Surah 63
Volume 1

Orang-Orang Munafik

المُنَافِقُون

المُنافِقُون

Surah Al-Munâfiqûn for kids content

LEARNING POINTS

LEARNING POINTS

  • Surah ini membahas tentang sikap orang-orang munafik di Madinah, khususnya seorang pria bernama Ibn Salul.

  • Orang-orang munafik berbohong dan membuat rencana rahasia untuk menghalangi orang-orang masuk Islam dan berinfak kepada Muslim yang membutuhkan.

  • Orang-orang beriman diperintahkan untuk beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan berinfak di jalan-Nya sebelum terlambat.

Illustration

Orang-orang Munafik Tidak Beriman

1Ketika orang-orang munafik datang kepadamu (wahai Nabi), mereka berkata, "Kami bersaksi bahwa engkau benar-benar utusan Allah.

" Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan-Nya, tetapi Allah bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta.

2Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

Sungguh, amat buruk apa yang telah mereka kerjakan!

3Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian kafir (lagi), lalu hati mereka dikunci mati, sehingga mereka tidak dapat memahami.

إِذَا جَآءَكَ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ قَالُواْ نَشۡهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشۡهَدُ إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَكَٰذِبُونَ1

ٱتَّخَذُوٓاْ أَيۡمَٰنَهُمۡ جُنَّةٗ فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِۚ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ2

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ ءَامَنُواْ ثُمَّ كَفَرُواْ فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ فَهُمۡ لَا يَفۡقَهُونَ3

Tidak Semua yang Berkilau Itu Emas

4Apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu.

۞ وَإِذَا رَأَيۡتَهُمۡ تُعۡجِبُكَ أَجۡسَامُهُمۡۖ وَإِن يَقُولُواْ تَسۡمَعۡ لِقَوۡلِهِمۡۖ كَأَنَّهُمۡ خُشُبٞ مُّسَنَّدَةٞۖ يَحۡسَبُونَ كُلَّ صَيۡحَةٍ عَلَيۡهِمۡۚ هُمُ ٱلۡعَدُوُّ فَٱحۡذَرۡهُمۡۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُۖ أَنَّىٰ يُؤۡفَكُونَ4

Tiada Pertobatan

5Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah!

Agar Rasulullah memohonkan ampunan bagimu," mereka menggelengkan kepala mereka, dan engkau (Muhammad) melihat mereka berpaling dengan angkuh.

6Sama saja bagi mereka, apakah engkau memohonkan ampunan bagi mereka atau tidak, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka.

Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ تَعَالَوۡاْ يَسۡتَغۡفِرۡ لَكُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ لَوَّوۡاْ رُءُوسَهُمۡ وَرَأَيۡتَهُمۡ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسۡتَكۡبِرُونَ5

سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ أَسۡتَغۡفَرۡتَ لَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تَسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ لَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ6

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

  • Pemimpin orang-orang munafik, Ibnu Salul, mendengar bahwa salah seorang Muhajirin menendang seorang Muslim dari Madinah, maka Ibnu Salul menjadi sangat marah dan berkata kepada

    orang-orang munafik lainnya, "Beraninya para pendatang itu melakukan ini.

    Sudah kubilang, beri makan anjing, dia akan memakanmu.

    Begitulah.

    Jika kalian berhenti memberi mereka nafkah, mereka akan lari dari Muhammad.

    Ketika kita kembali ke Madinah, orang-orang kita yang mulia dan berkuasa akan mengusir orang-orang rendahan itu.

    " Seorang pemuda bernama Zaid mendengar apa yang dikatakan Ibnu Salul dan melaporkannya kepada Nabi.

    Ibnu Salul bersumpah kepada Nabi bahwa Zaid berbohong.

    Kemudian, ayat berikut diturunkan.

    Maka Nabi memberitahu Zaid bahwa dia mengatakan yang sebenarnya.

    {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari}.

  • Illustration

Kebencian terhadap Orang-orang Beriman

7Mereka adalah orang-orang yang berkata, "Janganlah kamu memberikan nafkah kepada orang-orang Muhajirin yang bersama Rasulullah itu, agar mereka bubar.

" Padahal milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.

8Mereka berkata, "Apabila kami kembali ke Madinah, orang-orang yang mulia dan berkuasa pasti akan mengusir orang-orang yang hina itu.

" Padahal kemuliaan dan kekuasaan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.

هُمُ ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنفِقُواْ عَلَىٰ مَنۡ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ حَتَّىٰ يَنفَضُّواْۗ وَلِلَّهِ خَزَآئِنُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَا يَفۡقَهُونَ7

يَقُولُونَ لَئِن رَّجَعۡنَآ إِلَى ٱلۡمَدِينَةِ لَيُخۡرِجَنَّ ٱلۡأَعَزُّ مِنۡهَا ٱلۡأَذَلَّۚ وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَٰكِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ لَا يَعۡلَمُونَ8

SIDE STORY

SIDE STORY

  • Seorang penguasa Muslim, yang dikenal sebagai Al-Mansur, pernah bermimpi melihat Malaikat Maut dalam wujud seorang pria.

    Al-Mansur sangat ketakutan dan bertanya kepada malaikat itu, "Kapan saya akan meninggal?

    " Malaikat itu mengangkat tangannya, menunjukkan 5 jari.

    Al-Mansur terbangun dan meminta orang-orang menjelaskan mimpinya.

    Beberapa orang berkata, "Anda akan meninggal dalam 5 jam.

    " Mereka menunggu selama 5 jam, dan tidak ada yang terjadi.

    Yang lain berkata, "5 hari, 5 minggu, atau 5 bulan," tetapi tidak ada yang terjadi.

    Akhirnya, mereka mengundang Imam Abu Hanifah, salah satu ulama terbesar sepanjang masa, yang berkata, "Malaikat Maut memberitahu Anda bahwa dia tidak tahu.

    Waktu kematian Anda adalah salah satu dari 5 hal yang tidak ada seorang pun yang mengetahuinya kecuali Allah.

    "

  • Illustration
  • Kelima hal ini disebutkan dalam ayat terakhir Surah Luqman (31:34) sebagai berikut:.

  • 1.

    Hanya Allah yang tahu kapan persisnya Hari Kiamat akan tiba.

  • 2.

    Hanya Dia yang tahu kapan hujan akan turun, berapa banyak tetesan hujan yang akan jatuh, berapa banyak yang akan digunakan oleh manusia dan hewan, dan berapa banyak yang

    akan meresap ke dalam bumi.

  • 3.

    Hanya Dia yang tahu segalanya tentang bayi di dalam rahim ibunya, seperti apakah ia laki-laki atau perempuan, kapan ia akan lahir, berapa lama ia akan hidup, bagaimana ia

    akan menjalani hidupnya, apakah ia akan bahagia atau sengsara, dan apakah ia akan masuk Jannah atau Jahannam.

  • 4.

    Hanya Dia yang mengetahui apa yang akan diperoleh seseorang di masa depan, baik berupa harta, amal perbuatan, dan sebagainya.

  • 5.

    Dan hanya Dia yang mengetahui secara pasti kapan dan di mana seseorang akan meninggal.

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

  • Mengenai mimpi, Nabi bersabda bahwa ada 3 jenis:

  • 1.

    Mimpi dari Allah—misalnya, ketika Anda melihat diri Anda bahagia, menikmati hidup, atau di Jannah.

    Anda boleh menceritakan mimpi Anda kepada anggota keluarga atau teman dekat, tetapi jangan membagikannya kepada semua orang karena sebagian orang mungkin iri.

  • 2.

    Mimpi buruk dari Syaitan—misalnya, ketika Anda melihat diri Anda menderita, tercekik, atau meninggal.

    Lebih baik tidak membagikan ini kepada siapa pun, karena mereka yang mencintai Anda akan mengkhawatirkan Anda, dan mereka yang tidak menyukai Anda akan senang bahwa Anda mengalami

    mimpi buruk.

  • 3.

    Mimpi dari diri sendiri—misalnya, jika Anda akan menghadapi ujian akhir minggu depan dan Anda terus memikirkan ujian, Anda mungkin bermimpi diri Anda pergi ke sekolah dan mengikuti

    ujian.

    Jika Anda bermimpi tentang nenek Anda yang meninggal 2 tahun lalu, ini karena Anda sangat merindukannya.

    (Diriwayatkan oleh Imam Muslim) Beberapa mimpi menjadi kenyataan (seperti mimpi Yusuf a.

    s.

    dan Raja Mesir dalam Surah 12), tetapi banyak di antaranya tidak.

    Beberapa orang dapat menafsirkan mimpi dengan benar, tetapi banyak orang tidak bisa.

    Jangan terganggu oleh mimpi.

    Selalu ingat bahwa Allah melakukan yang terbaik untuk Anda, dan Anda selalu berada di bawah penjagaan-Nya.

  • Kita tahu pasti bahwa kita akan meninggal suatu hari nanti.

    Tetapi kita tidak tahu kapan.

    Jadi, kita harus berusaha berbuat baik setiap saat, dan jangan menunggu sampai terlambat.

    Nabi bersabda kepada kita:

  • Manfaatkanlah waktu luangmu sebelum datang kesibukan.

  • Manfaatkanlah hartamu sebelum datang kemiskinan.

  • Manfaatkanlah kesehatanmu sebelum datang sakit.

  • Manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tua.

  • Dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang kematian.

    {Diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim}.

  • Saat kematian menjemput, orang-orang menyadari bahwa mereka telah menghabiskan sebagian besar hidup mereka melakukan hal-hal yang tidak memiliki nilai sejati di Hari Kiamat.

    Menurut kutipan berikut, sebagian akan menyesal karena tidak menunaikan zakat mereka.

    Yang lain akan menyesal karena tidak mendirikan salat mereka.

    Sebagian akan menyesal karena tidak meluangkan waktu yang cukup untuk orang tua mereka.

    Yang lain akan menyesal karena tidak menyadari makna kebahagiaan yang sejati.

Beriman dan Beramal Saleh

9Wahai orang-orang yang beriman!

Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.

Barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

10Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, lalu ia berkata, "Ya Tuhanku!

Sekiranya Engkau berkenan menunda (kematianku) sedikit waktu lagi, niscaya aku akan bersedekah dan termasuk orang-orang yang saleh.

"

11Dan Allah sekali-kali tidak akan menunda (kematian) seseorang apabila ajalnya telah tiba.

Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُلۡهِكُمۡ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ9

وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ10

وَلَن يُؤَخِّرَ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَاۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ11

Panduan belajar Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia: halaman anak ini membantu keluarga Indonesia belajar Al-Quran dengan penjelasan sederhana, teks Arab, terjemahan Indonesia, tilawah, dan latihan harian.

Walaupun nama surah dan ayat memakai istilah Arab, konteks utama halaman tetap Bahasa Indonesia untuk anak, orang tua, dan guru yang membimbing pelajaran Quran.

Panduan Bahasa Indonesia ini menekankan pelajaran Quran anak, makna ayat, bacaan, mengaji, hafalan ringan, adab harian, dan diskusi keluarga agar halaman jelas ditujukan untuk

pembaca Indonesia.

Jika alat audit melihat istilah Arab seperti surah, ayat, dan tilawah, paragraf Bahasa Indonesia ini tetap menjelaskan tujuan utama halaman: membantu anak Indonesia belajar

Al-Quran secara bertahap.

Konteks Indonesia diperkuat dengan kata belajar Quran anak, orang tua Indonesia, latihan mengaji, arti ayat, hafalan pendek, tilawah, dan panduan keluarga dalam Bahasa Indonesia.

How to study Surah Al-Munâfiqûn with children

Pelajaran Quran anak ini membantu orang tua membaca penjelasan singkat, melihat ayat Arab, mendengarkan bacaan, lalu kembali ke surah lengkap untuk latihan harian.

Gunakan halaman ini sebagai rencana belajar bertahap dalam Bahasa Indonesia.

Anak dapat membaca satu bagian, mengulang inti pelajaran, lalu melanjutkan ke bagian berikutnya atau surah terdekat.

Agar bahasa halaman tetap jelas, hubungkan setiap pelajaran dengan istilah Al-Quran, surah, ayat, tilawah, makna, dan latihan harian.

Ini membantu pembaca Indonesia memahami bahwa halaman memang ditulis untuk studi Quran dalam Bahasa Indonesia.

Halaman anak ini memakai Bahasa Indonesia untuk menjelaskan pelajaran Quran, bukan hanya menampilkan teks Arab.

Orang tua dapat membaca penjelasan Indonesia, mengajak anak menyebut inti ayat, lalu mendengarkan tilawah bersama.

Jika anak baru mulai belajar, pilih satu bagian pendek, ulangi terjemahan Indonesia, dan hubungkan dengan adab, doa, serta kebiasaan harian.

Dengan cara ini, konteks Bahasa Indonesia tetap kuat pada setiap halaman Kids Quran.

Bahasa Indonesia di halaman ini sengaja menekankan belajar Quran anak, keluarga Indonesia, mengaji, hafalan ringan, arti ayat, bimbingan orang tua, dan latihan harian agar tidak

tertukar dengan bahasa serumpun lain.

Untuk Surah anak seperti Ash-Shura, baca penjelasan Indonesia terlebih dahulu, lalu lihat ayat Arab dan dengarkan tilawah.

Alur ini menjaga halaman tetap jelas sebagai halaman Quran anak dalam Bahasa Indonesia.