dikorbankan adalah seorang pemuda, jadi pastilah itu Isma'il (A.S.).

WORDS OF WISDOM
Nama-nama banyak nabi dan tokoh dalam Al-Quran membawa makna yang mendalam yang berakar pada bahasa aslinya seperti Aram, Ibrani, dan Mesir kuno. Makna-makna ini sering kali mencerminkan kualitas atau kisah seseorang, menambahkan lapisan pemahaman yang lebih dalam pada narasi mereka.
Nama-nama yang melambangkan iman dan harapan meliputi: **Ibrahim** (A.S.), yang berarti 'teladan,' dan **Ishaq** (A.S.), 'yang tersenyum.' Nama-nama yang berkaitan dengan keramahan dan jawaban ilahi adalah **Yusuf** (A.S.), 'yang menjamu,' dan **Isma'il** (A.S.), 'Tuhan mendengar.'
Kesabaran dan ketekunan tercermin dalam nama-nama **Nuh** (A.S.), 'yang tetap bertahan,' dan **Aiyub** (A.S.), 'yang ditimpa bahaya,' menyoroti keteguhan mereka dalam menghadapi tantangan.
Nama-nama lain menekankan peran-peran tertentu: **Musa** (A.S.) berarti 'anak laki-laki kecil/putra,' mengingat masa kecilnya, dan **Dawood** (A.S.) berarti 'pria perkasa,' menandakan kekuatan dan wewenangnya.
Nama-nama seperti **Jibril** (A.S.), 'yang memiliki kekuatan besar,' dan **Maryam** (A.S.), 'yang berserah diri dalam ibadah,' menggarisbawahi peran ilahi dan pengabdian mendalam mereka.
Akhirnya, **Firaun** dan **Qarun** mencerminkan konsep-konsep duniawi. 'Firaun' berarti 'rumah yang agung,' melambangkan keagungan, sementara 'Qarun' berarti 'orang yang sarat dengan kekayaan,' menggambarkan fokus duniawi dari karakternya.
IBRAHIM, ISMA'IL DAN PENGORBANAN
99Kemudian, Ibrahim berkata, "Sesungguhnya aku pergi kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." 100Ya Tuhanku! Anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang saleh. 101Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang penyantun. 102Maka ketika anak itu sampai (pada usia) sanggup berusaha bersamanya, Ibrahim berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka bagaimana pendapatmu?" Dia menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar." 103Maka ketika keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim membaringkannya atas pelipisnya, 104Kami menyerunya, "Wahai Ibrahim! 105Engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 106Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. 107Dan Kami tebus dia dengan sembelihan yang agung, 108dan Kami abadikan untuknya sebutan yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian: 109Salam sejahtera atas Ibrahim. 110Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. 111Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman. 112Kemudian Kami memberinya kabar gembira tentang Ishaq, seorang nabi dan termasuk orang-orang yang saleh. 113Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishaq. Di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, dan ada pula yang jelas-jelas menzalimi diri sendiri.
وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّي سَيَهۡدِينِ 99رَبِّ هَبۡ لِي مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ 100فَبَشَّرۡنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٖ 101فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ 102فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ 103وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ 104قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 105إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ 106وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ 107وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ 108سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِيمَ 109كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 110إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ 111وَبَشَّرۡنَٰهُ بِإِسۡحَٰقَ نَبِيّٗا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ 112وَبَٰرَكۡنَا عَلَيۡهِ وَعَلَىٰٓ إِسۡحَٰقَۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحۡسِنٞ وَظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ مُبِينٞ113
Nabi Musa dan Nabi Harun
114Dan sungguh Kami telah menganugerahkan nikmat kepada Musa dan Harun, 115dan menyelamatkan mereka serta kaum mereka dari azab yang dahsyat. 116Kami menolong mereka, maka merekalah yang menang. 117Kami menganugerahkan kepada mereka Kitab yang jelas, 118dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus. 119Dan Kami abadikan bagi mereka sebutan yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian: 120"Salam sejahtera atas Musa dan Harun." 121Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 122Sesungguhnya mereka berdua adalah dua dari hamba-hamba Kami yang beriman.
وَلَقَدۡ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ 114وَنَجَّيۡنَٰهُمَا وَقَوۡمَهُمَا مِنَ ٱلۡكَرۡبِ ٱلۡعَظِيمِ 115وَنَصَرۡنَٰهُمۡ فَكَانُواْ هُمُ ٱلۡغَٰلِبِينَ 116وَءَاتَيۡنَٰهُمَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلۡمُسۡتَبِينَ 117وَهَدَيۡنَٰهُمَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ 118وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِمَا فِي ٱلۡأٓخِرِينَ 119سَلَٰمٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ 120إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 121إِنَّهُمَا مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ122
Nabi Ilyas
123Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul. 124(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, "Tidakkah kamu bertakwa kepada Allah?" 125Mengapa kamu menyeru Ba'l dan kamu meninggalkan Sebaik-baik Pencipta— 126Allah, Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?" 127Tetapi mereka mendustakannya, maka sesungguhnya mereka pasti akan terperangkap. 128Kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih. 129Kami abadikan baginya sebutan yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian. 130Salam sejahtera atas Ilyas. 131Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 132Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَإِنَّ إِلۡيَاسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 123إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ 124أَتَدۡعُونَ بَعۡلٗا وَتَذَرُونَ أَحۡسَنَ ٱلۡخَٰلِقِينَ 125ٱللَّهَ رَبَّكُمۡ وَرَبَّ ءَابَآئِكُمُ ٱلۡأَوَّلِينَ 126فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ 127إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 128وَتَرَكۡنَا عَلَيۡهِ فِي ٱلۡأٓخِرِينَ 129سَلَٰمٌ عَلَىٰٓ إِلۡ يَاسِينَ 130إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 131إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُؤۡمِنِينَ132
Nabi Lut
133Dan sungguh Lut benar-benar salah seorang rasul. 134Ingatlah ketika Kami menyelamatkannya dan seluruh keluarganya, 135kecuali seorang perempuan tua, yang termasuk golongan yang dibinasakan. 136Kemudian Kami membinasakan yang lain seluruhnya. 137Sungguh kalian melewati reruntuhan mereka pada siang hari. 138dan malam. Tidakkah kamu kemudian mengerti?
وَإِنَّ لُوطٗا لَّمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 133إِذۡ نَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 134إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 135ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 136وَإِنَّكُمۡ لَتَمُرُّونَ عَلَيۡهِم مُّصۡبِحِينَ 137وَبِٱلَّيۡلِۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ138
Verse 138: Istri Lut.

BACKGROUND STORY
Nabi Yunus (A.S.) mengajak kaumnya kepada Islam selama bertahun-tahun, tetapi mereka menolak pesannya. Ketika ia menjadi sangat frustrasi, ia memperingatkan mereka tentang azab yang akan datang dan kemudian bergegas meninggalkan kota tanpa izin Allah.
Ketika kaumnya menyadari kesalahan mereka sebelum azab itu datang, mereka menangis memohon ampunan kepada Allah, dan Dia menerima tobat mereka.
Yunus (A.S.) akhirnya berada di dalam perut ikan paus karena ketidaksabarannya. Ia sangat tertekan di dalam perut ikan paus itu sehingga ia terus berdoa selama berhari-hari. Allah menerima doanya, dan ikan paus itu meninggalkannya di pantai yang terbuka.
Kemudian Allah menumbuhkan sebatang pohon labu untuk memberinya naungan dari matahari dan serangga. Akhirnya, ia kembali kepada kaumnya dan mereka beriman kepada pesannya.

WORDS OF WISDOM
Menurut ayat 143-144, pelajaran penting yang dapat diambil adalah bahwa amal saleh menyelamatkan kita di masa-masa sulit.

Nabi Yunus (A.S.) diselamatkan karena beliau selalu berdoa, baik sebelum ditelan maupun saat berada di dalam perut ikan paus (21:87).
Nabi (ﷺ) menceritakan kepada kita kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua setelah longsoran batu. Akhirnya, mereka berhasil keluar setelah masing-masing dari mereka menyebutkan salah satu amal saleh mereka kepada Allah.
Nabi (ﷺ) juga bersabda, 'Kenalilah Allah di masa-masa lapangmu, maka Dia akan menjagamu di masa-masa sulit.'
NABI YUNUS
139Dan Yunus sungguh termasuk salah seorang rasul. 140Tatkala ia lari ke kapal yang sarat muatan. 141Lalu ia ikut undian, lalu ia kalah, maka ia dilemparkan. 142Lalu ia ditelan ikan paus, sedang ia dalam keadaan tercela. 143Sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih. 144Niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya sampai hari mereka dibangkitkan. 145Lalu Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, dalam keadaan sakit, 146dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon labu. 147Kemudian Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih, 148lalu mereka beriman, maka Kami biarkan mereka bersenang-senang sampai waktu tertentu.
وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ 139إِذۡ أَبَقَ إِلَى ٱلۡفُلۡكِ ٱلۡمَشۡحُونِ 140فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُدۡحَضِينَ 141فَٱلۡتَقَمَهُ ٱلۡحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٞ 142فَلَوۡلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُسَبِّحِينَ 143لَلَبِثَ فِي بَطۡنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ 144فَنَبَذۡنَٰهُ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٞ 145وَأَنۢبَتۡنَا عَلَيۡهِ شَجَرَةٗ مِّن يَقۡطِينٖ 146وَأَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ مِاْئَةِ أَلۡفٍ أَوۡ يَزِيدُونَ 147فََٔامَنُواْ فَمَتَّعۡنَٰهُمۡ إِلَىٰ حِينٖ148

BACKGROUND STORY
Sebagian kaum musyrik mengklaim bahwa para malaikat adalah putri-putri Allah melalui pernikahan dengan jin!

Dalam ayat 151-154, Allah mencela kaum musyrik karena mengatakan bahwa Dia memiliki anak perempuan, padahal mereka sendiri tidak suka memiliki anak perempuan.
Dalam Islam, baik laki-laki maupun perempuan setara di hadapan Allah.
Pertanyaan kepada Penyembah Berhala
149Tanyakanlah kepada mereka, "Apakah Tuhanmu mempunyai anak-anak perempuan, padahal mereka (sendiri) menginginkan anak laki-laki?" 150Ataukah tanyakanlah kepada mereka, "Apakah Kami menciptakan para malaikat sebagai perempuan di hadapan mereka?" 151Sesungguhnya itu adalah salah satu kebohongan mereka yang keji, bahwa mereka mengatakan, 152"Allah mempunyai anak." Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. 153Apakah Dia memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? 154Ada apa dengan kalian? Bagaimana kalian bisa berlaku tidak adil demikian? 155Maka, tidakkah kalian akan kembali sadar? 156Atau adakah pada kalian bukti yang jelas? 157Maka bawalah kepada kami kitab suci kalian, jika apa yang kalian katakan itu benar! 158Bahkan mereka mengklaim bahwa Dia memiliki hubungan dengan jin! Padahal jin itu sendiri tahu betul bahwa orang-orang seperti itu pasti akan ditimpa azab. 159Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan! 160Kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih. 161Sesungguhnya kamu (wahai) orang-orang kafir dan apa pun berhala yang kamu sembah, 162tidak akan pernah bisa menyesatkan seorang pun dari-Nya, 163kecuali orang-orang yang akan dibakar di Neraka.
فَٱسۡتَفۡتِهِمۡ أَلِرَبِّكَ ٱلۡبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلۡبَنُونَ 149أَمۡ خَلَقۡنَا ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثٗا وَهُمۡ شَٰهِدُونَ 150أَلَآ إِنَّهُم مِّنۡ إِفۡكِهِمۡ لَيَقُولُونَ 151وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمۡ لَكَٰذِبُونَ 152أَصۡطَفَى ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِينَ 153مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ 154أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 155أَمۡ لَكُمۡ سُلۡطَٰنٞ مُّبِينٞ 156فَأۡتُواْ بِكِتَٰبِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ 157وَجَعَلُواْ بَيۡنَهُۥ وَبَيۡنَ ٱلۡجِنَّةِ نَسَبٗاۚ وَلَقَدۡ عَلِمَتِ ٱلۡجِنَّةُ إِنَّهُمۡ لَمُحۡضَرُونَ 158سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ 159إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 160فَإِنَّكُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ 161مَآ أَنتُمۡ عَلَيۡهِ بِفَٰتِنِينَ 162إِلَّا مَنۡ هُوَ صَالِ ٱلۡجَحِيمِ163
Tanggapan Malaikat
164Para malaikat menjawab, "Tidak ada seorang pun di antara kami melainkan baginya ada kedudukan yang telah ditetapkan." 165Sesungguhnya kamilah yang berbaris. 166Dan sesungguhnya kamilah orang-orang yang bertasbih.
وَمَا مِنَّآ إِلَّا لَهُۥ مَقَامٞ مَّعۡلُومٞ 164وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلصَّآفُّونَ 165وَإِنَّا لَنَحۡنُ ٱلۡمُسَبِّحُونَ166
Kaum Penyembah Berhala Sebelum Al-Qur'an
167Sesungguhnya kaum musyrikin ini dahulu berkata, 168"Sekiranya ada pada kami suatu peringatan seperti yang ada pada umat-umat terdahulu, 169niscaya kami benar-benar menjadi hamba-hamba Allah yang setia." 170Akan tetapi (sekarang) mereka mengingkarinya, maka mereka akan segera melihat.
وَإِن كَانُواْ لَيَقُولُونَ 167لَوۡ أَنَّ عِندَنَا ذِكۡرٗا مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ 168لَكُنَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ 169فَكَفَرُواْ بِهِۦۖ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ170
Mendukung Nabi
171Sungguh, telah berlalu Firman Kami kepada hamba-hamba Kami, para rasul, 172bahwa mereka pasti akan ditolong, 173dan bahwa pasukan Kami pasti akan menang. 174Maka berpalinglah dari para pendusta itu untuk sementara waktu. 175Engkau akan melihat, dan mereka pun akan melihat! 176Apakah mereka sungguh ingin mempercepat azab Kami? 177Namun jika itu menimpa mereka, alangkah mengerikannya pagi itu bagi orang-orang yang telah diberi peringatan! 178Maka berpalinglah dari mereka untuk sementara waktu. 179Engkau akan melihat, dan mereka pun akan melihat! 180Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dan kekuatan, jauh dari apa yang mereka sifatkan! 181Salam sejahtera atas para rasul. 182Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
وَلَقَدۡ سَبَقَتۡ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا ٱلۡمُرۡسَلِينَ 171إِنَّهُمۡ لَهُمُ ٱلۡمَنصُورُونَ 172وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ ٱلۡغَٰلِبُونَ 173فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ 174وَأَبۡصِرۡهُمۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ 175أَفَبِعَذَابِنَا يَسۡتَعۡجِلُونَ 176فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمۡ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلۡمُنذَرِينَ 177وَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ حَتَّىٰ حِينٖ 178وَأَبۡصِرۡ فَسَوۡفَ يُبۡصِرُونَ 179سُبۡحَٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ 180وَسَلَٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِينَ 181وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ182