Wanita yang Diuji
المُمْتَحَنَة
المُمتَحِنَہ
Surah Al-Mumtaḥanah for kids content

LEARNING POINTS
- •
Surah ini memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang non-Muslim yang tidak menganiaya atau memerangi komunitas Muslim.
- •
Nasihat-nasihat lain diberikan kepada Nabi dan kaum mukminin tentang bagaimana menyikapi wanita-wanita penyembah berhala yang meninggalkan Makkah untuk bergabung dengan kaum Muslimin di Madinah, serta mereka yang memeluk Islam.
- •
Namun demikian, jika seseorang menyerang kaum Muslimin, maka tidaklah benar untuk menjaga hubungan baik dengan mereka atau mempercayai mereka dengan informasi yang dapat membahayakan umat.


BACKGROUND STORY
- •
Setelah bertahun-tahun pertempuran antara para penyembah berhala dan kaum Muslimin Madinah, Nabi memutuskan untuk pergi secara damai ke Makkah untuk menunaikan umrah bersama 1.400 sahabatnya. Meskipun penduduk Makkah tidak memberi mereka akses ke Masjidil Haram hingga tahun berikutnya, sebuah perjanjian damai 10 tahun ditandatangani di sebuah tempat bernama Hudaibiyah, tepat di luar kota Makkah. Namun, para penyembah berhala melanggar perjanjian tersebut dalam waktu kurang dari dua tahun dengan membunuh beberapa Muslim.
- •
Maka, Nabi memberitahu para sahabatnya bahwa beliau akan memimpin pasukan untuk mengambil alih kota tersebut. Beliau memerintahkan semua orang untuk tidak membagikan informasi ini kepada siapa pun di Makkah. Namun, seorang sahabat bernama Hatib mengirimkan surat peringatan kepada penduduk Makkah, berharap mereka akan membalas kebaikan ini dengan melindungi anak-anak dan kerabatnya—yang masih berada di Makkah—seandainya kaum Muslimin gagal memasuki kota tersebut. Segera Nabi menerima wahyu tentang apa yang telah dilakukan Hatib. Maka beliau mengutus beberapa sahabat untuk menghentikan surat itu agar tidak sampai ke Makkah. Hatib kemudian diampuni. Makkah menyerah secara damai kepada pasukan Muslim, dan penduduk Makkah dimaafkan oleh Nabi ﷺ. (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari & Imam Muslim)

Mempercayai Musuh
Teladan Ibrahim dan Pengikutnya

BACKGROUND STORY
- •
Beberapa Muslim merasa tertekan karena sebagian kerabat mereka adalah musuh Islam dan terkadang kedua belah pihak harus saling berperang. Ayat berikut turun untuk menghibur para Muslim tersebut dengan memberi mereka harapan bahwa mungkin suatu hari Allah akan menciptakan kedamaian dan keharmonisan di antara mereka. Beberapa musuh terburuk Islam akhirnya menjadi Muslim. {Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Katsir}
Musuh kemarin, sahabat esok

BACKGROUND STORY
- •
Asma', putri Abu Bakar r.a., bertanya kepada Nabi ﷺ, "Ibuku bukan seorang Muslimah dan dia datang berkunjung, berharap mendapatkan hadiah dariku. Bolehkah aku memberinya sesuatu?" Nabi ﷺ bersabda, "Ya, berbuat baiklah kepada ibumu." Maka turunlah ayat berikut. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari & Imam Muslim}

Kebaikan kepada non-Muslim

BACKGROUND STORY
- •
Menurut perjanjian damai Hudaibiyah (disebutkan di awal surah ini), Muslim yang meninggalkan Islam untuk bergabung dengan kaum musyrikin di Makkah tidak akan dikembalikan ke Madinah, sementara kaum musyrikin yang menerima Islam dan bergabung dengan kaum Muslim di Madinah akan dikembalikan ke Makkah, kecuali wanita. Meskipun perjanjian itu umumnya tidak adil bagi kaum Muslim, Nabi berharap bahwa itu akan menciptakan perdamaian antara kaum Muslim dan kaum musyrikin. Menurut ayat berikut, kaum Muslim diminta untuk memastikan bahwa wanita-wanita tersebut benar-benar pindah ke Madinah karena mereka mencintai Islam, bukan karena mereka hanya ingin berpisah dari suami-suami mereka yang musyrik. Jika wanita-wanita tersebut kemudian menikah dengan pria Muslim, mantan suami mereka yang musyrik harus mengambil kembali mahar mereka. {Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Katsir}
