Surah 49
Volume 1

Kamar-Kamar

الحُجُرَات

الحُجُرات

LEARNING POINTS

LEARNING POINTS

Surah ini mengajarkan umat Islam untuk menunjukkan rasa hormat kepada Nabi dengan tidak berdebat atau mengangkat suara di hadapannya. Mereka harus mendengarkan apa yang beliau katakan terlebih dahulu sebelum membuat keputusan.

Ini juga berlaku bagi kita hari ini. Kita tidak boleh mendahulukan pendapat pribadi kita di atas ketetapan Allah dan Rasul-Nya (S.A.W).

Jika kita memiliki takwa kepada Allah (dengan senantiasa mengingat-Nya), ini akan membantu kita melakukan apa yang benar dan menghindari apa yang salah.

Kita tidak boleh terburu-buru menghakimi niat orang lain.

Ketika kita mendengar suatu berita, kita harus memastikan bahwa berita tersebut benar sebelum kita menyebarkannya kepada orang lain atau mengambil tindakan apa pun.

Kita wajib menghormati privasi orang lain.

Kita tidak boleh menyinggung, menggunjing, menindas, atau menyakiti siapa pun.

Kita hendaknya bersikap lembut, bahkan ketika menasihati seseorang.

Kita hendaknya berusaha mendamaikan saudara-saudari kita seiman.

Semua manusia diciptakan setara. Manusia terbaik adalah dia yang bertakwa kepada Allah dan berakhlak mulia.

Sebagian orang mungkin berbicara tentang seberapa kuat iman mereka, namun hanya perbuatan merekalah yang akan membuktikan apakah mereka beriman atau tidak.

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Suatu hari, Nabi ﷺ sedang duduk bersama beberapa sahabatnya, termasuk Abu Bakar ﷺ dan Umar ﷺ. Ketika beliau ﷺ bertanya siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dari rombongan yang berkunjung dari kabilah Bani Tamim, Abu Bakar mengusulkan satu orang dan Umar mengusulkan orang lain. Kemudian Abu Bakar dan Umar berselisih dan mulai meninggikan suara mereka. Ketika ayat ini diturunkan, keduanya berjanji kepada Nabi ﷺ bahwa mereka akan menghormati wewenang beliau dan berbicara dengan lembut. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari}

Illustration

Adab kepada Nabi

1) Respect Authority

1Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ1

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Seorang sahabat bernama Tsabit bin Qais memiliki masalah pendengaran. Dia tidak dapat mendengar dirinya sendiri dengan jelas, sehingga dia harus meninggikan suaranya ketika berbicara dengan orang-orang, termasuk kepada Nabi S.A.W. Ketika ayat berikut diturunkan, dia khawatir bahwa ayat itu merujuk kepadanya. Dia datang kepada Nabi S.A.W. dan mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk merendahkan suaranya di masa depan. Nabi S.A.W. bersabda kepadanya bahwa dia adalah orang yang baik dan memberinya kabar gembira Jannah. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari}

Adab terhadap Nabi

2) Watch Your Tongue

2Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kamu berkata kepada sebagian kamu yang lain, nanti akan terhapuslah amal-amalmu tanpa kamu menyadarinya. 3Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk ketakwaan. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَرۡفَعُوٓاْ أَصۡوَٰتَكُمۡ فَوۡقَ صَوۡتِ ٱلنَّبِيِّ وَلَا تَجۡهَرُواْ لَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ كَجَهۡرِ بَعۡضِكُمۡ لِبَعۡضٍ أَن تَحۡبَطَ أَعۡمَٰلُكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تَشۡعُرُونَ 2إِنَّ ٱلَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصۡوَٰتَهُمۡ عِندَ رَسُولِ ٱللَّهِ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱمۡتَحَنَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡ لِلتَّقۡوَىٰۚ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٌ عَظِيمٌ3

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Sekelompok orang dari kabilah Bani Tamim datang menemui Nabi ﷺ ketika beliau sedang beristirahat di siang hari. Mereka berdiri di luar rumah beliau dan mulai berteriak memanggil beliau agar keluar menemui mereka. Menurut keterangan berikut, mereka seharusnya tidak mengganggu Nabi. Sebaliknya, mereka seharusnya menunggu di masjid sampai beliau bangun dengan sendirinya dan keluar menemui mereka. (Diriwayatkan oleh Imam At-Tabarani)

ADAB DENGAN NABI

3) Respect Privacy

4Sesungguhnya kebanyakan orang yang memanggilmu dengan suara keras dari luar kamar-kamar (rumah)mu, mereka tidak berakal. 5Sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَآءِ ٱلۡحُجُرَٰتِ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ 4وَلَوۡ أَنَّهُمۡ صَبَرُواْ حَتَّىٰ تَخۡرُجَ إِلَيۡهِمۡ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ5

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Nabi SAW mengutus seorang pria bernama Al-Walid bin 'Uqbah untuk mengumpulkan zakat dari kabilah Bani Al-Mustaliq. Pria ini memiliki masalah dengan kabilah tersebut di masa lalu. Jadi ketika mereka keluar untuk menyambutnya dalam jumlah besar, dia berasumsi bahwa mereka berencana untuk membunuhnya. Dia kembali berlari kepada Nabi SAW dan memberitahunya bahwa mereka ingin membunuhnya, oleh karena itu mereka harus dihukum. Tak lama setelah itu, sekelompok orang dari kabilah tersebut datang kepada Nabi SAW untuk menjelaskan apa yang terjadi. {Diriwayatkan oleh Imam Ahmad}

Adab Sosial

1) Check Information

6Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka tabayyunlah (telitilah dengan saksama), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum karena kebodohan (tidak mengetahui kebenarannya), yang pada akhirnya kamu akan menyesali perbuatanmu itu. 7Dan ketahuilah bahwa di antara kamu ada Rasulullah. Sekiranya dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal, niscaya kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu mencintai keimanan dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. 8(Semua ini adalah) sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ 6وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ فِيكُمۡ رَسُولَ ٱللَّهِۚ لَوۡ يُطِيعُكُمۡ فِي كَثِيرٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِ لَعَنِتُّمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ حَبَّبَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِي قُلُوبِكُمۡ وَكَرَّهَ إِلَيۡكُمُ ٱلۡكُفۡرَ وَٱلۡفُسُوقَ وَٱلۡعِصۡيَانَۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ 7فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَنِعۡمَةٗۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٞ8

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Ada seorang munafik di Madinah bernama Ibnu Salul, yang sangat marah kepada kaum Muslimin karena dia hampir menjadi raja kota itu, tetapi segalanya berubah ketika Nabi pindah ke sana. Maka Nabi diminta untuk mengunjungi Ibnu Salul untuk menghiburnya. Nabi menunggangi keledainya, dan beberapa sahabatnya mengikutinya. Ketika munafik itu melihat mereka datang, dia berteriak, 'Pergi sana! Bau busuk keledaimu membunuhku.' Salah seorang Muslim membalas penghinaan ini dengan berkata, 'Demi Allah, keledai Nabi lebih harum darimu!' Situasi memanas, dan mereka mulai berkelahi. Nabi melerai perkelahian itu dan mendamaikan mereka. Kemudian ayat berikut diturunkan. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari & Imam Muslim}

Adab Sosial

2) Muslims Are One Big Family

9Dan jika ada dua golongan orang mukmin saling bertikai, maka damaikanlah di antara keduanya. Tetapi jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap yang lain, maka perangilah pihak yang berbuat zalim itu sampai mereka kembali kepada perintah Allah. Jika mereka kembali, maka damaikanlah di antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang 10Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah di antara kedua saudaramu itu. Dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱقۡتَتَلُواْ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَاۖ فَإِنۢ بَغَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا عَلَى ٱلۡأُخۡرَىٰ فَقَٰتِلُواْ ٱلَّتِي تَبۡغِي حَتَّىٰ تَفِيٓءَ إِلَىٰٓ أَمۡرِ ٱللَّهِۚ فَإِن فَآءَتۡ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَا بِٱلۡعَدۡلِ وَأَقۡسِطُوٓاْۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ 9إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ10

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Thabit ibn Qais (yang memiliki masalah pendengaran) biasanya duduk di sebelah Nabi agar dia bisa mendengarnya dengan baik. Suatu hari dia datang agak terlambat dan berjalan sampai ke depan, tetapi tempatnya sudah terisi. Thabit meminta pria yang mengambil tempatnya untuk pindah, tetapi pria itu menyuruhnya duduk di tempat lain. Thabit menjadi sangat marah karena dia harus duduk di barisan kedua di belakang pria itu. Dia bertanya siapa pria itu. Ketika diberitahu namanya, Thabit mengatakan sesuatu yang buruk tentang ibu pria itu, dan pria itu sangat malu. Nabi tidak senang dengan apa yang dikatakan Thabit. Segera, ayat 11 dari surah ini diturunkan. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Qurtubi}

SIDE STORY

SIDE STORY

Nabi Isa S.A.W. mengajarkan para sahabatnya untuk bersikap positif dan tidak pernah mengatakan hal-hal negatif tentang orang lain. Suatu hari, beliau sedang berjalan bersama mereka ketika mereka melewati seekor anjing mati dengan bau yang sangat busuk. Beberapa dari mereka berkata, "Anjing yang menjijikkan!" Isa * menanggapi, "Tidak! Lihatlah giginya yang indah." {Diriwayatkan oleh Imam As-Suyuti}

Illustration

Adab Sosial

3) Respect for All

11Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan mengolok-olok perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. 12Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (memata-matai), dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya! Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَسۡخَرۡ قَوۡمٞ مِّن قَوۡمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُواْ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَلَا نِسَآءٞ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيۡرٗا مِّنۡهُنَّۖ وَلَا تَلۡمِزُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَلَا تَنَابَزُواْ بِٱلۡأَلۡقَٰبِۖ بِئۡسَ ٱلِٱسۡمُ ٱلۡفُسُوقُ بَعۡدَ ٱلۡإِيمَٰنِۚ وَمَن لَّمۡ يَتُبۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ 11يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَ لَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمۡ أَن يَأۡكُلَ لَحۡمَ أَخِيهِ مَيۡتٗا فَكَرِهۡتُمُوهُۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٞ رَّحِيمٞ12

Verse 12: Mencemarkan nama baik atau reputasi seseorang ibarat menghancurkan tubuhnya. Ayat ini membandingkan orang yang membicarakan keburukan orang lain saat mereka tidak ada dengan orang yang merobek-robek tubuh seseorang yang jiwanya sudah tidak ada.

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Ketika pasukan Muslim mengambil alih Mekkah (setelah penduduknya melanggar perjanjian damai mereka dengan kaum Muslimin), Nabi ﷺ meminta Bilal رضي الله عنه (yang asalnya seorang budak dari Ethiopia, yang memiliki suara indah) untuk naik ke atas Ka'bah dan mengumandangkan azan. Seorang pria Mekkah berkata kepada temannya, "Aku senang ayahku meninggal sebelum dia bisa melihat orang seperti Bilal di atas Ka'bah." Temannya menjawab, "Apakah Muhammad tidak bisa menemukan siapa pun untuk mengumandangkan azan kecuali gagak hitam ini?" Allah mengungkapkan kepada Nabi ﷺ apa yang dikatakan kedua pria ini, sehingga beliau ﷺ memberitahu mereka bahwa komentar mereka bersifat rasis. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Qurtubi}

Illustration
WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Nabi ﷺ bersabda, "Wahai sekalian manusia! Tuhanmu adalah Esa dan kalian berasal dari ayah dan ibu yang sama. Tidak ada keunggulan bagi orang Arab atas non-Arab. Tidak ada keunggulan bagi non-Arab atas orang Arab. Tidak ada keunggulan bagi orang kulit putih atas orang kulit hitam. Dan tidak ada keunggulan bagi orang kulit hitam atas orang kulit putih. Yang membedakan hanyalah akhlak yang terbaik." {Diriwayatkan oleh Imam Ahmad}

Merupakan suatu berkah bahwa kita memiliki penampilan yang berbeda, berbicara bahasa yang berbeda, dan memiliki budaya yang berbeda. Bayangkan jika kita semua berpenampilan sama, berbicara bahasa yang sama, dan makan makanan yang sama setiap hari. Dunia ini pasti akan menjadi tempat yang sangat membosankan.

Meskipun kita memiliki perbedaan, kita diciptakan setara. Orang kulit putih tidak lebih baik dari orang kulit hitam, dan orang kulit hitam tidak lebih baik dari orang kulit putih. Laki-laki tidak lebih baik dari perempuan, dan perempuan tidak lebih baik dari laki-laki. Rasisme tidak dapat diterima dalam Islam. Iblis adalah rasis pertama. Dia merasa lebih baik dari Adam AS hanya karena cara penciptaannya.

Al-Qur'an berbicara tentang 3 jenis persaudaraan dan persaudarian dalam Islam:

Saudara dan saudari kita dalam kemanusiaan—karena kita semua berasal dari ayah dan ibu yang sama (Adam AS dan Hawa RA). Ini mencakup seluruh umat manusia (miliaran orang).

Saudara kandung kita, yang berasal dari ayah dan ibu yang sama. Ini termasuk saudara-saudari kita yang memiliki nama keluarga yang sama.

Saudara-saudari kita dalam Islam. Ini mencakup semua Muslim di dunia (1,8 miliar orang).

Dalam Islam, setiap orang setara di hadapan Allah dan hukum (16:97 dan 33:35), termasuk laki-laki dan perempuan. Jika seorang laki-laki atau perempuan bersedekah (amal), mereka akan mendapatkan pahala yang sama persis—tergantung pada seberapa tulus masing-masing dari mereka. Allah menciptakan mereka setara untuk memainkan peran unik dalam hidup—untuk saling melengkapi, bukan untuk saling bersaing. Beberapa saudari bertanya, "Mengapa saya harus memakai hijab tetapi saudara laki-laki saya tidak?" Beberapa saudara laki-laki bertanya, "Mengapa saudari saya boleh memakai emas dan sutra tetapi saya tidak diizinkan?" Laki-laki bukanlah standar bagi perempuan, dan perempuan bukanlah standar bagi laki-laki. Jika sebagian besar orang di militer atau di penjara adalah laki-laki, itu tidak berarti bahwa perempuan harus berada di sana untuk mencapai kesetaraan. Jika sebagian besar perawat dan mahasiswa seni adalah perempuan, itu tidak berarti bahwa laki-laki harus melakukan hal yang sama untuk mencapai kesuksesan. Tidak semua laki-laki tertarik pada militer, dan tidak semua perempuan tertarik pada seni. Setiap orang unik dengan caranya sendiri, dan setiap orang memiliki potensi untuk berhasil dalam apa yang mereka sukai. Pada akhirnya, setiap orang akan mendapatkan pahala berdasarkan ketaatan mereka kepada Allah dan bagaimana mereka memperlakukan orang lain.

Islam telah memuliakan perempuan dengan memberi mereka hak untuk mewarisi dari kerabat mereka, mendapatkan pendidikan, memiliki properti, dan memiliki suara dalam pernikahan. Status tinggi perempuan dalam Islam menjelaskan mengapa 75% dari semua mualaf baru adalah perempuan.

Pelecehan terhadap beberapa perempuan Muslim (seperti dipaksa menikah dengan seseorang yang tidak mereka sukai, tidak mendapatkan pendidikan, atau ditolak bagian warisan mereka) adalah praktik budaya di beberapa negara Muslim yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Ada banyak wanita Muslimah yang sukses di setiap bidang: pendidikan, sains, bisnis, dan sebagainya. Beberapa wanita Muslimah telah terpilih sebagai presiden dan perdana menteri di negara-negara Muslim seperti Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Turki.

Illustration

Sebutkan beberapa presiden atau perdana menteri wanita yang pernah dimiliki negaramu.

Seseorang mungkin bertanya, "Jika pria dan wanita setara, mengapa tidak ada nabi wanita dalam Islam?" Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami makna wahyu, yang meliputi:

Ilham – menurut Al-Quran, Allah mengilhami banyak orang untuk bertindak dengan cara tertentu, termasuk ibu Musa (28:7). Juga, Jibril dan malaikat lainnya berbicara langsung kepada Maryam, ibu Isa (19:16-21 dan 3:42-45).

Wahyu – ini adalah perintah langsung dari Allah kepada para nabi dan rasul-Nya, yang semuanya adalah laki-laki (21:7). Meskipun pria dan wanita sama-sama mampu mencapai hal-hal besar, kita harus mengingat tantangan yang akan dihadapi oleh nabi wanita ribuan tahun yang lalu. Menurut Al-Quran, banyak nabi yang disiksa, diejek, atau bahkan dibunuh. Beberapa harus menempuh perjalanan jauh untuk menyampaikan pesan mereka, atau berperang untuk membela komunitas mereka. Secara historis, sebagian besar wanita merawat anak-anak dan keluarga mereka. Menjadikan mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan dan menghadapi musuh-musuh mereka akan menambah kesulitan dalam hidup mereka. Inilah sebabnya Allah melindungi mereka dari penyiksaan dan beban tambahan. Memang benar bahwa semua nabi adalah laki-laki, tetapi wanita adalah ibu, saudara perempuan, dan penolong terbaik mereka.

Illustration

Adab Sosial

4) Equality

13Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ13

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Ada sebuah suku bernama Bani Asad yang tinggal di gurun Arab. Mereka biasa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari air dan makanan bagi hewan ternak mereka. Sekelompok dari mereka menerima Islam hanya karena ingin mendapatkan sedekah dari Nabi. Mereka biasa membanggakan keimanan mereka, sehingga Nabi memberi tahu mereka bahwa mereka mungkin telah menerima Islam dengan lisan mereka, tetapi tidak dengan hati mereka. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Qurtubi}

Perbuatan Lebih Utama daripada Perkataan

14(Beberapa) orang Arab Badui berkata, "Kami telah beriman." Katakanlah (wahai Nabi), "Kamu belum beriman. Melainkan katakanlah, 'Kami telah berserah diri,' karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Tetapi jika kamu menaati Allah dan Rasul-Nya dengan sepenuh hati, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun pahala amalmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." 15Sesungguhnya orang-orang mukmin sejati hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tanpa keraguan sedikit pun, dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Merekalah orang-orang yang benar (imannya). 16Katakanlah, "Apakah kamu hendak memberitahu Allah tentang keimananmu, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." 17Mereka menganggap keislaman mereka sebagai suatu jasa bagimu (wahai Nabi). Katakanlah (kepada mereka), "Kamu tidaklah berbuat jasa kepadaku dengan keislamanmu. Bahkan, Allahlah yang telah melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukimu kepada iman, jika kamu orang yang benar-benar beriman." 18Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

قَالَتِ ٱلۡأَعۡرَابُ ءَامَنَّاۖ قُل لَّمۡ تُؤۡمِنُواْ وَلَٰكِن قُولُوٓاْ أَسۡلَمۡنَا وَلَمَّا يَدۡخُلِ ٱلۡإِيمَٰنُ فِي قُلُوبِكُمۡۖ وَإِن تُطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتۡكُم مِّنۡ أَعۡمَٰلِكُمۡ شَيۡ‍ًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ 14إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ يَرۡتَابُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ 15قُلۡ أَتُعَلِّمُونَ ٱللَّهَ بِدِينِكُمۡ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ 16يَمُنُّونَ عَلَيۡكَ أَنۡ أَسۡلَمُواْۖ قُل لَّا تَمُنُّواْ عَلَيَّ إِسۡلَٰمَكُمۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيۡكُمۡ أَنۡ هَدَىٰكُمۡ لِلۡإِيمَٰنِ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ 17إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ غَيۡبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ18

Al-Ḥujurât () - Kids Quran - Chapter 49 - Clear Quran for Kids by Dr. Mustafa Khattab