Orang yang Berselimut
المُزَّمِّل
المُزَّمِّل
Surah Al-Muzzammil for kids content

LEARNING POINTS
- •
Surah awal ini mempersiapkan Nabi untuk ajaran-ajaran agung yang akan diwahyukan dan tantangan-tantangan di masa depan.
- •
Nabi diperintahkan untuk mencari ketenangan dalam kesabaran dan salat.
- •
Kita tidak boleh pernah menyerah.
- •
Orang-orang kafir yang sombong diperingatkan tentang azab yang mengerikan di Jahannam.
- •
Allah selalu memudahkan bagi orang-orang beriman untuk beribadah kepada-Nya.

BACKGROUND STORY
- •
Ketika para penyembah berhala pertama kali mendengar bahwa Nabi mulai menerima wahyu dari Allah, mereka mulai mengolok-oloknya. Mereka bahkan memanggilnya 'orang gila' dan 'penyihir'. Maka beliau menjadi sangat sedih dan kecewa ketika mendengar apa yang mereka katakan. Surah ini turun untuk memberitahunya, 'Jangan menyerah'. Beliau diminta untuk bangkit dan menyampaikan risalah, mencari ketenangan dalam kesabaran dan salat. Beliau dijanjikan bahwa Allah sendiri yang akan menangani para penyembah berhala yang menyulitkannya. (Diriwayatkan oleh Imam At-Tabarani)

SIDE STORY
- •
Ini adalah kisah dua katak—satu tua dan yang lain muda. Suatu hari, mereka melompat-lompat mencari makanan ketika tiba-tiba mereka jatuh ke dalam panci kecil berisi susu. Mereka tidak bisa melompat keluar, jadi mereka mulai berenang di dalam susu. Setelah 10 menit mendayung, katak tua itu berkata, 'Tidak ada gunanya. Kita sudah tamat.' Katak muda itu menjawab, 'Tidak, kita tidak boleh menyerah. Aku yakin ada jalan keluar.' Katak tua itu berkata, 'Bodoh sekali! Tidak ada siapa-siapa di sini untuk membantu kita. Berhentilah mendayung dan mari kita mati dengan tenang.' Katak muda itu tidak mendengarkan dan terus mendayung, sementara katak tua itu mengolok-oloknya. Akhirnya, katak tua itu tenggelam, tetapi yang muda terus mendayung sampai susu perlahan berubah menjadi mentega, dan dia bisa melompat keluar dengan mudah.
- •
Pada tahun 1986, seorang pengacara Muslim India-Kanada berusia 34 tahun (bernama Enam Bukhari) mengalami kondisi medis yang membuatnya dirawat di rumah sakit untuk waktu yang lama. Pada suatu titik, jantungnya berhenti, dan dokternya mengira dia benar-benar meninggal, tetapi Allah tetap menjaganya hidup. Dokternya kemudian mengatakan bahwa dia akan beruntung jika bisa hidup seminggu lagi. Dia tidak bisa bernapas, berbicara, atau bergerak sendiri, jadi dia harus duduk di kursi roda dan menggunakan mesin untuk bernapas. Dia tidak bisa membuka matanya, jadi mereka harus merekatnya agar tetap terbuka saat dia tidak tidur. Dia suka membaca, tetapi sangat frustrasi ketika harus menunggu istrinya membalik halaman untuknya. Hidupnya sangat sulit, tetapi dia tidak pernah menyerah. Butuh beberapa tahun baginya untuk melatih dirinya berbicara dengan selang udara yang menancap di tenggorokannya. Dia kembali ke universitas, meraih gelar master, dan memulai kantor hukum yang sukses di Wilayah Niagara. Meskipun dia menghabiskan sisa hidupnya di kursi roda dan tidak bisa bergerak atau bernapas sendiri, Enam dikenal karena pengabdian masyarakat dan pekerjaan amalnya. Saya bertemu dengannya beberapa kali, dan mengunjunginya di rumahnya di kota St. Catharines, Ontario bersama sekelompok pemuda dari masjid setempat untuk mendengar kisahnya secara langsung. Ketika saya meminta nasihat kepadanya, dia berkata, 'Lakukan perbuatan baik kecil setiap hari. Jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan kebaikan, kamu akan sibuk dengan keburukan.' Enam Bukhari meninggal dunia pada tahun 2016, dan saya merasa terhormat untuk memimpin salat jenazahnya (salat pemakaman).

Menguatkan Nabi Melalui Doa
Mendukung Nabi
Peringatan kepada Penyembah Berhala

WORDS OF WISDOM
- •
Jika seorang Muslim salat 5 kali sehari, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadan, dan menunaikan haji, Nabi bersabda bahwa Allah akan memberi mereka Jannah (Surga). (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari & Imam Muslim) Namun, jika seseorang ingin ditinggikan derajatnya di Jannah, mereka harus melakukan beberapa ibadah sunah atau nafilah. Ini termasuk salat tambahan di malam hari, berpuasa pada hari Senin dan Kamis, bersedekah, dan menunaikan umrah. Inilah mengapa Nabi dan para sahabatnya biasa salat di malam hari, sesuai dengan surah ini.
