Surah 33
Volume 4

Golongan yang Bersekutu

الأحْزَاب

الاحزاب

LEARNING POINTS

LEARNING POINTS

Surah ini membicarakan tentang pertolongan Allah kepada orang-orang beriman, terutama di saat-saat yang paling sulit.

Bagian pertama surah ini mengisahkan tentang pasukan musuh yang mencoba menyerang kaum Muslimin di Madinah. Kaum Muslimin melindungi kota mereka dengan menggali parit.

Orang-orang beriman dijanjikan pahala yang besar, dan orang-orang munafik diperingatkan tentang azab yang pedih.

Surah ini memberikan pedoman sosial mengenai pengangkatan anak, perceraian, kesopanan, serta etika berinteraksi dengan Nabi (ﷺ) dan istri-istri beliau.

Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi (ﷺ), dan orang-orang beriman diperintahkan untuk melakukan hal yang serupa.

Surah ini membahas keutamaan Nabi (ﷺ) dan keluarganya.

Mereka yang menepati janji mereka kepada Allah dijanjikan pahala yang besar.

Manusia (dan jin) memiliki kehendak bebas, tidak seperti makhluk ciptaan Allah lainnya.

Perintah-perintah kepada Nabi

1Wahai Nabi! Tetaplah bertakwa kepada Allah, dan janganlah engkau menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. 2Ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. 3Dan bertawakallah kepada Allah, karena cukuplah Allah sebagai Wakil.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ ٱتَّقِ ٱللَّهَ وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا 1وَٱتَّبِعۡ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا 2وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيل3

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Ada seorang penyembah berhala bernama Jamil ibn Ma'mar, yang merupakan musuh Islam. Banyak orang mengira dia memiliki dua hati (atau pikiran) karena kemampuannya yang luar biasa dalam memahami dan menghafal. Dia biasa menyombongkan diri, 'Dengan masing-masing dari dua hatiku, aku bisa memahami jauh lebih baik daripada Muhammad (ﷺ)!'

Namun, ketika para penyembah berhala dikalahkan dengan telak dalam Perang Badar, Jamil adalah orang pertama yang lari ketakutan. Ketika dia tiba di Makkah, dia mengenakan satu sepatu dan membawa yang lainnya. Orang-orang bertanya kepadanya mengapa, dan dia berkata, 'Ups! Aku kira aku memakai kedua sepatuku!' Saat itulah orang-orang menyadari bahwa dia sebenarnya tidak memiliki dua hati. Menurut ayat 4, Allah tidak menciptakan seseorang dengan dua hati.

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Sebelum masa Nabi (ﷺ), ada jenis talak yang umum disebut `zihar`. Jika seorang pria menyamakan istrinya dengan ibunya dengan mengatakan, 'Engkau haram bagiku seperti punggung ibuku,' istrinya akan tertalak. Islam melarang jenis talak ini (58:3-4).

Juga, jauh sebelum Muhammad (ﷺ) menjadi seorang nabi, beliau mengadopsi seorang putra bernama Zaid, yang kemudian dikenal sebagai Zaid bin Muhammad. Kemudian, adopsi dilarang, dan nama Zaid kembali menjadi Zaid bin Haritsah. Menurut ayat 4, sama seperti seseorang tidak bisa memiliki dua hati/pikiran, seseorang tidak bisa memiliki dua ayah (ayah kandung dan ayah angkat) atau dua ibu (ibu kandung dan istri yang disamakan dengan ibu).

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Seseorang mungkin bertanya, 'Adopsi adalah hal yang baik, jadi mengapa dilarang dalam Islam?' Kata `tabanni` dapat dipahami dengan dua cara berbeda—salah satunya dianjurkan dalam Islam; yang lainnya tidak diperbolehkan.

Pengasuhan dianjurkan. Seseorang dapat mengasuh seorang anak atau menampung mereka di rumahnya dan merawat mereka seperti merawat anak-anak kandung mereka sendiri, dengan beberapa perbedaan hukum. Misalnya, anak-anak yang diasuh harus tetap menggunakan nama belakang mereka dan tidak berhak atas bagian warisan dari orang tua angkat mereka, tetapi dapat menerima sumbangan melalui wasiat.

Nabi (ﷺ) bersabda bahwa orang yang mengasuh anak yatim akan sangat dekat dengannya di Jannah. Ini menunjukkan pahala yang besar untuk perbuatan ini. {Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari}

Yang tidak diperbolehkan adalah jenis adopsi di mana seseorang mengambil anak yatim dan memberikan nama belakangnya atau memberikan bagian warisan yang serupa dengan anak-anak kandungnya sendiri.

Hukum Talak dan Pengangkatan Anak

4Allah tidak menjadikan dua hati dalam rongga dada seorang laki-laki. Dan Dia tidak menjadikan istrimu yang kamu zihar sebagai ibumu yang sebenarnya. Dan Dia tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu. Itu hanyalah perkataan di mulutmu saja. Dan Allah menyatakan yang sebenarnya, dan Dia menunjukkan jalan yang benar. 5Panggillah mereka (anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka mereka adalah saudara-saudaramu seagama dan teman-teman dekatmu. Tidak ada dosa bagimu atas kekhilafanmu, tetapi (yang berdosa) adalah apa yang kamu sengaja. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

مَّا جَعَلَ ٱللَّهُ لِرَجُلٖ مِّن قَلۡبَيۡنِ فِي جَوۡفِهِۦۚ وَمَا جَعَلَ أَزۡوَٰجَكُمُ ٱلَّٰٓـِٔي تُظَٰهِرُونَ مِنۡهُنَّ أُمَّهَٰتِكُمۡۚ وَمَا جَعَلَ أَدۡعِيَآءَكُمۡ أَبۡنَآءَكُمۡۚ ذَٰلِكُمۡ قَوۡلُكُم بِأَفۡوَٰهِكُمۡۖ وَٱللَّهُ يَقُولُ ٱلۡحَقَّ وَهُوَ يَهۡدِي ٱلسَّبِيلَ 4ٱدۡعُوهُمۡ لِأٓبَآئِهِمۡ هُوَ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِۚ فَإِن لَّمۡ تَعۡلَمُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ فَإِخۡوَٰنُكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَمَوَٰلِيكُمۡۚ وَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٞ فِيمَآ أَخۡطَأۡتُم بِهِۦ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتۡ قُلُوبُكُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمًا5

Pedoman bagi Para Mukmin

6Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu, sebagiannya lebih berhak terhadap sebagian yang lain menurut Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu hendak berbuat kebaikan kepada saudara-saudaramu (seagama). Yang demikian itu telah tertulis dalam Kitab (Allah).

ٱلنَّبِيُّ أَوۡلَىٰ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ مِنۡ أَنفُسِهِمۡۖ وَأَزۡوَٰجُهُۥٓ أُمَّهَٰتُهُمۡۗ وَأُوْلُواْ ٱلۡأَرۡحَامِ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلَىٰ بِبَعۡضٖ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ إِلَّآ أَن تَفۡعَلُوٓاْ إِلَىٰٓ أَوۡلِيَآئِكُم مَّعۡرُوفٗاۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي ٱلۡكِتَٰبِ مَسۡطُورٗا6

Ikrar untuk Menyampaikan Kebenaran

7Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari para nabi, dan darimu (Muhammad), dan dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam. Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. 8Agar Dia menanyai orang-orang yang benar itu tentang kebenaran mereka. Dan Dia menyediakan azab yang pedih bagi orang-orang kafir.

وَإِذۡ أَخَذۡنَا مِنَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ مِيثَٰقَهُمۡ وَمِنكَ وَمِن نُّوحٖ وَإِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَۖ وَأَخَذۡنَا مِنۡهُم مِّيثَٰقًا غَلِيظٗا 7لِّيَسۡ‍َٔلَ ٱلصَّٰدِقِينَ عَن صِدۡقِهِمۡۚ وَأَعَدَّ لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابًا أَلِيمٗا8

Verse 8: Allah mengambil janji dari semua nabi untuk menyampaikan kebenaran.

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Pada tahun ke-5 setelah Hijrah, Nabi (ﷺ) menerima kabar bahwa kaum musyrikin Mekah sedang mengumpulkan pasukan besar lebih dari 10.000 tentara untuk menyerang komunitas Muslim di Madinah, yang hanya memiliki 3.000 tentara.

Illustration

Nabi (ﷺ) bermusyawarah dengan para sahabatnya untuk meminta saran. Salman Al-Farisi (R.A.), seorang sahabat Persia, menyarankan untuk menggali parit guna melindungi kota, sebuah taktik yang tidak dikenal di Arabia pada masa itu. Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya mulai menggali siang dan malam, meskipun cuaca buruk, sedikit makanan, dan tanpa istirahat.

Dalam enam hari, kaum Muslimin berhasil menggali parit sepanjang lima kilometer, sedalam lima meter, dan selebar sepuluh meter di tanah berbatu di sebelah utara Madinah. Ketika pasukan musuh tiba, mereka sangat terkejut. Selama hampir sebulan, mereka mengepung Madinah tetapi tidak dapat menyeberangi parit, dengan kaum Muslimin mempertahankannya dengan panah dari sisi lain.

Selama masa sulit ini, kaum munafik dalam pasukan Muslim mulai pergi satu per satu, dengan alasan rumah mereka tidak terlindungi. Keadaan menjadi lebih buruk ketika pasukan musuh meyakinkan suku Yahudi Banu Quraizah untuk melanggar perjanjian damai mereka dengan kaum Muslimin dan bergabung dengan musuh.

Ini adalah masa yang menakutkan bagi komunitas Muslim. Beberapa bertanya kepada Nabi (ﷺ), 'Kami sangat takut sampai jiwa kami serasa melompat ke tenggorokan. Adakah doa yang bisa kami ucapkan?' Nabi (ﷺ) menjawab, 'Ya! Ucapkanlah, 'Ya Allah! Tutupi kelemahan kami dan tenangkan ketakutan kami.' Akhirnya, pasukan musuh terpaksa mundur karena angin kencang dan kondisi cuaca yang buruk. Peristiwa ini dikenal sebagai Perang Parit atau Perang Ahzab.

SIDE STORY

SIDE STORY

Selama berhari-hari, Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya menggali parit dengan hampir tanpa makanan. Nabi (ﷺ) begitu lapar sehingga beliau mengikatkan batu ke perutnya.

Salah seorang sahabatnya, Jabir bin 'Abdillah (R.A.), meminta istrinya untuk membuatkan makanan bagi Nabi (ﷺ). Istrinya hanya memiliki seekor kambing kecil dan sedikit tepung, maka ia menyuruh Jabir untuk mengundang Nabi (ﷺ) dan satu atau dua sahabat saja.

Ketika Jabir (R.A.) menyampaikan kepada Nabi (ﷺ) tentang hidangan yang sedikit itu, beliau mengumumkan bahwa Jabir (R.A.) telah menyiapkan makanan untuk semua orang. Nabi (ﷺ) kemudian menyuruh Jabir (R.A.) untuk meminta istrinya agar tetap membiarkan roti di dalam oven dan daging di dalam panci. Istrinya terkejut ketika Nabi (ﷺ) tiba dengan kerumunan besar.

Nabi (ﷺ) membacakan doa keberkahan atas makanan itu sebelum disajikan secara berkelompok. Bukan hanya semua orang makan sampai kenyang, tetapi makanan berlebih juga tersisa untuk keluarga Jabir dan untuk orang lain. Ini adalah salah satu dari banyak mukjizat Nabi (ﷺ).

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Mengatakan bahwa Nabi (ﷺ) hanyalah manusia biasa ibarat mengatakan bahwa berlian hanyalah batu biasa. Beliau adalah manusia terbaik yang pernah berjalan di muka bumi ini. Beliau dipilih untuk menerima Al-Quran dan diutus sebagai rasul terakhir.

Illustration

Salah satu alasan mengapa para sahabat sangat mencintai Nabi (ﷺ) adalah karena kerendahan hati beliau. Mereka selalu merasa bahwa beliau adalah salah satu dari mereka—saudara dan sahabat terbaik mereka. Ketika tiba waktunya membangun masjid, beliau ikut memanggul batu bata bersama mereka. Ketika tiba waktunya menggali parit, beliau ikut menggali bersama mereka. Ketika mereka lapar, beliau adalah orang terakhir yang makan.

Beliau selalu ada dalam pernikahan, pemakaman, dan setiap peristiwa penting lainnya. Inilah mengapa mereka bersedia membela beliau dan berkorban demi perjuangan beliau.

Nabi (ﷺ) meminta pendapat dan saran dari para sahabatnya, meskipun beliau tidak perlu melakukannya, karena beliau menerima wahyu dari Allah. Namun, beliau ingin mengajari mereka untuk bermusyawarah satu sama lain selama hidup beliau agar mereka dapat mengambil keputusan setelah wafatnya beliau. Konsep `syura` (musyawarah) disebutkan dalam 42:38 sebagai salah satu sifat orang-orang mukmin sejati.

PERANG KHANDAQ

9Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika bala tentara (musuh) datang menyerangmu di Madinah, lalu Kami kirimkan kepada mereka angin yang kencang dan tentara yang tidak kamu lihat. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. 10Ingatlah ketika mereka datang kepadamu dari timur dan barat, ketika matamu terbelalak dan hatimu naik ke kerongkongan, dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. 11Di sanalah orang-orang mukmin diuji dengan ujian yang berat dan diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ نِعۡمَةَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ جَآءَتۡكُمۡ جُنُودٞ فَأَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا وَجُنُودٗا لَّمۡ تَرَوۡهَاۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرًا 9إِذۡ جَآءُوكُم مِّن فَوۡقِكُمۡ وَمِنۡ أَسۡفَلَ مِنكُمۡ وَإِذۡ زَاغَتِ ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَبَلَغَتِ ٱلۡقُلُوبُ ٱلۡحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِٱللَّهِ ٱلظُّنُونَا۠ 10هُنَالِكَ ٱبۡتُلِيَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَزُلۡزِلُواْ زِلۡزَالٗا شَدِيدٗا11

Verse 11: 1 Maksudnya para malaikat. 2 Secara harfiah, dari atas dan dari bawahmu.

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Ketika kaum Muslimin menggali parit untuk melindungi Madinah, mereka menemukan sebuah batu besar yang tidak bisa mereka pecahkan. Mereka memberitahu Nabi (ﷺ), maka beliau mengambil sekop dan memukul batu itu tiga kali.

Setiap kali batu itu dihantam, ia memercikkan api sementara Nabi (ﷺ) menyerukan 'Allahu Akbar' (Allah Maha Besar). Ketika ditanya mengapa beliau mengucapkan 'Allahu Akbar', beliau bersabda, 'Ketika aku memukul batu itu pertama kali, aku melihat istana-istana Persia. Ketika aku memukulnya kedua kali, aku melihat istana-istana Romawi (di Suriah). Dan ketika aku memukulnya ketiga kali, aku melihat gerbang-gerbang Yaman.'

Nabi (ﷺ) kemudian menambahkan bahwa Malaikat Jibril (A.S.) baru saja memberitahunya bahwa kaum Muslimin akan menaklukkan Persia, Suriah, dan Yaman. Ini adalah nubuat mukjizat dari Allah, tetapi kaum munafik mulai berkata, 'Dia memberitahu kita bahwa kita akan mengalahkan kerajaan-kerajaan yang kuat ini, padahal kita bahkan tidak bisa keluar kota untuk buang hajat!'

Tidak lama setelah wafatnya Nabi (ﷺ), kekuasaan Muslim menyebar bahkan melampaui ketiga kerajaan ini, meliputi kekaisaran besar yang membentang dari Tiongkok di timur hingga Samudra Atlantik di barat, termasuk seluruh Afrika Utara dan sebagian Eropa seperti Turki dan Spanyol.

Sikap Para Munafik

12Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang berpenyakit hatinya berkata, "Allah dan Rasul-Nya tidak menjanjikan kepada kami melainkan tipuan!" 13Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yatsrib! Tidak ada tempat bagimu untuk tinggal (di sini), maka kembalilah!" Dan segolongan (lain) dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk pulang) seraya berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami tidak terlindungi," padahal (sebenarnya) rumah-rumah itu tidak terlindungi. Mereka tidak lain hanyalah hendak melarikan diri. 14Dan sekiranya (kota mereka) diserang dari segala penjuru, dan mereka diminta untuk murtad, niscaya mereka akan melakukannya dalam waktu yang sangat singkat.

وَإِذۡ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ مَّا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ إِلَّا غُرُورٗا 12وَإِذۡ قَالَت طَّآئِفَةٞ مِّنۡهُمۡ يَٰٓأَهۡلَ يَثۡرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمۡ فَٱرۡجِعُواْۚ وَيَسۡتَ‍ٔۡذِنُ فَرِيقٞ مِّنۡهُمُ ٱلنَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوۡرَةٞ وَمَا هِيَ بِعَوۡرَةٍۖ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارٗا 13وَلَوۡ دُخِلَتۡ عَلَيۡهِم مِّنۡ أَقۡطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُواْ ٱلۡفِتۡنَةَ لَأٓتَوۡهَا وَمَا تَلَبَّثُواْ بِهَآ إِلَّا يَسِيرٗا14

Peringatan kepada Orang-orang Munafik

15Mereka telah berjanji kepada Allah sebelumnya tidak akan pernah mundur. Dan janji kepada Allah harus dipertanggungjawabkan. 16Katakanlah, 'wahai Nabi,' "Melarikan diri tidak akan bermanfaat bagi kalian jika kalian mencoba lari dari kematian alami atau karena kekerasan. Kalian hanya akan diberi kesenangan hidup sebentar saja." 17Tanyakanlah kepada mereka, 'wahai Nabi,' "Siapakah yang dapat melindungi kalian dari (kehendak) Allah jika Dia ingin menimpakan bahaya kepada kalian atau melimpahkan rahmat kepada kalian?" Mereka tidak akan pernah menemukan pelindung atau penolong selain Allah.

وَلَقَدۡ كَانُواْ عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ مِن قَبۡلُ لَا يُوَلُّونَ ٱلۡأَدۡبَٰرَۚ وَكَانَ عَهۡدُ ٱللَّهِ مَسۡ‍ُٔولٗا 15قُل لَّن يَنفَعَكُمُ ٱلۡفِرَارُ إِن فَرَرۡتُم مِّنَ ٱلۡمَوۡتِ أَوِ ٱلۡقَتۡلِ وَإِذٗا لَّا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيل 16قُلۡ مَن ذَا ٱلَّذِي يَعۡصِمُكُم مِّنَ ٱللَّهِ إِنۡ أَرَادَ بِكُمۡ سُوٓءًا أَوۡ أَرَادَ بِكُمۡ رَحۡمَةٗۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا17

PERBUATAN JAHAT KAUM MUNAFİK

18Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang munafik di antara kamu yang menghalang-halangi (orang lain) dari berperang, dan berkata kepada saudara-saudara mereka secara sembunyi-sembunyi, "Tinggallah bersama kami," padahal mereka sendiri tidak ikut berperang melainkan sedikit saja. 19Mereka tidak mau sedikit pun menolongmu. Apabila datang ketakutan (bahaya), kamu melihat mereka memandang kepadamu dengan mata terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi apabila ketakutan itu telah hilang, mereka mencaci-maki kamu dengan lidah yang tajam, karena mereka tamak akan harta rampasan (perang). Mereka itu tidak (benar-benar) beriman, maka Allah menghapuskan amal-amal mereka. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

۞ قَدۡ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ ٱلۡمُعَوِّقِينَ مِنكُمۡ وَٱلۡقَآئِلِينَ لِإِخۡوَٰنِهِمۡ هَلُمَّ إِلَيۡنَاۖ وَلَا يَأۡتُونَ ٱلۡبَأۡسَ إِلَّا قَلِيلًا 18أَشِحَّةً عَلَيۡكُمۡۖ فَإِذَا جَآءَ ٱلۡخَوۡفُ رَأَيۡتَهُمۡ يَنظُرُونَ إِلَيۡكَ تَدُورُ أَعۡيُنُهُمۡ كَٱلَّذِي يُغۡشَىٰ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡمَوۡتِۖ فَإِذَا ذَهَبَ ٱلۡخَوۡفُ سَلَقُوكُم بِأَلۡسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى ٱلۡخَيۡرِۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَمۡ يُؤۡمِنُواْ فَأَحۡبَطَ ٱللَّهُ أَعۡمَٰلَهُمۡۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا19

Munafik yang Penuh Kecurigaan

20Mereka masih menyangka bahwa pasukan musuh belum mundur. Dan jika pasukan musuh datang lagi, orang-orang munafik itu tentu berharap berada jauh di padang pasir di antara orang-orang Arab badui yang mengembara, hanya menanyakan berita tentang kalian orang-orang beriman. Dan jika orang-orang munafik itu bersama kalian, mereka hampir tidak akan ikut serta dalam peperangan.

يَحۡسَبُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ لَمۡ يَذۡهَبُواْۖ وَإِن يَأۡتِ ٱلۡأَحۡزَابُ يَوَدُّواْ لَوۡ أَنَّهُم بَادُونَ فِي ٱلۡأَعۡرَابِ يَسۡ‍َٔلُونَ عَنۡ أَنۢبَآئِكُمۡۖ وَلَوۡ كَانُواْ فِيكُم مَّا قَٰتَلُوٓاْ إِلَّا قَلِيل20

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Jika Anda membaca sirah Nabi (ﷺ), hati Anda akan dipenuhi dengan cinta dan hormat kepadanya. Beliau adalah ayah terbaik, suami terbaik, guru terbaik, dan pemimpin terbaik.

Beliau datang sebagai rahmat bagi seluruh alam untuk mengajarkan manusia bagaimana bersyukur kepada Tuhan mereka. Beliau lahir di tengah masyarakat yang kejam yang menindas wanita dan orang miskin, dan beliau membela mereka serta memberikan hak-hak mereka.

Beliau yatim piatu sejak usia muda dan menjadi orang tua terbaik. Beliau sendiri seorang yatim, dan beliau menjanjikan pahala besar bagi mereka yang merawat anak yatim.

Beliau memaafkan musuh-musuhnya, sehingga beliau memenangkan hati mereka. Meskipun beliau adalah nabi yang agung, beliau sangat rendah hati terhadap para sahabatnya. Beliau sangat jujur, bijaksana, lembut, berani, sabar, dan dermawan. Menurut ayat 21, beliau adalah teladan terbaik bagi semua Muslim untuk diikuti.

Illustration
WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Seseorang mungkin bertanya, 'Seperti apakah rupa Nabi (ﷺ)?' Banyak sahabat yang menggambarkannya, termasuk seorang wanita tua bernama Ummu Ma'bad, yang berkata:

“Aku melihat seorang pria yang tampan dengan wajah yang berseri-seri. Bentuk tubuhnya sempurna, tidak gemuk atau kurus. Dia tidak terlalu pendek atau terlalu tinggi. Dia memiliki mata yang indah dengan bulu mata yang panjang dan alis yang sempurna. Rambutnya gelap, lehernya panjang, dan janggutnya lebat.”

“Dia mempesona saat berbicara dan terhormat saat dia diam. Ucapannya sangat jelas dan manis. Dia tidak berbicara terlalu sedikit atau terlalu banyak. Kata-kata keluar dari mulutnya bagaikan mutiara. Dia tidak mengerutkan kening atau mengkritik.”

Illustration

“Dia memiliki para sahabat yang selalu mendampinginya. Mereka mendengarkan saat dia berbicara dan patuh saat dia memerintah.”

Nabi sebagai Teladan

21Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta dia banyak mengingat Allah.

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا21

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Anas bin An-Nadr (RA) adalah seorang sahabat yang mulia yang tidak ikut serta dalam Perang Badar. Ia membuat ikrar: 'Jika aku ikut serta dalam pertempuran lain, aku akan membuktikan kepada Allah betapa setianya aku!'

Setahun kemudian, para penyembah berhala dari Makkah datang menyerang kaum Muslimin di Madinah, sehingga pasukan Muslimin menghadapi mereka di dekat gunung Uhud. Pada awalnya, kaum Muslimin unggul, sehingga para pemanah meninggalkan posisi mereka di bukit, mengira perang telah usai, meskipun Nabi (ﷺ) telah memerintahkan mereka untuk tidak meninggalkan posisi apa pun yang terjadi.

Ini memberikan Khalid bin Al-Walid (RA), yang saat itu belum memeluk Islam, sebuah kesempatan emas untuk menyerang kaum Muslimin dari belakang. Banyak kaum Muslimin panik dan mulai melarikan diri. Beberapa orang pemberani seperti Anas bin An-Nadr (RA) tetap teguh pada posisi mereka.

Akhirnya, Anas bin An-Nadr (RA) gugur sebagai syahid dengan lebih dari 80 luka di sekujur tubuhnya. Ayat 23 dari Al-Quran diturunkan untuk menghormati pengorbanan Anas (RA) dan para syuhada lainnya yang seperti beliau.

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Ada dua jenis `syahid` (martir) yang berbeda dalam Islam: Mereka yang gugur membela agama dan negaranya, seperti Anas (R.A.) dan Hamzah (R.A.). Mereka diperlakukan sebagai `syahid` di dunia ini dan di akhirat. Di dunia ini, jenazah mereka tidak dimandikan atau dikafani, dan tidak disalatkan. Di Akhirat, Allah akan memberi pahala dan memuliakan mereka sebagai `syahid`.

Jenis kedua meliputi mereka yang meninggal dunia saat membela diri, rumah, keluarga, atau harta benda mereka. Mereka akan diperlakukan sebagai `syahid` di Akhirat, tetapi di dunia ini, jenazah mereka akan dimandikan, dikafani, dan disalatkan. Ini juga termasuk orang-orang yang meninggal karena tenggelam, tertimpa reruntuhan rumah, kebakaran, penyakit seperti kanker atau Covid-19, kecelakaan mobil, atau kematian yang menyakitkan lainnya. Nabi (ﷺ) juga bersabda bahwa seorang wanita yang meninggal saat melahirkan anaknya adalah seorang `syahid`.

Sikap Orang-orang Beriman

22Ketika orang-orang mukmin melihat pasukan musuh, mereka berkata, "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami." Dan benarlah (apa yang difirmankan) Allah dan Rasul-Nya. Dan hal itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali keimanan dan kepasrahan. 23Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka di antara mereka ada yang gugur (syahid), dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu. Dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya). 24Agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang-orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

وَلَمَّا رَءَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ قَالُواْ هَٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّآ إِيمَٰنٗا وَتَسۡلِيمٗا 22مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ رِجَالٞ صَدَقُواْ مَا عَٰهَدُواْ ٱللَّهَ عَلَيۡهِۖ فَمِنۡهُم مَّن قَضَىٰ نَحۡبَهُۥ وَمِنۡهُم مَّن يَنتَظِرُۖ وَمَا بَدَّلُواْ تَبۡدِيلٗا 23لِّيَجۡزِيَ ٱللَّهُ ٱلصَّٰدِقِينَ بِصِدۡقِهِمۡ وَيُعَذِّبَ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ إِن شَآءَ أَوۡ يَتُوبَ عَلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورٗا رَّحِيمٗا24

Kekalahan Bala Tentara Musuh

25Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu (kembali) dengan kemarahan mereka, tanpa memperoleh suatu keuntungan pun. Dan Allah mencukupi orang-orang mukmin dalam peperangan itu. Dan Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. 26Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa gentar ke dalam hati mereka. Sebagian kamu bunuh dan sebagian lagi kamu tawan. 27Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (juga) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَرَدَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِغَيۡظِهِمۡ لَمۡ يَنَالُواْ خَيۡرٗاۚ وَكَفَى ٱللَّهُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱلۡقِتَالَۚ وَكَانَ ٱللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزٗا 25وَأَنزَلَ ٱلَّذِينَ ظَٰهَرُوهُم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ مِن صَيَاصِيهِمۡ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعۡبَ فَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ وَتَأۡسِرُونَ فَرِيقٗا 26وَأَوۡرَثَكُمۡ أَرۡضَهُمۡ وَدِيَٰرَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُمۡ وَأَرۡضٗا لَّمۡ تَطَ‍ُٔوهَاۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٗا27

Verse 27: Artinya tawanan perang.

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Istri-istri Nabi (ﷺ) ingin beliau menaikkan tunjangan bulanan mereka agar mereka bisa hidup lebih nyaman. Meskipun beliau mengatakan tidak mampu membayar lebih, mereka terus meminta kenaikan, dan Nabi (ﷺ) tidak senang dengan sikap itu.

Kemudian turunlah ayat 28-29, yang memberi mereka pilihan: jika mereka benar-benar menginginkan gaya hidup mewah, Nabi (ﷺ) akan menceraikan mereka agar mereka bisa menikmati kehidupan duniawi dengan bebas. Tetapi jika mereka memilih Allah dan Rasul-Nya (ﷺ), mereka akan diberkahi dengan pahala yang besar.

Mereka semua memilih Allah dan Nabi-Nya (ﷺ).

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Sebagai Muslim, kami mencintai dan menghormati keluarga Nabi (ﷺ). Kami selalu berdoa kepada Allah di akhir setiap salat untuk melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau dan keluarganya.

Illustration

Kami juga mencintai dan menghormati sepuluh sahabat yang dijanjikan surga (Jannah): Abu Bakr, 'Umar, 'Uthman, 'Ali, Az-Zubair, Talhah, 'Abdur-Rahman ibn 'Awf, Abu 'Ubaidah ibn Al-Jarrah, Sa'd ibn Abi Waqqas, dan Sa'id ibn Zaid (R.A.).

Kami juga mencintai Ahlul Badr dan orang-orang yang berbaiat di bawah pohon. Dan kami mencintai serta menghormati semua sahabat lainnya (`sahabah`).

Nasihat untuk Istri-istri Nabi: Pilihan Anda

28Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, "Jika kamu menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah, aku akan memberi kalian mut'ah (pemberian cerai yang pantas) dan aku akan menceraikan kalian dengan cara yang baik." 29Namun jika kamu menghendaki Allah dan Rasul-Nya serta negeri akhirat yang kekal, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan pahala yang besar bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara kalian.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ إِن كُنتُنَّ تُرِدۡنَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيۡنَ أُمَتِّعۡكُنَّ وَأُسَرِّحۡكُنَّ سَرَاحٗا جَمِيلٗ 28وَإِن كُنتُنَّ تُرِدۡنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَ فَإِنَّ ٱللَّهَ أَعَدَّ لِلۡمُحۡسِنَٰتِ مِنكُنَّ أَجۡرًا عَظِيمٗا29

Nasihat Tambahan: Pahalamu

30Wahai istri-istri Nabi! Barangsiapa di antara kamu yang melakukan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan azab baginya dua kali lipat di akhirat. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. 31Dan barangsiapa di antara kamu yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dua kali lipat, dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia di surga.

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ مَن يَأۡتِ مِنكُنَّ بِفَٰحِشَةٖ مُّبَيِّنَةٖ يُضَٰعَفۡ لَهَا ٱلۡعَذَابُ ضِعۡفَيۡنِۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٗا 30وَمَن يَقۡنُتۡ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعۡمَلۡ صَٰلِحٗا نُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقٗا كَرِيمٗا31

Nasihat Selanjutnya: Kesopananmu

32Wahai istri-istri Nabi! Kalian tidak seperti wanita-wanita lain. Jika kalian bertakwa, maka janganlah kalian melembutkan suara (dalam berbicara) sehingga tergiur orang yang di dalam hatinya ada penyakit. Dan ucapkanlah perkataan yang ma'ruf. 33Dan tetaplah di rumah-rumah kalian, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu. Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai ahlulbait, dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya. 34Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumah-rumah kalian dari ayat-ayat Allah dan hikmah (Rasul-Nya). Sesungguhnya Allah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ لَسۡتُنَّ كَأَحَدٖ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّۚ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَضٞ وَقُلۡنَ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا 32وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجۡنَ تَبَرُّجَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ ٱلۡأُولَىٰۖ وَأَقِمۡنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعۡنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذۡهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ وَيُطَهِّرَكُمۡ تَطۡهِيرٗا 33وَٱذۡكُرۡنَ مَا يُتۡلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱلۡحِكۡمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا34

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Umm Salamah (R.A.), istri Nabi, bertanya kepadanya, 'Mengapa laki-laki selalu disebutkan dalam Al-Quran, tetapi perempuan tidak?'

Sebagai tanggapan atas pertanyaannya, ayat ke-35 diturunkan, yang membahas tentang sifat-sifat dan pahala bagi laki-laki dan perempuan Muslim.

Illustration

Pahala Kaum Mukmin

35Sesungguhnya laki-laki Muslim dan perempuan Muslim, laki-laki mukmin dan perempuan mukmin, laki-laki yang taat dan perempuan yang taat, laki-laki yang benar dan perempuan yang benar, laki-laki yang sabar dan perempuan yang sabar, laki-laki yang khusyuk dan perempuan yang khusyuk, laki-laki yang bersedekah dan perempuan yang bersedekah, laki-laki yang berpuasa dan perempuan yang berpuasa, laki-laki yang menjaga kehormatannya dan perempuan yang menjaga kehormatannya, dan laki-laki yang banyak mengingat Allah dan perempuan yang banyak mengingat Allah—bagi mereka semua Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar.

إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمٗا35

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Zaid bin Haritsah (RA), satu-satunya sahabat yang disebutkan namanya dalam Al-Qur'an, adalah seorang budak yang dihadiahkan kepada Khadijah (RA) dan kemudian kepada Nabi (ﷺ). Keluarga Zaid datang untuk membebaskannya, tetapi ia memilih untuk tetap mengabdi kepada Nabi (ﷺ).

Illustration

Untuk menghargai Zaid (RA), Nabi (ﷺ) membebaskannya dan mengangkatnya sebagai putranya, sebelum adopsi dilarang. Allah telah menganugerahkan nikmat kepada Zaid (RA) dengan memberinya petunjuk kepada Islam, dan Nabi (ﷺ) telah menganugerahkan nikmat kepadanya dengan membebaskannya.

Nabi (ﷺ) kemudian meminta sebuah keluarga terkemuka dari suku Quraisy untuk menikahkan putri mereka, Zainab binti Jahsy (RA), dengan Zaid (RA), tetapi mereka menolak karena latar belakang Zaid. Maka turunlah ayat 36, dan akhirnya keluarga itu setuju.

Setelah Zaid (RA) dan Zainab (RA) menikah, hubungan mereka tidak berjalan baik, sehingga Zaid (RA) ingin menceraikannya, tetapi Nabi (ﷺ) memintanya untuk mempertahankan istrinya.

Kemudian, adopsi dilarang, sehingga Zaid (RA) tidak lagi dianggap sebagai putra kandung Nabi. Ayat 40 memberitahu orang-orang beriman bahwa Nabi (ﷺ) bukanlah ayah dari salah seorang laki-laki di antara mereka, karena ketiga putranya meninggal dunia saat masih kecil.

Allah memberitahu Nabi (ﷺ) bahwa beliau akan menikahi Zainab (R.A.) setelah perceraiannya, hanya untuk mengajarkan kepada orang-orang bahwa boleh menikahi mantan istri dari anak angkat mereka. Ketika Zaid (R.A.) datang memberitahu Nabi (ﷺ) bahwa ia masih ingin menceraikan istrinya, Nabi (ﷺ) merasa malu terhadap apa yang akan dikatakan orang-orang. Kemudian ayat 37-40 diturunkan untuk memperjelas situasi tersebut bagi semua orang.

Kisah Zaid

36Tidaklah patut bagi seorang mukmin laki-laki maupun perempuan, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara, bagi mereka untuk mempunyai pilihan lain tentang urusan mereka itu. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata. 37Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berkata kepada orang yang telah diberi nikmat oleh Allah dan engkau (juga) telah memberinya nikmat, "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah," padahal engkau menyembunyikan di dalam hatimu apa yang akan dinyatakan oleh Allah; dan engkau takut kepada manusia, padahal Allah-lah yang lebih berhak engkau takuti. Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya), Kami nikahkan engkau dengan dia (Zainab), agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk menikahi istri-istri anak angkat mereka, apabila anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya terhadap istrinya. Dan ketetapan Allah itu pasti terjadi. 38Tidak ada keberatan bagi Nabi untuk melakukan apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Itulah) sunah Allah terhadap para nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku. 39(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut kepada siapa pun selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan. 40Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara laki-laki kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلٗا مُّبِينٗا 36وَإِذۡ تَقُولُ لِلَّذِيٓ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَأَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِ أَمۡسِكۡ عَلَيۡكَ زَوۡجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخۡفِي فِي نَفۡسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبۡدِيهِ وَتَخۡشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخۡشَىٰهُۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيۡدٞ مِّنۡهَا وَطَرٗا زَوَّجۡنَٰكَهَا لِكَيۡ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ حَرَجٞ فِيٓ أَزۡوَٰجِ أَدۡعِيَآئِهِمۡ إِذَا قَضَوۡاْ مِنۡهُنَّ وَطَرٗاۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولٗا 37مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ مِنۡ حَرَجٖ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ قَدَرٗا مَّقۡدُورًا 38ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخۡشَوۡنَهُۥ وَلَا يَخۡشَوۡنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبٗا 39مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا40

Pahala para Mukmin

41Wahai orang-orang yang beriman! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang banyak, 42dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. 43Dialah yang melimpahkan rahmat-Nya kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampun untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan Dia senantiasa Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin. 44Salam penghormatan mereka pada hari mereka berjumpa dengan-Nya ialah, "Salam!" Dan Dia telah menyediakan bagi mereka pahala yang mulia.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱذۡكُرُواْ ٱللَّهَ ذِكۡرٗا كَثِيرٗا 41وَسَبِّحُوهُ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلًا 42هُوَ ٱلَّذِي يُصَلِّي عَلَيۡكُمۡ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَكَانَ بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَحِيمٗا 43تَحِيَّتُهُمۡ يَوۡمَ يَلۡقَوۡنَهُۥ سَلَٰمٞۚ وَأَعَدَّ لَهُمۡ أَجۡرٗا كَرِيمٗا44

Illustration

Keutamaan Nabi

45Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan, 46dan penyeru kepada (agama) Allah dengan izin-Nya, dan sebagai pelita yang menerangi. 47Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa bagi mereka karunia yang besar dari Allah. 48Dan janganlah engkau menuruti orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Biarkanlah gangguan mereka, dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Wakil.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِنَّآ أَرۡسَلۡنَٰكَ شَٰهِدٗا وَمُبَشِّرٗا وَنَذِيرٗا 45وَدَاعِيًا إِلَى ٱللَّهِ بِإِذۡنِهِۦ وَسِرَاجٗا مُّنِيرٗا 46وَبَشِّرِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ بِأَنَّ لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَضۡلٗا كَبِيرٗا 47وَلَا تُطِعِ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَدَعۡ أَذَىٰهُمۡ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيل48

Cerai Sebelum Dukhul

49Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu menikahi perempuan-perempuan mukmin, kemudian kamu menceraikan mereka sebelum kamu menyentuh mereka, maka tidak ada iddah atas mereka yang wajib kamu hitung. Maka berilah mereka mut'ah dan lepaskanlah mereka dengan cara yang baik.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَكَحۡتُمُ ٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ ثُمَّ طَلَّقۡتُمُوهُنَّ مِن قَبۡلِ أَن تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمۡ عَلَيۡهِنَّ مِنۡ عِدَّةٖ تَعۡتَدُّونَهَاۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحٗا جَمِيل49

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Seseorang mungkin bertanya, 'Jika seorang pria Muslim diizinkan menikahi hingga 4 istri, mengapa Nabi (ﷺ) memiliki lebih dari 4 istri?' Untuk menjawab pertanyaan ini, penting untuk memahami beberapa hal. Al-Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang membatasi jumlah istri yang boleh dimiliki seorang pria. Dalam kondisi tertentu, seorang pria Muslim boleh menikahi hingga empat istri selama ia mampu menafkahi mereka dan berlaku adil terhadap mereka semua; jika tidak, hal itu tidak diizinkan.

Kecuali Nabi 'Isa (A.S.) dan Nabi Yahya (A.S.) yang tidak pernah menikah, hampir semua pemimpin agama lain dalam Alkitab memiliki lebih dari satu istri. Misalnya, Alkitab menyebutkan bahwa Nabi Sulaiman (A.S.) memiliki total 1.000 wanita (1 Raja-raja 11:3) dan ayahnya, Nabi Daud (A.S.), memiliki banyak wanita (2 Samuel 5:13).

Ketika kita melihat kehidupan pernikahan Nabi, kita menemukan hal-hal berikut: Hingga usia 25 tahun, beliau masih lajang. Dari usia 25 hingga 50 tahun, beliau hanya menikah dengan Khadijah (R.A.), yang 15 tahun lebih tua darinya. Dari usia 50 hingga 53 tahun, setelah wafatnya Khadijah, beliau hanya menikah dengan Saudah (R.A.), yang lebih tua darinya dan memiliki banyak anak.

Dari usia 53 tahun hingga wafatnya pada usia 63 tahun, beliau menikah sembilan kali. Banyak dari pernikahan ini adalah dengan para janda yang telah kehilangan suami dan ditinggalkan bersama anak-anak mereka tanpa penopang. Dalam beberapa kasus, beliau menikah untuk membangun ikatan yang kuat dengan para sahabatnya dan suku-suku tetangga, termasuk beberapa musuh terburuknya, yang kemudian menjadi pendukung terbesarnya setelah beliau menikahi seorang wanita dari suku mereka sendiri.

Dari semua wanita yang dinikahinya, 'Aisyah (R.A.) adalah satu-satunya yang belum pernah menikah sebelumnya. Jika seorang pria dengan otoritas besar ingin menikah hanya untuk kesenangan, beliau bisa saja melakukannya saat masih muda, dan beliau bisa saja hanya menikahi wanita muda tanpa anak.

Kita juga perlu memahami bahwa Nabi (ﷺ) memiliki kedudukan istimewa. Inilah sebabnya mengapa hal-hal tertentu diizinkan baginya, tetapi tidak bagi orang lain. Sebagai contoh, beliau diizinkan berpuasa berhari-hari (siang dan malam) tanpa makan atau minum, tetapi hal ini tidak diizinkan bagi siapa pun yang lain.

ISTRI-ISTRI SAH NABI

50Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan mahar mereka secara penuh, dan hamba sahaya perempuan yang engkau miliki dari apa yang dianugerahkan Allah kepadamu. Dan (dihalalkan pula bagimu mengawini) putri-putri pamanmu dari pihak ayah, putri-putri bibimu dari pihak ayah, putri-putri pamanmu dari pihak ibu, dan putri-putri bibimu dari pihak ibu yang turut berhijrah bersamamu. Dan (dihalalkan pula mengawini) perempuan mukminah yang menyerahkan dirinya kepada Nabi tanpa mahar jika Nabi ingin mengawininya. Itu khusus bagimu, bukan untuk orang-orang mukmin lainnya. Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka (orang-orang mukmin) tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya perempuan yang mereka miliki agar tidak ada keberatan bagimu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ إِنَّآ أَحۡلَلۡنَا لَكَ أَزۡوَٰجَكَ ٱلَّٰتِيٓ ءَاتَيۡتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتۡ يَمِينُكَ مِمَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَيۡكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّٰتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَٰلَٰتِكَ ٱلَّٰتِي هَاجَرۡنَ مَعَكَ وَٱمۡرَأَةٗ مُّؤۡمِنَةً إِن وَهَبَتۡ نَفۡسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنۡ أَرَادَ ٱلنَّبِيُّ أَن يَسۡتَنكِحَهَا خَالِصَةٗ لَّكَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۗ قَدۡ عَلِمۡنَا مَا فَرَضۡنَا عَلَيۡهِمۡ فِيٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ وَمَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ لِكَيۡلَا يَكُونَ عَلَيۡكَ حَرَجٞۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا50

Verse 50: Hukum ini hanya berlaku untuk Nabi, namun beliau tidak pernah menggunakannya. Beberapa wanita menawarkan diri kepada Nabi untuk dinikahi tanpa mahar, tetapi beliau dengan lembut mengatakan tidak tertarik. Laki-laki Muslim lainnya harus memberikan mahar kepada istri-istri mereka.

Nabi Mengunjungi Istri-istri Beliau

51Engkau boleh menangguhkan (menggauli) siapa yang engkau kehendaki di antara mereka (istri-istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang engkau kehendaki. Dan tidak ada dosa bagimu jika engkau ingin kembali menggauli siapa yang telah engkau tangguhkan (menggaulinya). Demikian itu lebih dekat untuk membuat hati mereka senang, dan mereka tidak bersedih hati, serta mereka rela menerima apa yang telah engkau berikan kepada mereka semuanya. Dan Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hatimu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

تُرۡجِي مَن تَشَآءُ مِنۡهُنَّ وَتُ‍ٔۡوِيٓ إِلَيۡكَ مَن تَشَآءُۖ وَمَنِ ٱبۡتَغَيۡتَ مِمَّنۡ عَزَلۡتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡكَۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن تَقَرَّ أَعۡيُنُهُنَّ وَلَا يَحۡزَنَّ وَيَرۡضَيۡنَ بِمَآ ءَاتَيۡتَهُنَّ كُلُّهُنَّۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمۡۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمٗا51

Tiada Pernikahan di Masa Depan

52Tidak halal bagimu (mengawini) perempuan-perempuan (lain) setelah itu, wahai Nabi, dan tidak (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu, kecuali hamba sahaya yang kamu miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.

لَّا يَحِلُّ لَكَ ٱلنِّسَآءُ مِنۢ بَعۡدُ وَلَآ أَن تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنۡ أَزۡوَٰجٖ وَلَوۡ أَعۡجَبَكَ حُسۡنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتۡ يَمِينُكَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ رَّقِيبٗا52

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Sebagian sahabat biasa mengunjungi Nabi (ﷺ) di rumahnya tanpa janji. Bahkan sebagian datang sebelum waktu makan dan berlama-lama sampai makanan siap.

Illustration

Kemudian setelah makan, mereka berlama-lama mengobrol satu sama lain. Kebiasaan ini sangat mengganggu Nabi (ﷺ), tetapi beliau terlalu malu untuk meminta mereka pergi.

Akhirnya, ayat 53 diturunkan, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk berkunjung hanya jika ada alasan, dan datang untuk makan hanya jika mereka diundang. Ayat tersebut juga menginstruksikan mereka untuk tidak berlama-lama, agar Nabi (ﷺ) memiliki waktu untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Mengunjungi Rasulullah

53Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan, dan jika kamu diundang untuk makan, janganlah kamu datang terlalu awal dan berlama-lama menunggu hidangan siap. Tetapi apabila kamu diundang, maka masuklah (pada waktunya). Apabila kamu selesai makan, maka segeralah pergi dan janganlah kamu duduk-duduk (berlama-lama) untuk berbincang-bincang. Sesungguhnya yang demikian itu akan menyakiti Nabi, lalu dia malu kepadamu (untuk menyuruhmu pergi). Tetapi Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada istri-istri Nabi, maka mintalah dari belakang tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya setelah dia wafat. Sesungguhnya yang demikian itu adalah dosa besar di sisi Allah. 54Apakah kamu menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 55Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi (jika mereka tidak berhijab) di hadapan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, anak-anak laki-laki dari saudara-saudara laki-laki mereka, anak-anak laki-laki dari saudara-saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama Muslim) mereka, dan hamba sahaya yang mereka miliki. Dan bertakwalah kepada Allah (wahai istri-istri Nabi)! Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتَ ٱلنَّبِيِّ إِلَّآ أَن يُؤۡذَنَ لَكُمۡ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيۡرَ نَٰظِرِينَ إِنَىٰهُ وَلَٰكِنۡ إِذَا دُعِيتُمۡ فَٱدۡخُلُواْ فَإِذَا طَعِمۡتُمۡ فَٱنتَشِرُواْ وَلَا مُسۡتَ‍ٔۡنِسِينَ لِحَدِيثٍۚ إِنَّ ذَٰلِكُمۡ كَانَ يُؤۡذِي ٱلنَّبِيَّ فَيَسۡتَحۡيِۦ مِنكُمۡۖ وَٱللَّهُ لَا يَسۡتَحۡيِۦ مِنَ ٱلۡحَقِّۚ وَإِذَا سَأَلۡتُمُوهُنَّ مَتَٰعٗا فَسۡ‍َٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٖۚ ذَٰلِكُمۡ أَطۡهَرُ لِقُلُوبِكُمۡ وَقُلُوبِهِنَّۚ وَمَا كَانَ لَكُمۡ أَن تُؤۡذُواْ رَسُولَ ٱللَّهِ وَلَآ أَن تَنكِحُوٓاْ أَزۡوَٰجَهُۥ مِنۢ بَعۡدِهِۦٓ أَبَدًاۚ إِنَّ ذَٰلِكُمۡ كَانَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمًا 53إِن تُبۡدُواْ شَيۡ‍ًٔا أَوۡ تُخۡفُوهُ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا 54لَّا جُنَاحَ عَلَيۡهِنَّ فِيٓ ءَابَآئِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآئِهِنَّ وَلَآ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ أَخَوَٰتِهِنَّ وَلَا نِسَآئِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّۗ وَٱتَّقِينَ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدًا55

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Menurut ayat 56, Allah berfirman bahwa Dia bershalawat kepada Nabi (ﷺ) dan para malaikat-Nya bershalawat kepadanya. Nabi (ﷺ) juga telah diberkahi dengan karunia besar di dunia ini dan di akhirat.

Beliau diutus untuk seluruh umat manusia. Sebaliknya, setiap nabi lainnya seperti Musa, 'Isa, dan Salih (A.S.) hanya datang kepada kaumnya sendiri. Beliau adalah nabi yang paling sukses di antara para nabi, dengan banyak orang menerima pesannya selama hidupnya.

Illustration

Saat ini, ada hampir 2 miliar Muslim di dunia, yang berarti sekitar 1 dari setiap 4 orang di planet ini adalah seorang Muslim. Di antara semua nabi, beliau akan memiliki pengikut terbanyak di Jannah (Surga).

Beliau adalah manusia terbaik yang pernah berjalan di muka bumi ini dan nabi termulia yang pernah diutus. Kita mengetahui setiap detail kehidupannya, termasuk: bagaimana beliau hidup, mengajar, dan berinteraksi dengan keluarganya; apa yang beliau ucapkan sebelum dan sesudah makan, saat keluar dan masuk rumahnya; bagaimana beliau menyucikan diri, mandi, dan berwudu; serta deskripsi fisiknya.

Ada jutaan orang yang mengikuti teladannya—cara beliau salat, menjalani hidupnya, makan, minum, dan tidur. Beliau akan menjadi yang pertama masuk Jannah. Beliau akan memberikan `syafaat` dengan memohon kepada Allah untuk meringankan urusan kita pada Hari Kiamat.

Kami memuliakan namanya setiap kali kami mengumandangkan azan, dan kami berdoa kepada Allah untuk melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dan keluarganya di akhir setiap salat. Nabi (ﷺ) bersabda, 'Barangsiapa berselawat kepadaku sekali, Allah akan melimpahkan rahmat kepadanya sepuluh kali!'

SIDE STORY

SIDE STORY

Seorang ulama besar Mesir bernama 'Abdullah ibn Al-Hakam berkata bahwa ia melihat Imam Ash-Shafi'i (semoga Allah merahmatinya) setelah wafatnya dalam mimpi, lalu ia bertanya kepadanya: 'Apa yang telah Allah lakukan kepadamu?' Imam Ash-Shafi'i menjawab, 'Dia telah melimpahiku dengan rahmat dan ampunan, dan aku telah diterima di Jannah dengan kemuliaan.'

Imam 'Abdullah bertanya, 'Dan menurutmu mengapa engkau mendapatkan kemuliaan yang agung ini?' Imam Ash-Shafi'i menjawab, 'Karena satu kalimat yang aku tulis dalam kitabku, `Ar-Risalah`, yang berbunyi: 'Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada Muhammad sebanyak jumlah orang yang mengingat-Nya dan sebanyak jumlah orang yang lalai mengingat-Nya.'

Imam 'Abdullah berkata bahwa ketika ia terbangun, ia membuka kitab tersebut dan menemukan kalimat ini di dalamnya.

Shalawat kepada Nabi

56Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu kepadanya dan ucapkanlah salam penghormatan yang sempurna kepadanya.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا56

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Ayat ini memberikan peringatan kepada para pendusta yang melanggar kehormatan Allah dengan mengatakan bahwa Dia memiliki anak, menyembah tuhan-tuhan lain, atau mengklaim bahwa Allah tidak dapat menghidupkan mereka kembali.

Illustration

Peringatan yang sama juga diberikan kepada mereka yang menyakiti Nabi (ﷺ) dengan menuduhnya pendusta atau mencela dia dan keluarganya.

Ayat ini juga memperingatkan mereka yang menganiaya orang-orang beriman dan memfitnah mereka.

Menyakiti Allah, Rasul-Nya, dan Orang-orang Mukmin

57Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, mereka dilaknat oleh Allah di dunia dan di akhirat. Dan Dia telah menyediakan bagi mereka azab yang menghinakan. 58Adapun orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابٗا مُّهِينٗا 57وَٱلَّذِينَ يُؤۡذُونَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ بِغَيۡرِ مَا ٱكۡتَسَبُواْ فَقَدِ ٱحۡتَمَلُواْ بُهۡتَٰنٗا وَإِثۡمٗا مُّبِينٗا58

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Pada zaman Nabi (ﷺ), orang-orang tidak memiliki toilet di rumah mereka. Jika seseorang ingin buang hajat, mereka harus pergi ke suatu area di luar bangunan dan menunaikan hajat mereka.

Beberapa pemuda jahat akan menunggu di jalanan Madinah yang gelap pada malam hari untuk mengganggu wanita yang pergi buang hajat. Jika seorang wanita berpakaian tertutup, mereka akan membiarkannya. Tetapi jika seorang wanita tidak berpakaian tertutup, mereka akan mengganggunya.

Maka, Allah menurunkan ayat 59 (serta 24:30-31) yang memerintahkan orang-orang beriman untuk berpakaian sopan, menjaga kehormatan mereka, dan memperlakukan satu sama lain dengan hormat. Harus jelas bahwa ayat tersebut tidak menyalahkan wanita melainkan melindungi mereka. Dalam Islam, ada hukuman yang ketat bagi mereka yang mengganggu wanita.

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Seseorang mungkin bertanya, 'Mengapa wanita Muslim mengenakan `hijab`?' Mari kita renungkan poin-poin berikut. Dalam Islam, baik pria maupun wanita diwajibkan untuk bersikap bersahaja dalam cara berpakaian, berbicara, dan berperilaku.

`Hijab` juga telah dipraktikkan oleh wanita dari agama lain, termasuk Maryam (A.S.), ibu dari 'Isa (A.S.), dan biarawati Katolik.

`Hijab` dikenakan oleh wanita Muslim dewasa hanya di tempat umum dan di hadapan pria dewasa yang bukan mahram mereka.

Apapun yang kita lakukan sebagai Muslim adalah untuk mencari keridaan Allah, dengan harapan mendapatkan pahala dari-Nya. Kita tidak seharusnya membiarkan teman-teman kita atau industri mode mendikte kita tentang cara berpakaian dan siapa yang cantik dan siapa yang tidak.

Kita tidak seharusnya menghakimi saudari-saudari Muslim kita yang tidak mengenakan `hijab`. Mereka adalah Muslimah yang baik seperti Anda, tetapi mereka mungkin membutuhkan lebih banyak waktu untuk bertumbuh dalam iman.

Illustration

Hijab untuk Kesopanan

59Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, agar mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Dengan demikian mereka lebih mudah untuk dikenal (sebagai wanita terhormat) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا59

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Kata `munafik` ('munafik' dalam bahasa Arab) berasal dari akar kata `na-fa-qo`, yang secara harfiah berarti 'tikus gurun menggali terowongan dengan dua lubang,' satu untuk masuk dan yang lainnya sebagai jalan keluar tersembunyi. Seorang munafik adalah orang bermuka dua yang berpura-pura menjadi temanmu tetapi berbicara dan berkomplot melawanimu di belakangmu.

Surah-surah Makkiyah tidak membahas tentang kaum munafik karena mereka tidak ada di Makkah. Jika seseorang tidak menyukai Muslim awal, mereka tidak takut untuk mencaci maki dan mengejek mereka di depan umum.

Illustration

Ketika komunitas Muslim menjadi kuat di Madinah, musuh-musuh mereka tidak berani mencaci maki atau mengejek mereka secara terbuka. Mereka berpura-pura menjadi bagian dari komunitas Muslim tetapi bekerja melawan Islam dan Muslim secara rahasia. Inilah mengapa banyak surah Madaniyah (seperti surah ini) membahas tentang kaum munafik, sikap mereka, dan hukuman mereka pada Hari Kiamat.

Ayat 60-61 memberikan peringatan keras kepada kaum munafik yang menyebarkan desas-desus tentang Islam dan Muslim untuk mengganggu komunitas. Perlu dicatat bahwa Nabi (ﷺ) tidak pernah membunuh seorang munafik pun selama mereka tidak bergabung dengan musuh untuk menyerang dan membunuh Muslim.

Peringatan kepada Orang Zalim

60Jika orang-orang munafik, dan orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, serta orang-orang yang menyebarkan desas-desus di Madinah tidak berhenti, sungguh Kami akan menguasakanmu atas mereka, kemudian mereka tidak akan bertetangga denganmu lagi. 61Mereka terkutuk. Jika mereka tidak menghentikan perbuatan ini, mereka akan ditangkap dan dihukum mati di mana pun mereka berada! 62Itulah sunah Allah terhadap orang-orang 'munafik' di masa lalu. Dan kamu tidak akan menemukan perubahan pada sunah Allah.

لَّئِن لَّمۡ يَنتَهِ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡمُرۡجِفُونَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ لَنُغۡرِيَنَّكَ بِهِمۡ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَآ إِلَّا قَلِيلٗا 60مَّلۡعُونِينَۖ أَيۡنَمَا ثُقِفُوٓاْ أُخِذُواْ وَقُتِّلُواْ تَقۡتِيلٗ 61سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۖ وَلَن تَجِدَ لِسُنَّةِ ٱللَّهِ تَبۡدِيلٗا62

Kapan Hari Kiamat?

63Orang-orang bertanya kepadamu, wahai Nabi, tentang Hari Kiamat. Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang itu hanya di sisi Allah." Dan tahukah kamu, boleh jadi Kiamat itu sudah dekat.

يَسۡ‍َٔلُكَ ٱلنَّاسُ عَنِ ٱلسَّاعَةِۖ قُلۡ إِنَّمَا عِلۡمُهَا عِندَ ٱللَّهِۚ وَمَا يُدۡرِيكَ لَعَلَّ ٱلسَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا63

Orang-orang yang Celaka

64Sesungguhnya Allah telah melaknat orang-orang kafir dan menyiapkan bagi mereka api yang menyala-nyala, 65mereka kekal di dalamnya selama-lamanya – mereka tidak akan menemukan seorang pelindung pun atau seorang penolong pun. 66Pada hari wajah-wajah mereka dibolak-balikkan di dalam api, mereka akan berkata, "Aduhai, sekiranya kami dahulu taat kepada Allah dan taat kepada Rasul!" 67Dan mereka akan berkata, "Ya Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin kami dan para pembesar kami, tetapi mereka telah menyesatkan kami dari jalan yang benar. 68Ya Tuhan kami! Berikanlah kepada mereka azab dua kali lipat dari azab kami, dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar."

إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمۡ سَعِيرًا 64خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ لَّا يَجِدُونَ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا 65يَوۡمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمۡ فِي ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيۡتَنَآ أَطَعۡنَا ٱللَّهَ وَأَطَعۡنَا ٱلرَّسُولَا 66وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعۡنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَا۠ 67رَبَّنَآ ءَاتِهِمۡ ضِعۡفَيۡنِ مِنَ ٱلۡعَذَابِ وَٱلۡعَنۡهُمۡ لَعۡنٗا كَبِيرٗا68

BACKGROUND STORY

BACKGROUND STORY

Musa (AS) adalah seorang nabi agung yang menghadapi banyak tantangan. Kisah-kisahnya dalam Al-Quran memberikan penghiburan kepada Nabi (ﷺ), karena musuh-musuh Makkah beliau tidak sebrutal Firaun dan kaumnya. Para pengikut Musa (AS) menantang dan mempertanyakan beliau lebih dari yang pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi (ﷺ).

Sebagai contoh, mereka meminta Musa (AS) untuk menjadikan Allah terlihat bagi mereka, membuatkan berhala untuk mereka sembah, dan mereka menyembah anak sapi emas di saat ketidakhadirannya.

Mereka juga mempersulitnya setiap kali beliau meminta mereka melakukan sesuatu, sebagaimana ditunjukkan dalam kisah sapi betina dan makanan.

Menurut ayat 69, sebagian dari mereka bahkan membuat tuduhan palsu terhadapnya. Dilaporkan bahwa beliau dituduh palsu membunuh saudaranya sendiri Harun (AS) atau menderita penyakit kulit. Namun Allah membersihkannya dari kebohongan-kebohongan ini dan memuliakannya di dunia ini dan Akhirat.

Suatu ketika, Nabi (ﷺ) sedang membagikan harta rampasan perang dan beliau mengistimewakan beberapa orang penting untuk menguatkan iman mereka. Seseorang memprotes, 'Pembagian ini tidak adil dan tidak dilakukan untuk mencari ridha Allah!' Merasa sakit hati, Nabi (ﷺ) menjawab, 'Jika Allah dan Rasul-Nya tidak adil, lalu siapa lagi yang adil? Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada saudaraku Musa—beliau disakiti jauh lebih banyak dari ini, tetapi beliau selalu sabar.'

Nasihat kepada Orang-orang yang Beriman

69Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu seperti orang-orang yang menyakiti Musa, lalu Allah membersihkannya dari apa yang mereka katakan. Dan dia adalah seorang yang mulia di sisi Allah. 70Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. 71Dia akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah memperoleh keberhasilan yang agung.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوۡاْ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُواْۚ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهٗا 69يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا 70يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۗ وَمَن يُطِعِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيمًا71

WORDS OF WISDOM

WORDS OF WISDOM

Menurut Al-Quran, ketika Allah menciptakan langit dan bumi, Dia bertanya kepada mereka apakah mereka ingin memiliki kebebasan memilih. Mereka memilih untuk selalu tunduk kepada-Nya, maka segala sesuatu dalam ciptaan—planet-planet, matahari, bulan, bintang-bintang, hewan, dan tumbuhan—mematuhi hukum-hukum Allah.

Namun, manusia memilih untuk mengemban amanah **kebebasan memilih**. Inilah mengapa sebagian manusia memilih untuk menaati Allah, sementara yang lain tidak. Sebagian bersyukur kepada-Nya, sementara yang lain tidak. Sebagian berusaha sebaik mungkin untuk menyenangkan Allah, sementara yang lain berpikir mereka cukup pintar dan kuat untuk menantang-Nya.

Pada akhirnya, Allah akan menghakimi perbuatan dan pilihan kita. Sejauh menyangkut amanah **kebebasan memilih**, manusia terbagi menjadi tiga golongan: **Orang-orang beriman** adalah mereka yang mengemban amanah dengan beriman kepada Allah dan menaati-Nya. **Orang-orang kafir** adalah mereka yang mengkhianati amanah dengan mengingkari Allah. **Orang-orang munafik** adalah mereka yang menipu dengan berpura-pura beriman di depan umum tetapi mengingkari-Nya secara pribadi.

Allah berfirman: 'Tidakkah engkau tahu bahwa kepada Allah bersujud siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi, juga matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, hewan melata, dan banyak di antara manusia? Tetapi banyak (pula) yang pantas mendapatkan azab. Siapa saja yang dihinakan Allah, tidak ada seorang pun yang dapat memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki.' (22:18)

Illustration

Amanah

72Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, tetapi semuanya enggan memikulnya dan khawatir tidak akan sanggup melaksanakannya, lalu dipikullah oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh. 73Agar Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan agar Allah merahmati orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗ 72لِّيُعَذِّبَ ٱللَّهُ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ وَٱلۡمُشۡرِكَٰتِ وَيَتُوبَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمَۢا73

Al-Aḥzâb () - Kids Quran - Chapter 33 - Clear Quran for Kids by Dr. Mustafa Khattab