Pertolongan
النَّصْر
النصر

LEARNING POINTS
Dalam surah ini, Nabi ﷺ diberitahu bahwa ketika beliau mencapai kemenangan atas Mekah dan banyak orang memeluk Islam, maka tugas beliau telah sempurna dan beliau hendaknya bersiap untuk bertemu dengan Penciptanya.
Nabi ﷺ wafat hanya beberapa bulan setelah turunnya surah ini. (Dicatat oleh Imam Al-Qurtubi)
Meskipun beliau sempurna, beliau selalu memohon ampunan Allah. Kita senantiasa berbuat salah, maka kita hendaknya memohon ampunan Allah.


WORDS OF WISDOM
Kaum muda berbakat. Jika mereka menerima pendidikan dan perhatian yang layak, mereka dapat mencapai potensi penuh mereka dalam hidup.

SIDE STORY
Sebagaimana yang telah kami sebutkan dalam Surah Al-Mujadilah (58:11), Nabi (SAW) melihat potensi besar pada Ibnu Abbas, sehingga beliau berdoa kepada Allah agar memberkahinya dengan ilmu dan hikmah. Ketika Nabi wafat, Ibnu Abbas masih seorang pemuda. **Umar bin Khattab** menghormati Ibnu Abbas dan selalu meminta nasihat darinya. Suatu ketika, Umar bertanya kepada beberapa sahabat senior tentang Surah ini, dan mereka berkata bahwa Surah ini datang untuk mengajarkan Nabi agar memuji Allah ketika kemenangan diraih. Umar bertanya kepada Ibnu Abbas, yang kemudian berkata bahwa Surah ini datang untuk memberitahu Nabi bahwa misinya kini telah selesai dan beliau harus bersiap untuk meninggalkan dunia ini. Umar berkata bahwa ini adalah jawaban yang benar. {Diriwayatkan oleh **Imam Al-Bukhari**}
Menurut sebuah kisah lama, seorang sultan dan asistennya mengunjungi sebuah permukiman miskin, di mana tidak ada yang mengenali mereka karena mereka menyamar. Mereka bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Ziyad yang sedang pulang dari bekerja. Sultan bertanya mengapa ia harus bekerja, dan Ziyad berkata bahwa ia menafkahi ibunya. Sultan ingin memberi hadiah kepada Ziyad, jadi ia mengungkapkan identitas aslinya dan bertanya, 'Pernahkah kamu melihat sesuatu yang lebih baik daripada cincin berlianku?' Ziyad menjawab, 'Ya, jarimu lebih berharga.' Sultan yang terheran-heran kemudian bertanya, 'Mana yang lebih baik: rumahmu atau istanaku?' Ziyad menjawab, 'Ketika Anda berada di istana Anda, itu lebih baik daripada rumah kami. Tetapi jika Anda mengunjungi rumah kami, itu akan lebih baik karena Anda akan berada di dalamnya.' Sultan semakin terheran-heran. Ia menawarkan Ziyad satu dinar emas sebagai hadiah, tetapi Ziyad menolak untuk mengambilnya. Ketika sultan bertanya mengapa, Ziyad berkata, 'Karena ibuku tidak akan pernah percaya padaku ketika aku memberitahunya bahwa aku mendapatkan dinar ini dari sultan.' Sultan bertanya mengapa, dan Ziyad berkata bahwa ibunya akan berkata, 'Tidak mungkin, sultan tidak pelit untuk memberimu hanya satu dinar!' Sultan tersenyum dan memberinya sekantong berisi 100 dinar, dan berkata kepada asistennya, 'Ayo kita pergi dari sini. Jika aku berbicara dengan anak ini selama 5 menit lagi, dia akan mengambil seluruh kerajaanku.'


WORDS OF WISDOM
Kita dapat mengambil banyak pelajaran baik dari anak-anak.
1.Sebagai contoh, mereka terlahir suci, sehingga mereka tidak tahu bagaimana berbohong atau menjadi rasis. Kemudian, sebagian dari mereka mempelajari sifat-sifat buruk ini dengan meniru orang dewasa di sekitar mereka.
2.Mereka logis dan belajar dengan mengamati. Inilah mengapa mudah bagi mereka untuk belajar bahasa karena mereka mendengarkan, lalu berbicara, lalu membaca dan menulis. Ketika orang dewasa belajar bahasa baru, mereka biasanya melakukannya dengan cara sebaliknya, sehingga sulit bagi mereka untuk menguasai bahasa tersebut.
3.Jika anak-anak menginginkan sesuatu (misalnya, permen, mainan, atau waktu bermain gawai mereka), mereka akan meminta kepada orang tua mereka seratus kali. Ketika orang dewasa berdoa, banyak dari mereka hanya meminta kepada Allah sekali lalu menyerah. Allah menyukai ketika kita terus-menerus meminta sesuatu kepada-Nya.
Imam As-Suyuti berkata bahwa jika orang dewasa mempelajari hal-hal berikut dari anak-anak, mereka akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan Allah:.
Mereka tidak khawatir karena mereka tahu bahwa mereka dalam penjagaan wali mereka.
Mereka tidak pernah menyalahkan Allah atas musibah.
Mereka suka berkumpul, terutama saat mereka makan.
Meskipun mereka bertengkar, mereka segera berdamai.
Husn A/-Muhadarah
Akhir Perjalanan
1Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, 2dan engkau melihat manusia masuk agama Allah berbondong-bondong, 3maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat.
إِذَا جَآءَ نَصۡرُ ٱللَّهِ وَٱلۡفَتۡحُ 1وَرَأَيۡتَ ٱلنَّاسَ يَدۡخُلُونَ فِي دِينِ ٱللَّهِ أَفۡوَاجٗا 2فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَٱسۡتَغۡفِرۡهُۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابَۢا3